Cinta Pertama Tak Lekang Waktu

Cinta Pertama Tak Lekang Waktu
makanan pembuka durian basah.


__ADS_3

To. Anggara


Meniti jalan yang berliku....


aku pernah berfikir tentang


hidup yang penuh rintangan


mengapa kita harus berjumpa


bila tak tau akan kemana..."?


cinta telah menemukan jalan'nya


saat bertemu dalam mahligai kasih


aku dan kamu telah menjadi kita


bahagia menjelma layaknya surga


mencium bumi penuh cinta


aku bahagia bersama ku,kasih


menyatu dalam lautan Asmara.


by Renata.


Sepucuk kertas dengan secangkir kopi yang di taruh di meja kamar tempat Anggara berbaring...aroma black cafe membangunkannya.


Re... sudah memakai baju rapi sudah berdandan cantik dan sudah siap untuk melakukkan tugasnya.


Anggara memandanginya dengan tatapan kagum,dia bahkan tak bisa mengukapakan perasaannya itu.


Bawasanya , sekarang Angagra, dia makin cinta dengan Renata,sunggu dia seorang yang sangat penyanyang.


Renata juga seorang yang puitis dan romantis, tidak salah Anggara jatuh cinta kepadannaya.


Terkadang Tuhan, mempertemukan kita dengan seorang yang mempunyai hobby yang sama.


Sehingga dapat melakukan aktifitas itu bersama selain perbedaan pasti ada persama'an satu atau dua hal baik karakter kebiasaan ataupun hobby.


Anggara segera beranjak dari tempat tidurnya dan mandi dengan cepat, meminum kopinya.


sambil membaca puisi cinta dari Renata yang kini menjadi Rosalinda.


Anggara terseyum menikmati puisi dan kopinya.


Anggara segera saja pergi keluar kamar mencari istrinya, Entah dia tiba-tiba timbul perasaan ingin bercinta.


mencari Renata yang di temukan sedang berada di dapur membuat sarapan pagi buat dia, bau nasi goreng menyebar di dapur.


Anggara memeluk Renata dari belakang dan merapapatkan tubuhnya pada Renata," mengesek benda yang sudah menegang disana.


"Anggara apa yang kau lakukan aku sedang memasak, teriak Renata yang masih sibuk megaduk nasi goreng.

__ADS_1


"Sedang ingin bercinta Baby, plse.," Renggek Anggara dengan suara lirih lebih tepatnya mend*sah ke telinga Renata.


Membuat Renata merinding,dan mulai terangsang oleh gerakan Anggara yang mengesek dan meremas dua gunung kembarnya


Renata segera mematikan kompor karena,tanda itu sudah tak bisa terkontrol dengan baik.


Anggara suaminya ini,memang bukan seorang yang pemaksa dia sangat lemah lembut pada wanita,dan itulah yang membuat wanita sulit menolak padanya kalau dia mengiginkannya.


Renata berbalik menatap Anggara yang sudah di penuhi hasrat bercinta


Anggara mengkat tubuh Renata dan menaruhnya lembut ke atas meja makan.


Menarik semua baju yang melekat pada tubuh istri tercinta hingga polos.


Memandangi sejenak lalu Anggara menegelamkan kepalanya di tengah gunung kembar Renata yang mesar dan menantang itu.


meciumi puncaknya dengan sedikit rakus,mejilati benda mugil kecolatan di tengah nya.


Reneta megelincang pasrah dan menikmatinya dengan memejamkan matanya merasakan sentuhan lelaki yang sangat di cintai, di rindukannya.


Banyaknya luka yang dulu timbul atas nama cinta kini, terobati oleh setiap kemesraan dan kelembutan Anggara.


ke gersangan yang bertahun-tahun lamanya setelah pertobatannya dari dunia malam kini, tersirami oleh setiap kenikmatan yang di berikan Anggara.


kenikmatan yang telah di Halalkan dan terasa manis dari sebelumnya


punyatuan setelah di berkati dan disahkan baik secara Agama dan Negara itu,mebuat kenikmatan bertambah.


Ada damai ada sukacita dalam mengarungi samudra gelora cinta.


Anggara mulai menuruni bukit dan lembah punya Renata.


Es crem yang mulai mencair dari sana dan geliat manja Renata di meja membuat Anggara makin tambah On dan menegang.


Ada yang medesak keluar, minta jatah benda yang seperti tongkat sudah ingin menedang-nedang.


Anggara pun sudah mulai tak tahan melepaskan kungkungan celana dan melepaskan semua yang melekat pada tubuhnya.


"Ohh..Yes..," teriak Anggara memasuk senjatanya di belahan duren Renata yang sudah basah dari tadi.


"Achh...Anggara... uh.... Renata merancu menikmati hentak -hentakan Anggara pada belahan duren yang di terjang-terjang senjata Anggara.


Dari pergerakan yang lembut yang sesekali mengoyang-goyang ke dalam membuat Renata makin merem -melek.


Anggara senang dan menikmati nya wajah Renata yang mengigit ujung bibirnya dan sesekaki berbuyi,Uhh..


achh... Ga...


Namanya di sebut dengan manja membuat Anggara bangga, makin tambah berg*irah memacu senjata.


Anggara mukai menerjang cepat dan mel*mat kiri kanan puncak gunung kembar Renata membuat Re,takaruan menahan sesuatu yang mengalir sampai ke ubun -ubun nikmat panas dan," Uh... uhh Angga.. aku tak tahan ingin segera keluar Ga...achh...


"Sebentar baby... sedikit lagi ..Re...


Re...Achhh.... Anggra menerjangkan ke dalam semua senjatanya sampai ke dalam dan memutahkan lahar panas di sana.

__ADS_1


Hanggat dan berkedut di dalam goa Renata,kepuasan yang sangat di dambakannya,"! . ...achh....."!!


Anggara menarik tubuh Renata untuk berdiri,Anggara menc*mbui Renata kembali menyesapi leher jenjangnya lalu menarik senjata kepemilikannya dari goa Renata.


Anggara membalikan tubuh Renata dengan posisi tengkurap di atas meja.


Anggara mengunakan jari membelai daerah tersensitif dari wanita.


Lalu menyerangnya goa Renata dengan senjatanya dari belakang, sambil sesekali membelai, punggu Renata suara des*han dan beturan


antara bokong dan tubuh Anggara mengemba di ruangan itu.


mereka mendaki puncak kenikmatan bersama dan menikmati surga dunia.


Re di bawa Anggara ke langit tinkat tujuh seolah hanya ada kau dan aku.


Jeritan nikmat bergema dengan erangan Anggara saat pelepasan untuk yang kedua kalinya.


denyutan di gua dan senjata Anggara menyatu di dalam sebelum di tarik keluar oleh pemiliknyanya.


Anggara terseyum,melihat Renata yang terlihat lemas,melayaninya dua ronde.


Lalu Anggara membopong Renata ke kamarnya membawa ke kamar mandi dan mandi bersama setelah itu, Aggara menyelimuti Renata.


"Hai.. Anggara, apa..kamu tidak lapar, bagaiamna dengan nasi goreng ku "? tanya Renata.


"Aku yang akan meneruskannya, jawab Anggra membelai lembut Renata.


"bisa..."? tanya Renata.


"Hanya nasi goreng apa susahnya "! semua orang pasti bisa baby," kata Anggara menuduk mencium bibir Renata lembut.


Lalu Anggara memakai clemek masak meneruskan memasak nasi goreng yang tadi sudah mau selesai.


menaruhnya pada sebuah piring dan menuangkan jus jeruk ke dalam gelas


Anggara segera kembali ke kamar dan mengendong Renata ke luar kamar.


menurunkan nya ke kursi makan dan merekapun makan bersama dengan saling melempar senyumnya.


jiwa mereka seolah di tarik dua puluh taum yang lalu seolah masa muda sedang ada di antara mereka, seperti mereka sedang berkencan untuk pertama kalinya.


Pacaran setelah menikah itu nikmat rasanya, jatuh cinta pada pasangan hari demi hari itu sangat luar biasa.


Hari valintene seolah hadir setiap hari


menjaga hubungan tetap mesra sampai tua itu hal yang tidak mudah namun juga tidak sulit untuk kita menpraktelan nya.


------------Bersambung baby-------------


jangan lupa likeπŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘


comment✍️✍️✍️✍️✍️✍️✍️✍️✍️


and vote✌✌✌✌✌✌✌✌✌

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


--------------------------------


__ADS_2