
Hans menuju kamar papa nya dengan membawa tas trevel kecil berisi baju ganti dan barang pribadi lainya.
"Thok-Thokk...."!! Pah... boleh saya masuk ,Hans" yah.
"Ya... masuklah nak "!!
Hans lalu duduk di sofa kamar ,menaruh tas nya di bawah.
Tuan Anggara melirik tas anaknya itu "!
"Mau..kemana" ? kenapa membawa tas"?
"Baru saya mau izin,Papa... Hans mau keluar Pa... nginep di rumah teman.."?
"Di rumah teman "? kamu baru satu hari
berada di Indonesia ," sudah punya teman dan berani nginap..."? yakin teman kamu orang baik-baik , Hans "!!
"Teman baik pah..."?? jawab Hans yakin.
"Jangan sembrono,kamu itu anak Papa satu-satunya,kamu tau ibu kamu mandul dan tidak bisa memberikan keturunan. kamu pewaris papa, satu-satunya.
"Taulah pah,..Hans bisa jaga diri,"!
"apa "? Papa lupa Hans itu sering juara
setiap ikut turnamen bela diri."! kata Hans berusaha menyakinkan ,Papanya.
"Hans,"padahal besok, papa ingin mengenalkan kamu, dengan anak gadisnya tuan Darmawangsa , sahabat papa dulu. waktu kuliah dan sempat jadi patner bisnis papa.
"Tuan Darmawangsa...."?? Hans agak terkejut mendegar nya.
"Kenapa muka kamu ,kelihatan terkejut"?
tanya ,tuan Anggara, sedikit aneh melihat perubahan anaknya, bukankah dia juga sering bertemu dengan Darmawangsa saat di Malaysia.
"Ohh..".GOD. "!!! Damn it "! desah Hans.
"Dunia memang terlalu sempit mungkin, jangan-jangan papa mau menjodohkan saya dengan anak gadisnya itu"! kata Hans antara terkejut tapi juga senang, sebenarnya dia, suka sama Risty saat pertama bertemu,dia merasa tertantang setiap bertemu dengan gadis jutek dan berani menolaknya, bukan cewek gampangan.
" Bagiamana kamu tau , Hans papa akan menjodohkan mu"??
"Uhh...papa... "apa papa fikir , anak anda tidak laku dan kurang tampan sehingga harus di jodoh-jodohkan "???
"Hallo papa.. sekarang abad 21 .. bukan zaman batu,bukan juga , zaman Siti Nurabaya, yang harus di jodohkan orang tua."Hans pura-pura menolak demi jaga gengsinya.
"Apakah itu bentuk penolakan mu Hans"? tanya papa Anggara tegas."!
__ADS_1
"Kalau menolak," apakah di sebut anak durhaka pah "?? Hans balik bertanya.
"Tidak... tapi...kamu tau papa hanya ingin yang terbaik bagi mu."?? jawab papa Angga memberi pegertian.
" Baiklah kapan-kapan kita bahas pah"! sekarang Hans mau pamit pergi dan jangan kawatir teman Hans seorang perempuan . singa betina"! thing Hans mengedipkan matanya sebelah ke aeah Papanya.
" HANS.. "! tuan Anggara , melempar anaknya dengan boilpont yang ada di meja samping tempat tidurnya.
Anak kurang ajar, berani sekali main mata, Awas"! jangan buat kesalahan yang sama Papa tidak mau,megurusi kalau kamu buat bunting anak orang lagi,"camkan itu"!
"Tenang" paah... kalau bunting kita kawin" teriak Hans,"sambil berlari ke arah pintu, menutupnya cepat, sebelum Papanya melemparkan sendal ke arahnya.
" Dasar anak kurang ajar""!! umpat tuan Anggara. namun dia tersenyum melihat kelakuannya,dia merasa kembali muda karena mengigat kenakalanya sama dengan anaknya.
"Buah jatuh tak jauh dari pohonnya , ada benarnya juga pepatah itu.tuan Algazali pun mengeleng-geleng kepalanya.
Sementara Hans sudah,keluar hotel saat melihat tidak ada Risty dan nyonya Septia menunggunya di loby.
Baru saja keluar nampak Risty membuka pintu buat, nyonya Septia.
Hans berlari kecil menghampiri mobil itu.
"Nyonya tidak usah keluar, saya saja yang masuk kita langsung tancap gas,pulang.
Hans, meyenggol Risty dengan tas trevel yang ada di tangganya.
"Dasar lelaki cabul ," grutu Risty sambil memasang sabuk pengamanya.
"Nona saya mendegar grutuan anda, jangan terlalu memuji berlebihan begitu saya jadi sungkan,kata Hans masih menabur senyum manisnya.
"Sudah cabul tak tau malu"!! Risty sengaja bicara keras.
Hans hanya tertawa terbahak-bahak membuat Risty geram mecengram,setri mobilnya.
"Pasang sabuk pengaman mu,"tuan Hans
jangan engkau,terlempar keluar dari mobil ini.
"Nanti saya susah cari penganti mu,sindir Risty jengkel karena terus di goda Hans.
Hans tertawa lagi, namun nurut perintah Risty memasang sabuk pengamanya.
" Saya ,sudah siap sayang ku, bawahlah aku pergi kemana kau mau. kata Hans tanpa malu-malu lagi, pikirnya toh Risty dan nyonya Septia sudah tau masa lalunya.
"Yang terkenal sebagai hidung belang , pemuda yang pandai mengombal, buaya darat ,entah apa lagi julukan yang di dapatnya, meski Hans beberapa tahun mencoba bersikap sopan dan berbuat baik. tapi kenyatanya," image itu telah melekat padanya.
Risty segera tancap gas melajukan mobilnya, setalah mendegar ucapan Hans yang sudah mulai ngelantur, ingin rasanya mencekik lelaki yang duduk jok di belakangnya itu. dan mencincangnya jadi dua belas bagian lalu membawanya ke kebun binatang untuk memberi makan buaya di sana,biar buaya darat melestarikan generasinya. Risty tersenyum devil.
__ADS_1
"Kamu kenapa tersenyum begitu,Ris..."?
tanya,nyonya Septia yang sedari tadi memperhatikanya.
"O... saya lagi membayangkan andai buya darat di potong dua belas bagian, lalu dagingnya di berikan pada buaya di kebun binatang mungkin akan membuat buaya yang ada di kebun binatang itu panjang umur ya nyonya"?? kata Risty dengan suara keras sengaja menyindir Hans.
Hans pura-pura tak megerti dan asik main game membuat Risty makin jengkel sendiri.
"Sampai juga di rumah tuan Teja, Risty segera membuak pintu buat nyonya Septia,setelah itu langsung masuk kamar.
Hans di persilahkan nyonya Septia tinggal di kamar sebelahnya Risty, kamar tamu yang cukup luas di lantai bawah.
"Tuan Hans ," anda bisa tinggal di kamar ini, nanti kita makan bersama di rumah saja. bersama suami saya ,tuan Teja .
"Beliau, sudah saya beri tau masalahnya sudah mendapat izin.,"silahkan,istirahat dulu angap rumah sendiri .
Hans menganguk hormat, lalu masuk ke kamar merebahkan dirinya.
Sementra di kamar Risty segera mandi dan merebahkan diri ke ranjangnya.
"Thing...."!! suara notifikasi handphone nya.
"Nona Risty ,besok saya harus pangil anda apa."? saat bertemu dengan calon mertua saya, yaitu orang tua anda.
"my baby, yank, honey ... atau sayang "tulisan di layar Handphone Risty memakasanya melotot,meski sudah ngatuk berat
"Pasti nyonya Septia memberi nomerku pada lelaki cabul itu, atau dia yang memintanya pada, nyonya grutu Risty kesal.
"TERSERAH.."! balas Risty.
Risty segera memberi nama ,tuan Cabul "!pada kontak nama Hans,dan tersenyum puas.
Dia tertidur lelap,setelah, dia mebalas dan menulis nama Hans, matanya juga terasa pedas, karena mengantuk gara-gara tidak bisa tidur tenang memikirkan nasibnya yang hendak di jadohkan lagi oleh ayahnya.
Entah dengan lelaki yang mana lagi dia pun tidak tau,kalau harus menikah dan menerima takdirnya sebagai wanita yang harus menikah dan melahirkan anak. setidaknya biarkan dia melahirkan anak dari seorang lelaki yang di cintainya .
Risty sudah menyadari akan hal ini tapi dia belum menemukan pasangan yang dia rasa cocok , lelaki yang mengetarkan hatinya.
-------------Bersambung baby-------------
jangan lupa likeππππππ
commentβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈ
and voteβββββββββββ
dukung dengan bunga πΉπΉπΉπΉπΉπΉ
__ADS_1
Β