Cinta Pertama Tak Lekang Waktu

Cinta Pertama Tak Lekang Waktu
Re... kamu Renata.."!


__ADS_3

Anggara berjalan cepat menuju,"ujung jalan mencari di mana tempat yang di tunjukan oleh pemilik warung tadi, saking senangnya," dia bahkan lupa untuk bertanya nama Restaurant itu.


Mau berbalik sudah jauh jadi dia memilih berjalan menyusuri tempat itu lurus.. dari warung hanya ada beberapa restaurant saja.


"Re.. apakah kamu masih sendiri apakah masih ada harapan untuk aku kembali memiliki mu ,"? alangkah bahagianya seandaniya kita masih bisa bersatu kembali,kini tanpa penghalang dan rintangan.


Anggara terus membatin dan berjalan mencari restaurant Renata.


Matanya tertuju pada papan tanda nama sebuah restaurant dan cafe yang cukup menarik perhatiannya.



Dia melangkah masuk ke dalam, meski sudah di beritau Restaurant belum buka,namun Anggara tetap ingin masuk dan bilang kalau ," dia , ingin bertemu dengan pemilik restaurant dan ingin mengadakan kerjasama,sehingga sang pelayan segera mencari bosnya untuk memberitaukan


Warna yang di domisi dengan merah menyala," ya..membuat Anggara yakin bahwa ini adalah milik Renata.


"Re...menyukai warna merah dan bunga mawar merah makanya restaurant nya mengunakan nama Red rose"Anggara kembali membatin.



seorang wanita yang tak asing bagi Anggara, wanita yang sangat di rindukannya bertahun-tahun,yang di sempat di kabarkan telah meninggal itu ternyata masih hidup.


Anggara sanggat gugup, melihat wanita itu makin mendekat,jantunnya berdetak dengan cepat.



"Selamat pagi,ada yang bisa saya bantu "! kata wanita itu.

__ADS_1


'Re...,"Anggara langsung memeluk wanita yang ada di depannya.


"Maaf tuan tolong jangan begini, "kata wanita itu,membuat Anggara melepas pelukannya.


"Silahkan duduk,kata pelayan saya, anda ingin mengadakan kerja sama dengan saya "? kata wanita itu tenang


"Kamu berpura-pura tak mengenalku Re,tapi hati nuraniku berkata bahwa kamu adalah Renata ," baiklah aku akan mengikuti permainan mu,"kata Anggara dalam hati.



"kamu masih trelihat cantik meski usia sudah kepala lima kamu sunggu pandai merawat diri ,"Re ,"Anggara terus saja membantin ,memandangi Renata penuh dengan ke kaguman.


"Tuan.. apa anda baik-baik saja hai.."! kata wanita itu pada Anggara dengen menjentik-jentikan jarinya membuat suara menyadarkan lamunan Anggara.


"Saya...mau menjadi inventor di sini dan saya mau membantu anda untuk mendekorasi tempat ini, kata Anggara pada wanita itu.


"Bukan begitu... ini memang sudah cukup menarik," tapi saya rasa kurang maksimal."jawab Anggara mantap membuat wanita itu menghela nafasnya, sedang mencoba berfikir


"Saya rasa saya tak ingin menerima tawaran kerja sama anda,"jawab wanita itu lalu berdiri.


sepontan Anggara menarik,cepat wanita itu membuat dia kehilangan keseimbangan dan membuat wanita itu terjatuh di pangkuannya.


Mereka saling bertatapan, degup jantung Anggara kian tak karuan saat mukanya pas nenatap dua gunung kembarnya.


"Ach...Anggara sedikit mengerang karena bokong wanita itu jatuh pas pada senjata.


"So...sory. ! . kata peremepuan itu berusaha berdiri kembali namun di cegah Anggara.

__ADS_1


Anggara segaja melingkarkan dua tanggannya pada pinggan wanita itu.


"Siapa nama baru mu, Re..."? tanya Anggara.


"saya bukan Re.,yang anda maksud kata wanita itu.


,Jelaskan pada ku dengan ,toh yang ada pada paha mu ini," kata Anggara


menyibakan rok wanita itu.


Toh itu bulat biru melingkar dengan agak besar sebuah tanda lahir seperti lebam dan bulat pada kulit namun tak pernah hilang.


Tentu saja itu membuat wanita yang ada di dekat Anggara pun terdiam. dalam pangkuan Anggara



"Re... aku masih mencintai mu aku ingin bersama mu aku tak punya siapa-siapa lagi kata Anggara yang masih memeluk pinggang wanita itu supaya tidak pergi darinya.


------------Bersambung baby-------------


jangan lupa likeπŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘


comment✍️✍️✍️✍️✍️✍️✍️✍️✍️


and vote✌✌✌✌✌✌✌✌✌


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Β 


__ADS_2