
Bu Nita,"menganguk mantap dengan permintaan anaknya.
"Tentu saja sayang karena mama,sudah kenal lama Septia dengan baik dan tau kepribadiannya mama tidak akan ragu merestui pernikahan kalian dan kalau bisa secepatnya. bu Nita menekankan kata secepatnya !!!
"Tapi ngomong-ngomong ,bagaimana kamu secepat itu bisa jatuh cinta dengan Septia"? tanya bu Nita penasaran.
"Mah,masih ingatkan waktu kecil dulu , mama menitipkan saya di rumah nenek di kampung . gadis yang culun dan cengen plus manja itu. (kak Teja lalu melirikku saat bilang culun dan cengeng aku balas dia dengan memonyongkan bibir tanda protes dia hanya tersenyum, coba tidak ada bu Nita , pasti sudah saya timpuk pakai tasku) dia melanjutkan ceritanya,"
Dia ini gadis sepermainan yang dulu saya minta Mama untuk mencetak foto kami berdua.teman sekolah juga teman sepermainan dan juga dia satu-satunya sahabatku . sebenarnya, Mah saya sudah jatuh cinta semasa SMP tapi belum punya keberani mengatakannya. lagian masih terlalu dini kita untuk berpacaran.kata kak Teja membeladiri.
Bu Nita hanya tersenyum,memandangi kami berdua yang mulai tersipu-sipu .
"Kalau begitu bagai mana dengan kamu Septia," bu Nita memandangi ku sedang aku hanya diam.
"Alangkan baik kalau segera di resmikan
diadakan pemberkatan supaya kalian lebih terberkati dan kalian bisa segera memberikan saya cucu," kata bu Nita.
Aku makin glagepan ! gimana jawabnya "secepat itu kah"? sungguh meski pun aku menginginkan nya tapi aku tidak menduga kalau kak Teja dan bu Nita akan bergerak secepat ini dan aku memang menyadari dan berfikir daripada cuma pacar.
Lebih baik di berkati dulu baru kita akan pacaran setelah menikah bukankah lebih asik dan gak dosa kalau pegan-peganan peluk-pelukan tiyum-tiyuman.
"Haiz" Otak, mesum ampuni aku Tuhan!!
tapi orang tua ku kan belum tau,aku juga belum tau apakah keluarga ku cocok dengan dia atau tidak ! aku membatin.
" Saya sendiri tidak ada masalah tapi..Bu,"
saya juga belum memperkenalkan, kak Teja atau bertanya ke pada orang tua saya.
Restu kedua belah pihak tentu akan lebih membuat damai ya kan bu ? menikah memang antara dua orang saya dan Kak Teja.tapi menikah itu secara otomatis akan berdampak bagi dua keluarga dan sebisa mungkin ini mejadi penyatuan jadi Big family. dua family yang menjadi satu dan menjadi besar unity saling menghargai dan melengkapi kata ku panjang lebar supaya mereka tidak buru-buru.
"Betul Septia pemikiran mu cukup dewasa
bu Nita menimpali perkataan ku tadi.lalu kira-kira rencanaya kapan kamu akan memperkenalkan Teja ke orang Tua mu.
"Mungkin sabtu depan saya juga pulang kampung menjenguk mereka bu, jawab ku
"Apakah ibu yakin akan mengambil saya,
sebagi menantu karena keluarga kami bukan golong kolongmerat. kami hanya orang biasa jelas ku kepada Bu Nita, anpa mengurangi rasa hormatku pada beliau.
"Saya rasa itu tidak perlu di masalahkan
bagi ku bukan menjadi pertimbanganku.
karena bagaimana pun,saya juga bukan dari keturunan kolongmerat jawab bu Nita lugas.
" Kamu tau kan kita memulai pabrik kita dari nol besar bukankah kamu mengerti tentang sejarah berdirinya perusahaanku dan ku hanya diam mendengarkannya .
Sarapan selesai kami pindah mengobrol
di ruang keluarga saling tanya jawab soal
__ADS_1
hobby atau kebiasaan masing-masing keluarga.supaya lebih akrab pendekatan "ya..bisa di bilang demikian.
Sudah agak siang saya pamitan kepada
Bu Nita,meski beliau meminta saya untuk tinggal setidaknya sampai makan siang , supaya kita bisa makan siang bersama.
"Sudahlah."!! saya tau anda suka tapi.."!
mah , kita kan juga butuh berdua .kata kak Teja di barengin dengan dia mengedipkan satu mata membuat bu Nita gemesz dan mencubit kak Teja.
"Achh"!!!
Sakit mah jangan KDRT terika kak Teja.
Saya dan Bu Nita tertawa bersama,karena kak Teja,memasang muka memelas dan
teraniaya . padahal lecet aja gak orang nyubitnya gak beneran gak sakit pastinya.
"Saya pamit dulu bu,"kata ku ,menyalami bu Nita lalu bercipika-cipiki. Bu Nita mengatarkan kami sampai ke depan pintu.
Kak Teja membukakan pintu mobilnya
untuk ku, lalu dia masuk dan sudah siap, dudukdi belakang setirnya.
"Sekarang kita,kemana Tuan Putri,mau jalan-jalan atau pulang ke rumah mu.
tanyanya kak Teja yang siap berngkat.
Setelah melambaikan tangan ke arah
bu Nita. Kak Teja meluncurkan mobilnya
menuju rmahku.dan sesampai di depan rumah, saya melihat Anton duduk di teras.
" Anton" ada apa ? tanya ku setelah mulai
dekat padanya. aku berusaha tetap tenang dan menyembuyikan kecewaku dan pura-pura tak tau kejadian sabtu itu ketika dia bertemu dengan mantannya.
Ketika Anton melihat, Kak Teja yang sudah dekat di samping ku, Anton menyapanya.
"Selamat pagi Tuan Teja," sambil sedikit membukuk tanda hormat.
"Yaa "ada perlu apa kesini? tanya kak Teja.
"Eeeehhh cuma mampir saja,"jawab Anton gugup.
"Ada perlu apa ? tanya Kak Teja meyelidik.
"Tidak ada apa- apa Tuan, hanya ada perlu sedikit tapi tidak begitu peting lain kali saja Anton agak sedikit rikuh lalu dia pun pamit pulang.
"Septia,kalau gitu saya pulang dulu lain kali saya kesini membahasnya.
__ADS_1
Saya hanya mengaguk saja,setelah Anton pergi saya persilahkan kak teja masuk .
"Mari kak Teja silahkan masuk "!
Kak Teja membututi ku masuk ke rumah setelah ku buka pintu ,lalu duduk di sofa .
Saya masuk ke kamar ganti baju keluar dari kamar kembali ke ruang Tamu.
"Kak Teja , mau minum apa ....?
"Sekali-kali ,,,nanyanya lah maunya apa.?.
di pijit💆di peluk atau di cium 💏" gitu ?
"Haisss"dasar otak mesum,"cletukku lalu
pasang muka cemberut. dalam hati ku senyum-senyum dalam hati,peluk aku, cium aku bawa aku ke dunia mu .
"Hai...tukan"?" malu-malu tapi mau kan ?
mulut mu bisa bilang tidak ke padaku tapi expresi wajah mu menujukan lain, tuhh....tuhhh....coba kamu coba ngaca dan lihat pipi mu merona merah kayak tomat,goda kak Teja tersenyum nakal.
"Sini"!
Dia meminta ku duduk di sofa. kaki kamu naikin ke sini dia menepuk-nepuk pahanya.aku mengeleng tapi akhirnya aku tetap duduk di sofa di dekatnya cuma saya tidak menaikan kakiku kepahanya seperti kemauanya rasanya tidak etis.
"Sini aku gak ngapa-ngapain cuma ingin lihat kaki mu apa sudah baik "?
"Sudah kak ,"sudah baik,"kak juga lihatkan aku jalan pun udah gak sakit kok ! udah gak pincang"tapi dia tetap menarik kakiku ke pahanyan posisi ku jadi di ujung sofa tiduran di senderan sofa sebagi bantal.
Dia memulai memijit kaki ku lembut dan
sememangnya sudah tidak sakit rasanya jadi keenekan. entah berapa lamanya aku terlelap di sana yang pasti tidur lumayan nyeyak. ketika aku bangun,aku melihat Kak Teja tertidur dengan posisi duduk dengan memangku kaki ku.
Aku mencuri pandang padanya,
"Ohh"so sweet"! sikapnya perlakuannya kepada ku. seorang pewaris perusahaan yang rela memijit kakiku yang cuma bawahannya bahkan juga kalau di fikir-fikir tak se"Level dengan nya dia.
Sikapnya yang acuh tak acuh dan terkesan dingin serta angkuh siapa sangka kalau ternyata begitu romantis, perhatian dan hangat'! mungkin saja dia ini jaga imagenya sangar dan wibawa biar orang segan atau memang sengaja jaga image dingin misterius agar orang penasaran"?" ahh entahlah aku makin mengaguminya makin cinta, makin sayang .
Tiba-tiba cinta yang dulu terpendam jadi tambah membara, penuh kobaran asmara bunga cinta itu bermekaran di taman hati.
Haissss..jadi ikut puitis. Aku tepuk jidat ku sendiri.
Kaki aku geser pelan dari pangkuannya. tapi,dia tetep terbangun. dia menadangi ku. dan aku tersenyum dengan tanpa dosa.
"Hai..sorry"!!! Kak jadi ketiduran habisnya enak banget kakak pijitanya calon suami idaman, aku acungkan dua jempol ku.
Di tersenyum manis," haisz.... membuat kelepek-klepek aku termehek-mehek dech.
" Septia, kita makan di luar atau kita delivery food aja.
"Delivery aja kak, males keluar ,"jawabku
"Septia" ngomong-ngomong ortu kamu suka makan apa atau buah apa ? sabtu kita kesana kan"? jadi kan"? cerocos kak Teja.
-----Bersambung"-----
like 👍
comment✍️
vote✌✌✌✌
hadiah bunga.🌹🌹🌹🌹
💌💌💌💌💌💌💌💌💌💌💌💌💌💌💌
__ADS_1