
Pagi hari aku di sibukan dengan membuat riasan agak tebal untuk menutupi muka ku yang sedikit biru sememangnya tak terlalu memar karena semalam telah di kompres.
Dan hari ini aku pun sengaja memakai
baju lengan panjang menutupi bahuku .
yang semalam terekena kuku Kak Teja .
karena dia terlalu kuat mencengkram ku.
Memakai lipstik yang agak terang di bibir menutupi sudut bibir yang berdarah dan biru, sedikit disana. Mama mertua sempat menayakan soal dandan ku yang agak tebal. di meja makan waktu sarapan pagi ini.
"Hai..selamat pagi Septia hari ini kamu kelihatan beda"? tanya mama sambil memandangiku.
Kak Teja menatapku dia memejamkan mata dan mengeleng sedikit seperti memberi isarat larang jangan bilang kejadian semalam.
iya "mah, saya mau turun kelapangan dan mengunjungi beberapa butik kita
sekalian promosi baju-juga gaun yang kita produksi ,juga menghadiri fashion Show yang akan di selenggarakan hari ini di Hotel Ternama di kota ini" !
Di sana nanti pastilah adalah beberapa wartawan jadi dandan agak di lebih cetar
supaya tidak bikin malu Mama dan suami
Septia'kan seorang istri dari seorang direktur perusahaan masak dandan ala kadarnya di muka publik"? jawab ku panjang lebar menutupi kegugupan.
"Huhhh..." untung aku ingat semua daftar
jadwal ku hari ini. (gumam ku dalam hati)
Seperti biasa pagi aku berangkat kekantor dengan Kak Teja.cuma bedanya aku bawa mobil sendiri karena harus mengunjungi beberapa butik dan mengahadiri fashion Show.
Hari ini sikap nya kembali manis dan romantis membuka pintu mobil untuk ku baru dia pergi dengan mobilnya.pagi itu aku hanya sebentar di kantor lalu berpamitan dengan kak Teja. sesuai jadwal mau mengunjungi beberapa butik dan langsung ke fashion Show di hotel.
Di perjalanan aku merasa seperti di buntuti seseorang tapi. aku berfikir mungkin hanya perasaanku saja lagian aku tidak punya musuh atau pun masalah.
Selesai mengunjungi beberapa butik aku mengarahkan mobil ku menuju hotel dimana fashion Show di adakan. aku bertemu lagi dangan Anton disana. teryata dia masih ada di kota ini.
"Hai... Anton sapa ku," setelah mendekat
dari tempat dia berdiri tapi dia agak terkejut melihat dandanan ku yang tak seperti bisanya, karena dia tau aku ini males dandan apalagi memakai make-up tebal . dia mendekat tapi tak menyalami ku dan hanya tersenyum , mengangguk sedikit sebagai tanda hormat , seperti dia melihat sesuati di belakang ku atau masakan dia tau ?" ada sedikit biru di wajah ku. "Tuhan aku harap dia tidak tau!
"Achhh" aku mencoba menepisnya dengan memejam mata dan sedikit mengeleng kepala mengeyahkan prasangka burukku yang hadir di fikiran.
__ADS_1
Kami bicara dengan jarak yang lumayan jauh .mungkin dia melakukan itu sebab menghormati aku sebagi istri kak Teja mantan bos nya dulu.
Atau menghargai aku sebagai seorang wanita yang sudah menikah. yang harus
jaga jarak mengingat dia belum menikah
dan kita dulu pernah akrab dan banyak orang mengangap kita pernAh pacaran. entahlah"!
Acara itu lumayan lama sampai sore aku kemudian menelfon kak Teja dan ber tanya kepadanya . apakah langsung pulang ? atau aku harus kekantor dulu.
Dan dia memintaku langsung pulang jadi
aku pun langsung saja menuju rumah.
di mobil baru aku ingat kartu nama Anton
lalu aku meminggirkan mobilku berhenti sejenak dan melihat kartu namannya memasukan dalam contak ku.
Aku menelfon Anton sebentar menayakan
sikapnya kenapa begitu kepada ku terlihat formal bahkan seperti sengaja jaga jarak di antara kami.
Lalu dia bilang suatu hari nanti dia akan menjelaskannya. dia bilang tadi ada orang mengawasi dan dia meminta nomernya contaknya di tulis nama lain dalam Hp saya.
"Aneh sekali sebenarnya ada apa"? dengan dia dan siapa yang mengawasi kami tadi di hotel.
Aku menelfon Ayah dan ibu menayakan kabar mereka. mengungkapkan rasa kangen pengen bertemu mereka meminta kami datang ke rumah.
Beberapa hari Lagi bu janji pulang ke kampung aku akan tanya kak Teja kapan bisa mengunjungi.
Selesai telfon aku kembali mejalankan mobilku menuju rumah. seperti biasa aku sampai dirumah aku langsung mandi dan berganti baju.
Mengobrol bersama mama sebentar
sambil menunggu jam makan malam
dan kak Teja. entah mengapa jam segini suami ku itu belum pulang padahal sudah jam 7.30.
Deringan handphone mama membuat kami menghentikan percakapan kami. kak Teja bilang tidak usah menunggunya
untuk makan malam bersama dia akan makan di luar dan meminta kami makan dulu karena dia akan pulang malam.
Setelah kami makan kami naik ke atas karena kamar mama dan kamar ku ada di Lantai atas dan beberapa kamar tamu.
__ADS_1
Mama bilang tidak usah menunggu kak Teja setelah gosok gigi aku pun tidur badan ku terasa capek kesana kemari hari ini.
Aku terbangun saat Kak Teja tidur di samping ku. lalu aku lirik jam di meja kecil di samping meja telah pun menunjukan 12 malam baru pulang. dia langsung saja tidur aku pun kembali tidur.
Pagi ini dia diam saja kembali acuh tak acuh pada ku. di depan mama saja dia sedikit memberi perhatiannya pada ku.
Dia meminta ku membawa mobil sendiri
ke kantor katanya kak Teja akan banyak lembur. mengurusi proyek-proyek barunya dia sedang terjun di dunia property mengikuti jejak ayahnya.
Dia juga sedang mendirikan kantor baru.
dia memang seorang yang Perfectionist sehingga dia akan mengawasi sendiri .
proyek atau gagas dan ide dia dengan details teliti.
Tapi entah mengapa berhari-hari dia terus saja mengacuhkan ku dan begitu dingin padaku apakah perasaan ku saja. ataukah"? memang karena dia kecapai"an sudah hampir sebulan ini.kak Teja tak pernah memeluk ku atau pun mencium ku sesungguhnya aku merasa kangen pelukannya, cumbuannya, belaiannya .
Biasanya dia tak pernah tahan jika jauh dari ku. dulu dia selu memelukku saat tidur. bahkan aku sering kali kuwalahan melayani nafsunya panas asmaranya. tapi sekarang, bahkan ketika aku habis mandi dan pura-pura menjatuhkan handuk ku.
Ketika dia melihatku telanjang bulat pun !
dia .. dia.. dia...hanya melirik saja dan tetap melanjutkan membaca beberapa fail yang di bawanya dari kantornya.
Jiwaku bergelora hasrat ku tak tertahan tapi aku malu untuk memintanya. aku begitu gelisah menahannya menahan gelora nafsu yang tak terpenuhi. tapi dia, sepertinya dia tak perduli , masakan dia tidak tau kalau aku mengiginkannya.
"Uuhhh..."! degusku kasar,menjatuhkan diri di kasur empuk ku.duduk bersandar di kepala ranjang, aku mencoba membaca novel ku yang lama terbengkalai meski tidak begitu konsen sampai tertidur lelap.
Dan seperti hari -hari kemarin dia terus saja mengacuhkan ku ,wajahnya kembali dingin. tak ada kehangatan disana tak ada canda tawanya atau manjanya dan romantisnya entah di buang kemana"!?"
---------Bersambung ---------
Bersambung Baby..."!! Tunggu episode berikutnya sedikit hot di bawah umur di karang baca stop aja sampai disini
💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋
love 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
like 👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
vote ✌✌✌✌✌✌✌✌✌✌✌✌✌
----------
__ADS_1