
Semua ototnya menegang dan rintihan Risty seperti rengekan untuk terus di belai. mungkin itu hanya pikiran yang timbul dari kemesumnya saja.
Namun Hans, benar-benar seperti anak kecil yang menemukan mainanya yang baru dan tak ingin melepaskan ," apalagi . meninggalkannya begitu saja,setiap dia menarik wajah dan bibirnya dari tubuh Risty, bibir itu akan kembali menempel pada nya. magnet wanita ini begitu kuat. guman Hans yang terus menjilati dan bergerilya di tubuh wanita yang ada di dedepan'nya.
Risty.,menerima rangsangan itu dengan terus ,mendesah mecengkram kuat bahu Hans sehingga kuku-kukunya menacap di sana.
Risty seperti kerasukam mencumbu Hans dengan ganas,bibir Hans sepertinya jadi korban di lahap habis oleh bibirnya dan di gigitnya karena gemas oleh rangsangan yang begitu megelegar dan megila di tubuhnya.
Hans mencoba mengimbangi, dia kembali melirik, obat yang ada di meja, "Astaga.. ini perempuan"GILA.."!! itu bukan obat tidur, "itu obat perangsang. benar-benar salah minum obat perempuan ini.
Hans ," membopong Risty ke ranjangnya.
meski hasratnya mengebu,dia tak ingin menodai Risty. dia ingin wanita itu,yang akan menyerahkan dirinya secara resmi dan sah.Dia mencoba terus menahan diri untuk tak membalas ,serangan liar Risty.
Hans, mengikat satu tanggan Risty di ranjang tubuh Risty terus meliuk-liuk dengan tangan yang satunya mengelus, meremas badanya sendiri.megelincang di ranjang.
Hans mencoba bertahan dari godaan untuk tidak menerjang dan menidih wanita yang ada di hadapannya.
Yang nyata-nyata membutuhkan bantuan pelampiasan hasratnya .bagi Hans ,cukup sudah kenakalannya, cukup sudah hoby mengisap madu ,sang bunga tanpa mau memeliharanya,dia benar-benar ingin bertobat meski,dia masih ber'otak mesum wajarkan pria normal berfikir mesum dan masih hoby mengombal.
Dia benar-benar ingin menghapus ingatan dan stikma yang telah melekat ,yang telah bertahun-tahun menempel pada namanya.
Hans baru saja,menyelimuti tubuh Risty dan melepas ikatanya, karena Risty sudah tenang, mungkin pengaruh dari obat perangsangnya telah hilang.
Namun tiba-tiba saja, Risty bangun berjalan sempoyongan menuju kamar mandi ,terdengar suara dia muntah .
Hans mencoba tak memperdulikannya, namun tak bisa. sepertinya Risty sudah mulai membuatnya bukan sekedar suka atau penasaran mendapatkan mainan baru, tapi....rasa sayang itu, tumbuh begitu saja.
"Mejengkelken... "!! Bagaimana minum obat perangsang dengan alkohol ,cari penyakit gadis itu.
Hans melangkah ke kamar mandi, melihat Risty yang tergerletak di sana, dengan baju yang basah, dan bekas muntahanya.
Hans mendegus, melihatnya,berusaha menahan nafasnya,karena tak tahan bau itu.
"Apa yang harus saya lakukan,"Haruskah"? saya membangun kan tuan Teja atau nyonya Septia, atau meminta tolong asiten rumah tangga mereka."?
Hans melirik jam tanggannya, sudah menujukan 12 malam. akan heboh bila dia melakukan hal itu, sebaiknya dia yang akan mengurusi Risty.
Hans,segera membuka , keran Air panas memandikan Risty, segera saja membalut tubuh itu dengan handuk kimono yang ada di kamar mandi, setelah dia rasa Ristu bersih dan tidak bau, Hans sendiri sudah tidak tahan melihat tubuh polos Risty yang begitu mengoda.
__ADS_1
Imannya sudah mau runtuh, bahkan adeknya di dalam celana sudah tegang dari tadi mendesak minta pelampiasan.
Berkali-kali Hans, menelan ludahnya sendiri, megertakan rahangnya menahan nafsunya.
" Kuat Hans...kamu kuat,"!! tahan Hans tahan..."!! lelaki sejati dan lelaki yang, hebat itu adalah lelaki yang mampu mengendalikan hawa nafsu ,menaklukan dan mengontrolnya, bukan di kontrol oleh nafsunya.
"Wanita di uji saat melihat pasangan'nya, tak punya apa-apa dan lelaki di uji saat melihat wanita tak memakai apa-apa. Hans terus saja meyemangati dirinya.
membopong Risty kembali ke ranjangnya.
Hans hendak keluar, tanggan'nya sudah, mengegam handel pintu, untuk membuka
tetapi di urungkannya niatnya.
"Bagiamana kalau Risty bangun dan membutuhkan seusatu, haruskah aku temani dia tidur"? Hans menimbang langkah apa yang harus di ambil.
"Sebaiknya, aku temani dia saja.dan lagian nanti harus berangakat pagi,untuk pulang ke kotanya. Hans terus bergumam sendiri dan merebahkan dirinya di sebelah Risty dengan posisi membelakangi'nya. selain menjaga matanya, juga menjaga imannya yang mudah tergoda, oleh tubuh wanita.
Suara subuh membangunkan Risty dan Hans pun sudah bangun saat springbed bergoyang, ada gerak"kan di belakangnya.
Risty terkejut mendapat tubuhnya hanya berbalut handuk kimono tanpa Bra, tanpa celana , dia melirik ke samping, seketika itu Risty duduk dan segera berdiri merapikan tali kimononya dengan benar.
"Hai... kamu...hai....kamu siapa "?? kenapa ada di kamar ku, dan apa yang kamu lakukan , di sini."?? tanya Risty gusar.
"Nyalakan saja lampunya nona"!! jawab lelaki itu,nanti kamu tau siapa saya.'!
Risty segera menekan tombol On pada remot lampu yang ada di meja sebelah tempat tidur.
" Kamu..."!! Risty terkejut tak percaya tuan Cabul itu tidur bersamanya.
"Apa...yang... ka...kamu lakukan pada ku" tanya Risty gugup.
"Apa"? ya....ng , a.....ku , la....kukan"???Hans mengeja pertanyaan Risty seperti suara robot membuat Risty sangat geram
Risty langsung mendekat dan menedang Hans, namun Hans menagkap kaki Risty dengan mudah,dia pura-pura berpaling.
menutup mata dengan tanggan satunya namun jari-jarinya membuka sehingga mata dia masih terlihat jelas.
"Apakah itu undangan lagi,untuk saya melakukannya,"nona Risty."?
__ADS_1
"Apakah dengan mengangakan begitu, sebuah kata wellcome pada ku."! kata Hans tersenyum nakal.
Risty ,segera menutup bagian pangkal pahanya itu,dia benar lupa dia tidak memakai apa-apa di sana, tanpa celana, hanya handuk kimona.
"Astaga...."!!!
Antara malu dan marah membuat muka Risty merona memerah.
Hans melepaskan kaki Risty yang ada di tangganya.
Tuan Cabul ," apa yang kamu lakukan dengan saya apakah anda telah merogol sa...saya semalam" ? " Risty ragu dan terbata-bata bertanya.
"Sebelum anda,bilang saya merogol atau memperkosa anda sebaiknya anda lihat ini.
Hans, medongakan kepala, membuka bajunya dan memperlihatkan bekas gigitan, kiss mark di leher dan beberapa bekas cenkraman di bahunya,karena masih terasa perih. Hans juga menujuk ujung bibirnya yang sedikit biru dan berdarah.
"Saya tidak menyangka anda begitu brutal memperlakukan saya,nona Risty "!
"Apakah kita harus ke dokter untuk ,visum bekas tanggan dan kuku siapa yang mengores bahu saya ini. Hans mendekat pada Risty.
"Coba ingat, baik-baik ,kata Hans sambil menujuk kepalnaya sendiri dengan telunjuknya.
"Coba ingat,, nona Risty," Hans terus saja mendekat pada Risty. dan Risty terus mundur.
"Tidak....,"! tidak.... "! tidak.... saya tidak melakukan apa-apa.. Risty terus saja mundur sambil mengeleng kepalnaya.
Apakah anda tidak ingat"??? apakah anda ingin saya menceritakan kejadian ter"HOT yang terjadi semalam-malaman..."? tanya Hans terus saja mengoda Risty. Hans, begitu menyukai expresi wajah Risty yang terlihat malu dan ketakutan, bersemu merah itu.
Jiwa usilnya bangkit lagi, Hans menikmati pemandangan itu..wajah yang terlihat angkuh itu kini rapuh "!!
---------Bersambung baby------------
jangan lupa likeππππππ
commentβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈ
and voteβββββββββββ
dukung dengan bunga πΉπΉπΉπΉπΉπΉ
__ADS_1
Β