
Mereka berangkat agak pagi,supaya siang sudah bisa pulang. tapi Sabilla terus saja mengulur waktu sampai sore , dengan alas main sebentar di pantailah dan terakhir minta menunggu lihat matahari terbenam di pinggir pantai,sehingga tidak kami bisa mengambil hasil test DNA nya.
Dokter Amanda bersedia mengirimkannya ke rumah tapi,Aku menolaknya takut kalau sabila tau atau orang lain tau.
'Akhirnya" !!! aku menarik nafas lega.
Matahari tengelam Sabilla mengajak pulang. lelah menuruti kemauanya tadi siang dia minta Es kelapa muda , minta siomay ke abang-abang keliling yang jauh,terakhir makan di restaurant yang di lihatnya di internet kemarin.
"Dia,sudah layaknya Tuan Putri dan kami jadi orang suruhannya,Septia mengerutu dalam hati. kalau tidak ingat ada Baby kak Teja di perutnya rasanya sudah aku tinggal sendiri di tepi pantai ini.
Septia semakin di buat nya jengkel dengan ulah Sabilla yang minta mobilnya jalan pelan-pelan, "supaya tenang dia pengen tidur capek katanya seharian main di pantai.
Sampai dirumah sudah jam 9 malam,"
Satria sudah tidur di temani kak Teja di kamarnya, aku sendiri langsung pergi mandi baru, masuk ke kamar Satria megecup keningnya pelan supaya tidak membangukan nya.
Dan aku mengoyang pelan tubuh kak Teja supaya bangun dan pindah kamar.
Kak Teja,mengikuti aku kekamar kami yang letaknya tak jauh dari kamar Satria terus berbaring melanjutkan tidurnya.
Seperti biasa pagi yang cerah seisi tumah sudah dengan kesibukan masing-masing.
Akupun telah menyiapkan baju buat kak Teja ke kantornya sarapan bareng dan mengantarnya keluar rumah seperti bisa dia akan megecup kening ku dan juga Satria.
Siang rencana kami akan ke dokter Amanda dokter kandungan itu , untuk mengambil hasil Tes DNAnya, kami sudah mengadakan temu janji jam 1 siang ini,
sekaliaan makan di luar beli es cream buat Satria.
Setelah mengantar Kak Teja saya lalu naik
kekamar atas bermain dengan Satria, Lia baby sister kami Minta libur pada hari ini.
__ADS_1
Satria jam 9 sudah ngantuk," gak biasanya dia tidur pagi, biasanya jam 2 habis makan siang tapi.. ya sudah aku tidurkan saja, lalu aku kembali ke kamar ku karena mau melanjutkan mengecek pembukaan butik kami.
Sepuluh menit kemudian Hp ku bergetar " aku agak binggung , kenapa juga Sabilla telfon aku, biasa juga datang ke kamar atau nunggu aku turun kalau ada perlu, aku angakat karena penasaran.
"Hallo ,Sabila ada apa.."?tanya ku
" Nyonya naiklah ke atap gedung rumah,
bila ,"ingin satria selamat"kata Sabila.
" Apa...??aku agak kaget ." ada apa dengan dia "?? tadi dia tidur di kamar."kata ku tak percaya.
" Naik saja." sekarang aku tak punya waktu banyak " Sabila mulai berteriak !"
Tanpa fikir panjang saya pun mematikan telfon dan berlari ke atas.
Nampak,Satria sudah di ikat dan mulutnya di lakban oleh Sabilla dan dia membawa pisau tajam.
"Sabilla... apa yang kamu lakukan ? teriak ku panik sekali.
aku sedang menyandra anak kamu," kata Sabilla sambil memainkan pisaunya ke leher anak ku Satria.
" Sabila, apa kamu sudah gila"? lepaskan Satria,kamu lihat dia sanggat ketakutan, Aku mohon, Sabilla ,jangan main -main jangam bercanda, "kata ku gugup dan gemetar.
"Aku... tidak main-main aku serius "! nyonya mau melihat darah mengair dari sini, Sabilla menekan pisau ke tubuh anak ku.
" Jangan-jangan aku percaya kamu, " kata ku gemetaran.
"Kenapa kamu menghalangi aku, untuk dapat menjadi istri Kak Teja.
"Kenapa....."?! teriaknya.
__ADS_1
Suara Sabilla berubah sedih dan mulai meneteskan air matanya.
"Apa..makusud mu"?? tanya ku gemetar sambil, terus mengawasi tanggan Sabilla yang memegangi pisau dan Satria yang terus menangis meski tanpa suara karena di lakban mulutnya oleh Sabilla.
Dengan pura-pura mengangkat tanggan" tanda meyerah tanggan kanan ku yang masih memegang Hp aku mencoba menelfon dengan video call kak Teja, dengan mengarahkan camera belakang sehingga kak Teja melihat Satria dan Sabilla.
Saya telah pun menekan tombol volume suara minimalis, sehingga tidak terdengar Sabilla, lagian jarak kami terlalu jauh antara aku dan Sabila.
Kak Teja terlihat panik sekali.,saat VC tersambung, aku fokus ke depan sesekali melirik kak Teja , ku rasa sedang berlari yang terlihat dari gerakan video yang bergoyang keras ,kemudian mematikan sambung telefon.
Saya mencoba mengulur waktu dengan mrgalihkan perhatian dan berbicara dengan Sabila."
"Sabila Lalu apa yang harus Aku lakukan"?
saya tak tau kalau kamu,menginginkan,
pernikahan dengan Kak Teja ,"kata ku lembut.
"Kalau dia mau, aku iklas melepasnya untuk mu, asal jangan apa-apakan Satria apakah kamu tau Sabilla,.? Aku berjalan selangkah ke depan.
"Jangan mendekat ! "Teriak sabila Garang.
sambil megacungkan pisaunya ke arah ku.
-------Bersambung---------
Like πππππ
commmentβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈπβοΈ
vote..ββββββββββββ
__ADS_1
Love πππππππππππππ
------------------