
Dua hari berikutnya Anggara telah meginformasikan pada Hans semua yang di katakan tuan Teja dan tentang Angreni yang meninggal juga tentang kata-kata terakhir Lucinta tentang Renata ibu kandung Hans masih hidup.
Hans sebenarnya sudah mulai penasaran dengan ibu kandungnya itu, saat di beritau oleh papanya, namun tidak pernah bertanya demi menjaga, perasaan mama Lucinta .
Bagaiaman pun juga ,Hans sudah mengagap Lucintalah ibunya dan waktu itu juga di beritau kalau ibu Renata meninggal setelah melahirkan anak permpuannya yaitu Sabilla .
Namun Lucinta bagi Hans adalah segalanya ,wanita terhebat yang pernah dia temui wanita mana sanggup dan yang berbesar hati mau merawat anak hasil perselingkuhan suaminya, bagi Hans Lucinta adalah bidadari yang dikirim Tuhan untuk nya.
Dia tidak akan menyakiti hati mama Lucinta waktu itu dan tetap bersikap seperti biasa, tau atau tidak tentang ibunya,Hans bersikap tak peduli dan pura-pura baik -baik saja, cuek saja seolah tak pernah terjadi apa-apa, sikap pada mama Lucinta tetap sama.
Namun kini,dia tak perlu menjagga perasaannya dia bisa ikut mencari ibunya. apapun kelam'nya masa lalu
seorang anak akan berusaha untuk membahagiakan ibunya.
Hans segera datang kerumah tuan Teja dan Septia sekalian makan mal bersama bertanya tentang hal itu pada tuan Teja.
"Tuan bolehkah saya mendapatkan buku diary ibu Renata,"tanya Hans pada tuan Teja.
"Kamu... ingin apa dengan buku itu,buku itu harus kembali pada sang pemiliknya,kata Kak Teja.
"saya tau, tapi saya juga anaknya ijinkanlah saya memilikinya, kata Hans memohon pada kak Teja.
"Begini Hans, nanti kita bicarakan dengan Papa kamu dulu dan kami juga punya hak karena beliau juga sudara kembar mertua saya.
__ADS_1
"jangam lupa Hans kalau,sayalah yang menemukannya, saya juga tidak ingin serakah memiliki harta ibu kamu, tapi disitu ada beberapa tulisan yang mungkin akan buat kamu sedikit sock jadi tunggu dan sabarlah, "kak Teja memberi alasan yang cukup masuk akal pada Hans.
Selesai makan malam mereks masih mengobrol sebentar sebelum Hans dan Risty pulang ke rumahnya.
Tuan Anggara sendiri tiga hari lagi juga akan terbang ke indonesia dan langsung ke bali mencari sekitar restourant yang di maksud Lucinta
Anggara mencari hotel terdekat dari tempat kejadian,setiap hari dia menjelajah di sekitar tempat itu setiap restaurant dia masuki hingga suatu hari tak sengaja dia melihat sekelebat wanita yang mirip Renata.
Di kejarnya wanita yang mirip dengan Renata itu,"namun menghilang di balik kerumunan orang.
"Aku harus mencari di sekitar sini," gumam Anggara makin penasaran.
Lalu mengapa dia lari mengapa dia sembunyi dari ku," Anggara berfikir sambil menikmati kopi yang dia pesan di sebuah warung dekat situ.
"Ach.....kenapa aku tidak bertanya dengan pemilik warung ini,kalau memang Renata tinggal di sekitar sini pasti dia tau, achh bodoh nya aku ," Anggara merutuki disrinya sendiri yang tiba-tiba blank dengan kejadian tadi.
setelah membayar kopi dan makanan yang tadi dia makan dia segera bertanya adakah wanita yang mirip dengan wanita yang di gambar ini
kata Anggara sambil memperlihatkan wanita yang ada di Handphone nya dia telah memfoto ulang semua goto Renata ke Handphone nya.
__ADS_1
Foto itu adalah foto yang paling
Anggara dan hampir semua orang megagumi foto Renata dengan gaun merah dan melirik ke kamera sungguh mengoda namun sanggat elegan.
yang punya warung mengatakan seperti pernah melihat wanita itu, dia seperti pemilik restaurant yang dekst ledakan itu,kata sang pemilik warung.
"konon dia pindah di ujung jalan sana Tuan kata pemilik warung itu.sambil menujukkan jalan lurus.
Anggara segera bangkit dan berjalan
"Hai.. tuan kembaliananya.. teriak yang punya warung.
"Ambil saja buat anda terimakasih kata Anggara sambil mendapukan kedua telapak tangganya.
------------Bersambung baby-------------
jangan lupa likeππππππ
commentβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈ
and voteβββββββββ
πΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ
__ADS_1
--------------------------------