Cinta Pertama Tak Lekang Waktu

Cinta Pertama Tak Lekang Waktu
Balik Kampung.


__ADS_3

Ibu Rutini segera, menelfon anaknya saat pagi tadi membuka, Hp dan melihat pesan dari anaknya itu.


"Ayahe ayo kita ke kebun,kita petik buah di kebun,Septia akan balik kampung pada sabtu ini. kita ambil pisang nya, kemarin, saya lihat sudah mulai menguning. Satria cucu kita itu,suka makan pisang"Ayahe .. ayahe.."! bu Rustini teriak-teriak dari kamarnya.


Pagi, itu ibu Septia sudah mulai, ribut mengajak suaminya ke kebun, pucuk di cinta ulam tiba, paribasannya.lagi kangen yang di kangenin mau datang.


"Nanti, saya mau lihat suasana hati dan kondisi Septia baik, saya mau menayakan soal, Sabilla siapa tau,ada informasi yang dia dapatkan bisa menemukan, kakak kandungnya yang sudah lama hilang ,bu Rustini bergumam sendiri.


"Ayah....""!! bu Rustini kembali berterik.


"He....kemana ini ayahe...gak datang di pangil dari tadi.


Bu Rustini segera berdiri dari tempatnya di mana dia duduk,lalu pergi ke belakang rumah. mencari suaminya, biasanya dia kalau tidak dengar saat di panggil," pasti lagi di di kandang ngasih makan ayam dan kambing yang beberapa ekor itu.


"Ayah'e......"!!teriak bu Rustini lagi.


"Apa to, bune pagi-pagi teriak-teriak "?


"Ayo kita ke kebun,Septia mau pulang sabtu ini,kita ambil pisang, kemarin saya lihat sudah agak kuning,kita bisa kasih dia kalau sudah balik kampung.,


"Cucu kita Satriakan, suka sekali dengan pisang dan Septia putri kita itu, suka goreng pisang.kata bu Rustini tidak sabar


karena seneng,putrinya akan pulang.


"iya... iya bu,sabar sedikit kenapa, ini mau kasih minum kambing kita dulu,baru kita berangkat ke kebun, ini baru hari kamis kan masih ada beberapa hari,"bune ini kok sudah ribut sendiri.kata pak Endro gusar namun tetap segera siap-siap berangkat.


Mereka pun berangkat kekebun,berdua bu Rustini, sudah membawa keranjangnya. dia juga mau memetik mangga yang sudah mau masak,mau di panen sekalian bisa bagi-bagi dengan tetangga.


"Hai...bu Rutini ,mau kemana "? tanya tetangganya bu Atun yang suka goisip itu.


"Hai... mbak Atun, ini mau kekebun kita, mau memetik mangga sudah pada kuning nanti keburu di makan kelelawar kita gak kebagia,kata bu Rustini sambil tersenyum


"Itu...bagaimana To jeng kabar di TV itu, kok santer kalau menantunya, main serong sama perempuan lain.


"Kok ya mbak Septia tetap mau, sama tuan Teja. kenapa dak kasih pelajaran biar kapok lelaki,pakai alasan mabuk, halah-'alalahhhh,kok ya mau dan percaya saja di bodoh-bodohin lelaki.cerocos mbak Atun pagi itu.


"Aduh.. mbak Atun ini pagi-pagi sudah ngomong yang bukan-bukan, apa gak di perhatiakan dengan benar berita tentang klarifikasinya ,menatu saya itu tidak pernah mabuk-mabukan dan dia juga di jebak dalam minumannya ada di kasih obat.


"Mbak Atun,apa dak ada kerjaan pagi-pagi sudah ngurusi masalah orang,kalau mbak Atun dak ada kerjaan,mari bantu kami panen buah mangga di kebun. jawab bu Ristini sedikit jengkel dengan bu Atun.

__ADS_1


"Eee... saya juga banyak kerjaan, saya ini bukan pengguran,mau narik kreditan panci di tempat jeng Munaroh sama jeng Murni, orang mengomentari berita saja kok ya. bilangin orang pengaguran, Mbak Atun nya gak mau kalah.


"La sudah... sana kerjain ,kerjaannya jangan komen yang bukan-bukan kalau tidak tau kebenaranya.


" Helleh... namanya juga menantunya pasti di bela-belain.. apalagi menantunya kaya, orang terkenal banyak hartanya,kata mbak Atun mulai yiyir.


"Ee...eee...mbak Atun ini..kamu.......,


"Ehh sudah-sudah bukne... ayo ke kebun saja, meladani mbak Atun malah nanti keburu siang kepanasan kita, sela Pak Endro, suaminya bu Rustini , menarik tanggan istrinya menjauh dari mbak Atun yang masih mengomel.


" La piye to Ayahe ini,mbak Atun kalau di biarin mulutnya itu terlaluan kok, kayak netizen yang maha benar dengan segala komentarnya,mereka juga belum tentu tau benar apa yang terjadi pada anak dan menatu kita.


"Kasian anak kita Septia,Yah..."?? sudah megalami musibah masih di goisip kan begitu, nama'nya orang tua kita yang harus membela merekan ya to..,?".


"Heh... bune ini,kalau memang anak kita benar dan menantu kita tidak salah sesuai dengan kebenaran dan memegang kebenaran ya biarin saja, kebenaran itu akan tetap benar tidak butuh di bela,." bune..," ayo..kita segera kekebun.


Mereka kekebun memetik buah mangga beberapa tandon pisang, bisa buat oleh-oleh sama bikin pisang goreng buat Septia . karena sore biasa anak permpuannya itu suka minum kopi sama pisang goreng ini . bu Rutini tersenyum sumpringah memegangi beberapa pisnag yang sudah masak.


Hari yang di tunggu sudah tiba,mobil Septia sudah ada di pelataran rumah bu Rustini, yang keluar rumah bukan saja Ayah dan Ibu Septia tapi juga beberapa tetangganya,mereka ikut menjenguk Septia.


"Pak Endro langsung keluar ingin segera mengendong cucunya ,Satria yang makin comel karena pipinya makin tembem dari jauh sudah terlihat tersenyum ke arahnya.


Hai... Cucu kakek yang ganteng sudah datang , pak Endri merentangkan kedua tangganya lebar.saat Satria tutun dari mobil dan berlarinke arahnya.


Septia ,sedang sibuk membawa beberapa oleh-oleh , di bantu suami nya ,sementara pak Karta menurunkan beberapa tas yang di bagasi mobil,sepertinya bakal tinggal agak lama melihat banyaknya tas yang mereka bawa.


Tuan Teja,segera melepas kaca mata hitamnya setelah dia sampai k di teras rumah mertuanya. sebenarnya dia tidak ingin ikut ke kampung,tapi dia kasian kalau Septia pulang sendiri dengan Satria akan menambah rumor dan gossip ,kalau hubungan mereka renggang dan tidak harmonis.


Terkadang kita memang harus menjaga perasaan orang lain, meski itu tidak harus apalagi orang lain itu bukan siapa-siapa atau cuma para netizen.


Kita harus ngerti bahwa kita tidak bisa menyengakan banyak orang, dan kita tidak perlu mendekte diri sendiri, untuk melakukan sesuatu karena takut asumsi atau prasangka publik tentang kita.


Nilai diri kita bukan tergantung penilaian orang tentang kita,nilai baik kita , juga bukan dari seberapa banyak orang yang mencintai dan menghargai ,menghormati kita.


Seharusnya kita hanya perlu fokus untuk berbuat baik dan menjahui kejahatan melakukan amal soleh untuk bekal kita menuju surgawi.


Kita tidak perlu tertekan dengan omongan orang, bila kita melakukan kesalahan atau melakukan dosa, kita hanya butuh untuk memohon pengampunan pada ...Yang Maha Esa dan orang yang kita sakiti serta bertobat dari jalan yang salah,tidak perlu harus menuruti semua kemauan para netizen yang maha benar dengan segala penghakimannya.


Netizen itu yang selalu bisa jadi Hakim dadakan dan hakim-hakim kacangan dan pegacara berkaliber, saat seseorang jatuh dalam keslahaan atau kekilafan.

__ADS_1


Mereka bisa berkata itu tidakana salah itu tindakan bodoh dan sebagainaya ada jadi pembela-pembela yang lain yang sedang teraniaya layaknya pengacara handal. "hebatkan para netizen itu "?


Apalagi bila yang jatuh itu adalah orang ternama ,terpandang atau bahkan tokoh agama,tanpa mereka maklumi bahwa mereka tokoh-tokoh beser itu, juga manusia biasa, bukan dewa atau malaikat yang sempurna tanpa cacat cela.


Betapa pintar dan sangat mudahnya, para netizen untuk melihat kesalahan orang lain, tanpa bisa menilai diri sendiri, cacatnya sendiri ,boroknya sendiri atau Aibnya sendiri yang bisa mereka perbaiki.


Percayalah anda,tidak ada orang bertobat hanya karena kalah debat, tapi akan ada banyak orang bertobat saat Tuhan ada dan melawat umat"Nya memberi kan hidayahnya, seorang yang lemah lembut berkotbah dengan cara sikap dan contoh hidup yang baik sehingga orang akan melihat kasih Allah ada pada diri kita dan membawa dampak radiasi kebaikan yang menular ke orang lain.


Tindakan kasih adalah Kotbah terdasat yang lebih banyak membawa dampak dari pada bayaknya Ayat atau kata-kata indah.


"Achhh...para netizen yang maha benar, percayalah tidak ada orang yang ingin masuk dalam kubangan dosa.


"Apa kalian tau,mereka sudah tersiksa dengan penyesalan mereka." siapa yang tau, kesedihannya telah melukai orang yang dekat dengan mereka karena kekilafan yang mereka lakukan.


Anda tidak tau bukan,"perasan yang harus di derita mereka oleh karena cercaan dan cemoohan para netizen yang maha benar.


Benarlah Naas.. yang tertulis di alkitab


dalam sebuah ayat di


Matius 7:1-5." jangan kamu menghakimi,


supaya kamu tidak dihakimi.karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur,akan diukurkan kepadamu.


Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?


Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu:


"Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu.


" Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."


Artinya keslahan orang lain begitu jelas di mata kita,keslahan kita yang ada di diri kita tidak kelihatan.,"ya... Netizan yang merasa benar dan maha benar."!


------------Bersambung--------


silahkan kritik,sarannya di commnet✍️✍️


Like πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘

__ADS_1


or Love🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Β 


__ADS_2