Cinta Pertama Tak Lekang Waktu

Cinta Pertama Tak Lekang Waktu
Apa yang harus aku lakukan


__ADS_3

Setelah Lia selesai mandi dan cake yang ku pesan sudah sampai di kamar. aku pun segera memgajak mereka ke kamar sebelah. aku buka pintunya.


" Suplesss...!" telamat ulang tahun papa !!!


Satria berteriak dan berlari menghambur


ke pelukan kak Teja.


Air mataku menetes tanpa permisi, Lia yang di samping ku hanya melirik dan saat ketika aku menoleh dia menunduk, dia tidak tau." aku menangis karena apa, bahagia , haru , sedih atau pilu. sebagian orang memang punya kebiasan, saat mereka bahagia pun menangis, sedih pun menangis ,terharu pun menangis " ??"


Bagaimana aku bisa memaafkannya,aku telah melihat perselingkuhannya dengan mata kepala ku, berhubungan intim di depan mata. tapi bagaimana dengan Satria. betapa bahagianya dia bersama papanya. haruskah"? aku memisahkan mereka hanya demi ego dan sakit hati ku.


apakah kak Teja akan lebih bahagia bila


dengan perempuan itu."?" kak Teja sedang memeluk satria dan menatap ku. dia mengisartakan pada ku untuk datang mendekat. aku" membawa Birthday cake,


dengan gemetar.


Aku mencoba tetap tenang menahan gemuruh dan getaran di tanggan ku menahan rasa sakit yang semalam, seperti dejavu, aku megatupkan rahang ku kuat , mencoba untuk tetap tegar berjalan ke arahnya. bayangan semalam kembali membayang di ranjang itu ,suara desahan dan erangan itu.


"oh...Tuhan kuat kan aku demi senyum Satria. aku celaru galau, gemuruhnya

__ADS_1


laksana , ombak berdesiran di tepi pantai.


Mendekat ke ranjang jantung ku makin tak karuan seperti video adegan biru yang di putar ulang.


" Oohhh.. "! Tuhan hati ku perih seperti


beribu-ribu silet yang menyayat hati ku.


tubuh ku agak oleng.


Lia yang dari tadi mengekor di belakang ku segera menangkap ku.


" Terimaksih Lia " kata ku pada nya.


Satria menyayikan lagu happy birthday dengan suara celatnya , aku tersenyum dengan kelucuannya .


" Tiup lilin'nya." tiup lilinnya." ayo pah tiup lilinya." kata satria ke girangan.


kak Teja memejamkan mata nya.entah apa yang dia minta sebelum meniup lilinya. aku mencoba untuk tersenyum saat Satria mengaja foto bersama. di kamar ini ."


" Tuhan ini akan menjadi memory yang paling terburuk, yang di abadikan di sebuah foto. luka itu akan terus mengalir, tanpa orang lain tau dan setiap taun.setiap ulang tahun kak Teja dan melihat foto ini.

__ADS_1


Aku pejamkan mata ku rasanya gelap dan suram hari yang akan aku lalui ,menghela nafas panjang dan mengembuskannya kasar seolah ingin ku buang semua rasa dan rasa sesak di dalam dada yang diam tak mau pergi. aku berharap ini hanya mimpi batin ku mejerit keras tapi lidah ku kelu.


Setelah potong cake nya dan makan , aku meminta untuk keluar kamar cari udara segar. sekaligus cari sarapan meminum secangkir kopi manis. kami keluar dan pergi di restaurant yang dekat hotel.


Setelah kami makan bersama lalu kami jalan-jalan bersama di mall .Satria gajak main dengan ayahnya. entah berapa banyak permainan yang telah mereka coba.aku hanya menatapnya dari jauh. Lia yang mengikuti Satria kemana mereka pergi main.


Kami menghabiskan hari hanya main dan jalan -jalan. mencoba beberapa restaurant dan menikmati makannya. setelah agak sore dan capek kami kembali ke Hotel .


Saya meminta Lia dan Satria untuk tetap di kamar dan aku pindah kamar depan mereka.


Karena..ada yang harus aku bicarakan dengan kak Teja." masalah perempuan itu.


Pertama Satria menolak tapi aku terus membujuknya dengan janji. menemani dia tidur dan aku bilang hanya di depan kamar , kamu buka pintu bisa lihat mama dan papa hanya sebentar sayang mama.


ada perlu sama papa kataku membujuk Satria dan mengusap pipinya yang caby memang dia sedikit gemuk.


Saya meminta kamar yang ada di depan kamar ku yang pertama datang kebetulan kosong. barang-barang kak Teja pun telah


di pindah di kamar depan.


Setelah Satria tidur ,saya keluar kamar dan saya juga sudah meminta pelayan yang tidur bersama kak Teja. juga ayah mertua ketemu di kamar depan.

__ADS_1


---------Bersambung-------


__ADS_2