
Pagi itu kami di kejutkan suara salah satu asisten rumah tangga kami ketika hendak membangunkan mama. beliau sudah tergeletak di lantai dan mama tidak sadarakan diri.
kak Teja langsung berlari ke kamar mama menghampirinya,dia menangis.
" Maama"! teriak kak Teja,dia menguncang tubuh mama. lalu dia mengendong mama turun dan membawa ke rumah sakit. akupun segera mengikuti dan duduk di belakang sambil memeluk mama.
Di perjalanan, aku telfon Andini untuk take over urusan kantor dan menejer baru kami, juga aku aku kasih tau untuk take over all rapat yang sudah di jadwalkan.
Mama segera masuk UGD dan segera di periksa . selang beberapa lama dokter kelur dari ruangan pemeriksaan. kata dokter mama kena seragan jantung dan darah tinggi naik dengan bersamanan membuat beliau tidam kuat menahan. sementara Mama belum sadarkan diri.
Kami memindahkan mama ke ruang VIP dan sehari"an kami menunggu mama. aku mencoba menenangkan kak Teja dari pagi kak Teja tidak makan, sementara sudah mulai malam.aku membujuk dia untuk makan.
"Kak" Ayo kita makan dulu,"kata ku.
tapi dia hanya melirik ,menoleh pun tidak.
"Kalau kamu lapar makan lah..!
"Tapi" kakak kan perlu makan juga.
"Aku tidak lapar dan tidak ingin makan.
"Ayolah kak,makan jaga kesehatan kakak ? bujuk ku lagi. tapi tiba-tiba, dia memegang pipiku dengan satu tanggannya dengan kuat dan terasa sakit.
"Aku sudah bilang kan"?aku tidak mau makan. dia mengatakan itu sambil melotot dan menhertakan giginya.
"Kak....... sakit " !!! teriak ku lirih , dia lalu melepaskan tanggannya dari pipi ku.
"Pergilah " makan jangan hiraukan aku, nanti bila aku merasa lapar,aku akan makan . " maafkan aku sayang, tadi lepas kendali. dia mengelus-elus pipiku dan mencium keningku.
"Pergilah. ! " katanya lembut.
"Aku melangkah keluar ,mencari makan di warung makan terdekat membawa kan roti dan kopi buat kak Teja. fikirku semoga dia mau walau sunguh aku tak percaya. akan sikapnya barusan. kenapa kadang dia begitu"? terkadang lembut kadang begitu kasar !! aku elus pipiku yang masih terasa sakit. semoga tidak lebam. aku kembali masuk ke rumah sakit dang keruangan Mama mertua.
Se'sampai di kamar mama Mama mertua sudah , sadarkan diri kaka Teja memegang tanggan mama, menciuminya sambil terus menangis.
Aku medekat di ranjang beliau, ketika mama melihat ku dan melambaikan tanggan nya pada ku.
"Yaa...mah "! ada yang mama inginkan katakan atau bicarlah mah,"septi disini mendegarkan. kataku setelah "sesampai di tepi ranjang dan menggegam jemarinya.
__ADS_1
"Teja bisakah kamu keluar sebentar"aku ingin bicara sama Septia,"kata Mama.
"Maah" kenapa? saya harus keluar .
"Bicara saja,Teja juga mau mendengarkan. saya ingin di samping mama.Waktu saya sakit,mama tak pernah meninggalkanku, bahkan aku tak sedikit pun mau lepas dari tanggan mama meski berhari-hari di rumah sakit. kalau pun terpaksa paling mama harus ke toilet sebentar . Mama.. ..aku sayang mama...,mama.. "kak Teja menangis tersedu-sedu.
"Yaa ya.. baiklah ! sela mama.
Lalu mama mengegam jemariku,dengan lembut. beliau mulai bicara dengan perlahan.
"Septia,"mama pesan apa pun yang terjadi, aku mohon jangan pernah tinggalkan Anak saya.dia itu seperti,durian keras di luar lembut di da... da...da. lam...."mama beehenti bicara.
"Tiiiiiit... tit.. tit....tit.. tit '!!!!! suara mesing, pendeteksi detak jantung mama berbunyi dan menunjukan garis Lurus.
" Maaaaa.. !!! Kak Teja berteriak histeris, menguncang -guncang tubuh mama.
"Dokter -dokter "!!!?
Teriakan kak Teja keras dan begitu pilu.
dan terus memencet emergency call. yang ada di dekat ranjang mama.tak butuh waktu lama dokter datang, memeriksa mama mereka mencoba mengunakan defibrilator.
Kak Teja terus mondar-mandir didepan ruangan. sedang di dalam para dokter berjuang menyelamatkan mama. Air mataku mengalir melihat keadaan mama yang terbaring lemah dan kak Teja Yang tampak lusuh"
"Ohhhh,Tuhan selamatkan Mama "! doaku.
Selang beberapa lama..". dokter keluar. kak Teja langsung berdiri.
"Bagaimana ibu saya dok.?"tanya kak teja,
Dokter mengela nafas panjang..!!!
Maafkan kami, Ibu anda tak bisa bertahan.
"Ma... ma maksud dokter "!!
Kak Teja terabata-bata bertanya dengan suara bergetar.
"Ibu.. anda tidak bisa"kami selamatkan !"
__ADS_1
kami turut berdukacita"!
Dokter dan suster memohon maaf sambil membukukan badan. dokter menepuk pundak kak Teja sabar dan iklaskan. dokter dan suster berlalu pergi. memberi ruang pada kami,kak Teja langsung berlari kedalam.
"Maa....mama bangun maa bangun."!!! kak Teja menangis terisak- isak."
"Kenapa mama tinggalkan aku. maa.... maaa... kita barus aja bertemu,aku baru saja merasakan kembali kasih sayang mama.."!!
"Maaa jangan pergi maa.."!! Aku... janji akan berusaha membuat cucu buat mama. bangun maa....bangun"!!! ku mohon ma" kak Teja, menguncang-guncang mama yang sudah tak bernyawa.
Aku mulai menagis terisak -isak melihat pemandangan ini, air mata yang berusaha aku tahan akhirnya tak bisa ku bendung lagi. maama."...Oh Tuhan" begitu cepat Engkau ,ambil mama. kami baru merasakan hangatnya sebuah keluarga. tapi secepat ini kami harus kehilangan itu semua.
Di sela isak tangisku aku telfon Ayah di kampung. supaya bisa "siap-siap bisa di jemput sopir ke rumah. juga menelefon pak karta. sopir pribadi kami untuk menjemput mereka di kampung.
Mama di bawa pulang ke Rumah dengan Ambulance. kami menghubungi beberapa teman dekat dan keluarga.
" Kak apa kakak akan menelfon Papa di Malaysia. mengabarkan mama tiada, tanya ku pada Kak Teja sementara, dia hanya melirik tanpa berkata apa-apa"?
Sampai di rumah semua asiten keluar dan menangis menunggui... jasad Mama.betapa kami kehilangan seorang yAng pengertian dan baik hati meyayangi "kami dengan apa adanya.
Andini pun juga sudah aku kabari dan
langsung datang, ibu dan ayah pun datang walau sudah terlalau larut malam. saya meminta beliau tidur supaya besok saat pemakaman ,tidak kecapekan saat, mengikuti acara pemakaman karena habis perjalanana jauh .
Pagi tlah tiba , mama telah di makamkan karangan bunga turut berdukacita berjejer dimana-mana. banyak kariawan pabrik yang datang megucapkan bela sungkawa. sungguh mereka pun merasa telah kehilangan dengan sosok pemimpin yang mengayomi dan baik hati.
"Mama...ma,. "!!!!
Aku menagis tersedu -sedu di pemakaman itu, kak Teja hanya diam beku, kabut itu " kembali menutupi matanya wajahnya dingin tanpa expresi tidak seperti kemarin yang menagis seperti anak kecil. di muka umum dia terlihat kuat dan tabah. bahkan tak menitikan air matanya.
Ke inginan mama juga belum terwujut pengen gendong cucu.
"Aachh.. ... "!!!! maafkan aku maah.. Tuhan pun belum mengabulkan permohonan kita. aku punya anak"memberi cucu Mama.
aku mendekati kak Teja yang masih di samping pemakaman , masih berjongkok
di sana meski para tamu sudah pada pulang.
"Ayo kak..! kata ku memegang pundaknya. dia berdiri juga akhirnya kami pulang kerumah. ibu dan ayah tinggal bebrapa minggu menemani kami. dan di antar pulang pak karta pada minggu sore.
__ADS_1
Bersambung.