
"Hans...."! beraninya dari jauh, sini dekat saya habis kau," Jerit Risty yang mulai jengkel.
Suara jeritan dari sebrang telfon membut Hans menjauhkan kupingnya dari Hp.
"Coba dekat aku, aku lum*t bibir mu,dasar cewek labil"! gerutu Hans.
"Baru juga sehari gak ketemu ,sudah kangen nanti ,aku gak balik ke indonesia baru kau tau, aku nak tengok macam mana, kau jadinya.'? Hans teriak juga tak kalah sengitnya.
Di matikan telfonnya dia rebah kan dirinya. menunggu telfon berbunyi hitungan 10 pasti telfon lagi.
Tapi sudah sampai sepuluh ,telfon tak berdering.
Di gapainya Hp nya ,tak ada notifikasi. tak ada pemberitahuan lagi.
"Cehhh....."!! segitu aja... nyalimu Risty, kenapa tak kau ganggu aku lagi, ayo bunyi satu,... dua.... tiga.... empat..... Hans menghitung sampai tertidur.
Sementara Risty baru saja ganti baju dan merebahkam diri ,tertidur lelap juga.
Sesuai saran Hans dia benar-benar menggantungkan kaos itu, kaos bekas yang buat lap cairan yang muncrat itu.
Risty terseyum memandanginya sampai terlelap tidur.
Pagi yang cerah menyapa jendela kamar Hans, dia pun terbangun dari tidurnya.
Bergegaslah mandi dan sarapan pagi, hari ini, Hans ingin pergi mengurus surat-surat yang harus di siapkan untuk pernikahan dua negara.
Dia telah berunding pada Mamamya, untuk memberi izin tinggal dan pindah jadi WNI saja.
Hatinya begitu senang sekali, makin cepat makin baik ,sudah tak sabar pula menikmati indahnya bulan madu bersama
Hans, berjalan bersiul-siul menuju mobilnya , dan mengeluarkan nya dari garansi rumah.
Baru saja dia keluar,komplex perumahan.
dan hendak membelok"kan mobilnya di jalan Raya.
Terdengar dentuman keras dari belakang, dan mobilnya Hans pun terpaksa maju dengan paksa .
Malang sekali dari samping kiri, melajuk truk menabrak mobilnya membuat mobilnya terpental dan terguling miring, berhenti menghatam pembatas jalan.
Seketika itu,semua menjadi gelap pada pandangan mata'nya.
Dan seperti sudah terjadi ikatan batin, Risty yang berada di Indonesia pagi itu, tanpa sengaja, menjatuhkan cangkir kopi yang ada di tanggannya.
Kontan dia menjerit, selain kena cipratan kopi panas juga pecahan cangkirnya..
"Astaga...."!! jantungnya berdebar keras, seperti ada firasat buruk ,dan dia entah mengapa ingatnaya langsung pada Hans.
Risty menelfon berkali-kali,namun tak bisa di hubungi. hatinya kembali Resah.
Risty pergi ke depan , dan melihat calon mertuanya yang sibuk menyelesaikan proyek rumah yang di sebelah itu.
Tinggal beberapa bagian proyek itu akan segera rampung.
"Tuan Anggara ."!!!
Risty menepuk pundak calon mertuannya.
"Ya... nak Risty"! ada apa "?
__ADS_1
tanya tuan Aaggara, membalikan badannya menghadap Risty.
"Apakah anda mendapat kabar dari Hans"?
"Tidak Hans belum mengabari pagi ini, dia hanya memberitau, saat sampai di rumah." kenapa Ris "?
"Bisakah anda menghubunginya sekarang dari tadi saya telfon tidak di angakat "!
Tuan Anggara terrseyum pada Risty, dia makluminya, baru kasmaran.
" Jangan kan satu minggu sehari sudah rindu berat, batin Tuan Anggara.
Tuan Anggara pun, menelfon nomer Hans, namun nomer Hans tak aktif, lalu dia pun menelfon istrinya.
Setelah suara" Hallo terdegar isak tangisnya.
"Lucinta," ada apa,pagi-pagi menangis"?
"Hans... pah... hixz....
Hans kenapa mah..."??
Hans pah,"Hans"..... Lucinta terbata-bata bicara.
"Ada apa dengan Hans "? tuan Anggara nampak tegang.
"Hans kecelakaan dan sekarang ... dia masih di dalam masih di UGD,... Pah... hiz
"Papa... pulang sekarang,pah...kata istro tuan Anggara memohon.
"Apa.... Hans kecelakaan..."?? teriak tuan Anggara segera pulang ke rumah yang sedang di tinggalinya. di ikuti oleh Risty.
"Ya... Nak..."! jawab tuan Anggara tanpa menoleh ,karena sibuk menyiapkan koper kecilnya.
"Tolong pesankan tiket pesawat hari ini juga , titah tuan Anggara pada Risty.
Risty segera menelfon nyoya Septia mengabari Hans kecelakaan , Risty juga meminta tolong mencarikan tiket pesawat hari ini juga.
Ketegangan terjadi, di rumah tuan Teja. Septia sendiri agak sok mendegarnya.
"Achhh...,"! baru saja bahagia ,mendegar dia akan menikah dan tinggal di indoneisa
kenapa pula terjadi begina," Septia memijit pelipisanya yang terasa pening.
Dalam waktu singkat Septia sudah mendapat tiket pesawat untuk tuan Anggara.
Risty hanya bisa menagis, mengatar calon mertuannya, ingin rasanya ikut, tapi,
Paspornya sudah lama mati, dia harus membuat paspor baru dan membuat visa supaya bisa menjenguk Hans.
"Bagaiamana ke adaan mu Hans..."???
kita jadi menikahkan.... kamu janji menikah demgan ku secepatnya hixzzz...
Risty beberapa kali mengelap air mata, entahlah airmatanya tak terbendung lagi.
" Hans...."! hixzz...
"Tuhan kenapa terjadi, saat kami mau berkomitmen untuk hidup lebih baik, berkomitmen untuk bertobat.
__ADS_1
Namun,tiba-tiba saja ini terjadi ..."? why God ... kenapa.... Tuhan... kenapa semua ini harus terjadi"!!! teriak Risty keras di bawah bantalnya.
Sudah seharian dia di dalam kamarnya. tidak keluar makan makan siang , matanya sudah sembab
Risty memandangi kaos Hans yang di tinggal itu, sedih melihatnya ."Kenangan bersama Hans sebelum dia kembali ke malaysia.
Sementara Septia modar-mandir dari tadi cemas memekirkam Risty , yang tak makan dan keluar kamar dari tadi.
" Thok--Thokkk "!!!
Risty boleh aku masuk" tannya Septia sari luar kamar Rsity.
" Iya... nyonya masuklah...."!
Risty segera duduk,menyeka air matanya
"Ceklikkk.. "!!
Gagang pintu terbuka di barengin dengan, wajah Septia.
"Hai.... Risty... kamu baik-baik saja"? tanya Septia,berusaha setenang mungkin meski dia sendiri tak kuat menahan. tangisnya.
"Seperti yang anda lihaat nyonya, "! tangis Risty sambil menutup mukanya dengan kedua telapak tangganya
"Kenapa nyonya ..... " "!? kenapa....
ini harus terjadi pada kami, padahal kami telah bersepakat untuk bertobat, memulai lemabran baru"!
"Kenapa nyonya.... hixz... hixzzz..."!
Risty kembali menangis memeluk kedua lututnya dan membenamkan wajahnya di sana.
Septia yang sedari tadi menahan Air matanya, juga akhirnya mengis,Septia dan Risty berpelukan menagis menempahkan kesedihan masing-masing.
"Aku tau ini berat untuk mu Ris... '!
kita harus berdoa semoga Hans baik-baik saja dan nywanya tertolong.
"Tuhan memberi ujian tak melebihi batas kemampuan kita Ris, ingat itu.
Risty memegangi wajah Risty dengan kedua tangganya.
"Kamu harus kuat,kamu tidak boleh terus begini, ayo keluarlah makan walau sedikit.
"Kamu juga harus menjaga kesehatan mu, untuk ayah ibu mu,untuk Hans yang ada di sana.
"Kamu anak satu-satunya ,anak tunggal kalau terjadi apa-apa pada mu, tentu orang tua kamunjuha sedih.'!
"Tapi aku tidak ingin makan nyonya"? bagiamaan aku dapat makan,medegar kabar begini.
"Pakasa dirimu ,makan jangam sampai Hans sembuh kamu sakit "? ayolah ... bujuk Septia pada Risty.
Meski dengan engan dia pun menuruti Nyonya nya yang sudah menariknya kelur kamar menuju ruang makan.
Septia menaruh beberapa centong nasi dan lauk. meski dengam tetesan air mata Risty berusaha makan-makananya.
---------Bersambung----
slow Up slowly... baby.... plse... slow... tuch Like And mawar untuk ku. ..."!
__ADS_1