Cinta Pertama Tak Lekang Waktu

Cinta Pertama Tak Lekang Waktu
Bagai di sambar Petir.


__ADS_3

Papa mertua mengantar kami ke bandara


dan meminta ku untuk bersabar serta


memaafkan Kak Teja.


"Cukuplah perceraian itu sampai di papa jangan menjadikan kutuk keturunan. karena dari keluarga besar Aminoto ada beberapa yang seperti itu.


Jadi aku harus mematahkan itu semua.


supaya tidak ada lagi kutuk perceraian


di rumah tangga anak dan cucu kami nanti.


Setelah sampai di indonesia istirahat beberapa hari. saya meminta kak Teja untuk mengijinkan kami pulang kampung


aku ingin menenangkan diri di sana dan mengajak Satria ketemu nenek dan kakeknya.


Kak Teja memilih ikut pulang meski aku bilang aku tak akan meninggalkannya


aku hanya menenangkan diri. dia takut aku tak pernah pulang lagi ,padahal sudah berulang kali aku katakan bahwa aku memaafkannya.


Ayah dan ibu bahagia saat aku kabari


akan pulang kampung. hari  berikutnya kami telah sampai ke kampung. Lia, aku ajak juga untuk menjaga Satria yang super aktif .


Takut kakek dab neneknya kuwalahan menjaganya. jadi bisa bergatian dan Lia pun bisa merasakan indahnya desa kami yang masih asri dan sungai yang jernih.


menikmati indahnya desa nuanda hijaunya dedaunan meyejukan kalbu.


Kadang aku dan kak Teja berjalan berdua saja. meninggalkan Satria bermain dengan kakek neneknya, sedang aku dan Kak Teja berjalan menyusuri kampun, kembali di tempat kami sering bermain bersama.

__ADS_1


Rasa cinta terpendam dulu,yang pertama  hadir kini pun terasa segar kembali.


Apalagi aku sampai di mana tempat saat aku di kejar anjing liar dan tempat di mana kak Teja. melawan Anjing itu sampai pingsan.


Aku memeluknya dari belakang"


"Di tempat ini,kakak pernah selamatkan aku dengan luka di mana-mana.


Aku menangis di belakang punggungnya.


antara terharu dan sedih.


"Apakah kamu masih mencintai ku kak..?


Lalu dia membalikan badannya ke padaku


"Apakah kamu meragukanku sekarang"?" tanyanya sambil memegang pipiku, mengusap air mata ku.


beri aku kesempatan aku buktikan beri aku kesempatan ,menebus kesalahan ku." katanya meyakinkan ku.


Bagiamanpun aku teringat semua tentang kebaikannya pada ku .kenapa setitik noda itu akan membuat aku melupakan semua kebaiakannya .


Bertahun-tahun dia setia bertahun-tahun dia menjaga ku ,memberi kebahgian pada ku namun hanya ke kilafannya ,semoga itu memang ke kilafan bukan niat hatinya, dia menduakan ku.


Masakan kertas putih itu menjadikanya tak berguna hanya dengan setitik noda hitam, ini tentu tergantung bagaimana memandangnya.


Hanya setitik noda ya setitik noda, aku memeluknya dia pun membalas pelukan ku dengan erat nya.


Setelah hampir seminggu kami akhirnya berpamitan. tak terasa kejadian itu sudah menginjak dua bulan dan hari ini aku di kejutkan dengan telfon nomer dari luar kode nomer Malaysia.


"Siapa"? "aku mengerutkan kening ku, namun aku tetap mengakatnya.

__ADS_1


" Hallo dengan siapa?


Terdengar suara isak tangis seorang wanita di sebarang sana ,saya menunggu dia bicara. wanita itu namanya Sabila, dia mengaku dia adalah wanita yang tidur  dengan suami ku di kamar hotel itu dan dia bilang dia hamil seperti petir di siang hari tubuh ku bergetar hebat medegarnya air mataku luruh ke pipi.


Dia akan menggugurkan kandunggannya karena dia belum punya  suami dan tidak mungkin untuk melahirkan anak itu. dia bertanya padaku "


" Haruskah aku gugurkan kandugan ini,


ataukah nyonya merawat nya, bagaimana pun ini anak suami nyonya, darah daging suami nyonya.


"Apa benar itu anak dari suami ku"?" bukankah kamu wanita yang bisa tidur dengan seorang pria yang baru kamu kenal.


Dan wanita itu menjawab ku dengan ketus


"Baiklah, kalau begitu aku gugurkan anak ini kenapa harus meminta izin nyonya.


" Tutunggu kata ku...  ???


---------Bersambung---------


tunggu ya pembaca biarkan aku berfikir gimana baiknya alur cerita ini, semanagat baca ya pembaca"! thanks you buat....


like 👍👍👍👍👍👍👍


comment ✍️✍️✍️✍️✍️✍️


and vote ✌✌✌✌✌✌✌✌


peluk  tium  unch 💋💋💋💋💋💋


-------------------------------

__ADS_1


 


__ADS_2