
Suasana terasa menegangkan di kamar itu, kami terdiam beberapa saat lamanya.
mencoba menguasai hati masing-masing
Saya akhirnya menceritakan semua awal kejadian di kamar itu dan mertua sampai terkejut." sementara pelayan itu hanya menunduk dan menagis.
"Maafkan saya nyonya"? dia memohon dengan terbata-bata sambil menagis.
Aku tersenyum sinis.
"Apakah kamu fikir, kata maaf itu mampu mengembalikan hati yang patah, yang pecah berkeping-keping"?" aku berteriak meluapkan amarah yang dari kemarin aku tahan.
Kak Teja mendekat padaku, dia ingin memeluk namun , tanggannya aku tepis dengan kasar. Papa mertua mencoba untuk menenangkan dengan mengelus punggungku.
"Sabar nak." kata beliau.
" Papa."? sewaktu papa mendegar kabar Mama selingkuh, papa menggugat cerai mama."sedang itu hanya kabar tapi saya.........sasaya." ( aku terisak- isak )
bahuku berkunjang sakit ini begitu perih.
" Saya melihatnya dengan , mata kepala saya sendiri pa...papa." terbata-bata aku bicara karena sambil menahan isak tangisku .
Se-sekarang ,apa yang harus saya lakukan,Pa ..apa yang harus aku lakukan ?"
Tangis ku makin menjadi , aku mengigit bibir bawah ku berharap bisa menahan isak tangisku yang mulai bersuara keras.
__ADS_1
Papa mertua memeluk ku, karena beliau pun tak tahan melihat ku. sementara dua orang itu mematung di tempatnya. setelah aku menguasai diri, aku mulai bertanya pada kak Teja .
" Kak Teja, apakah kakak mencintainya"?
aku menujuk perempuan itu. Kak Teja. mengeleng kepalanya.
" Aku berani bersumpah, sungguh aku tak punya rasa apa-apa..? katanya sayu
" Kenapa kak melakukannya. ??"
"Waktu itu aku mabuk dan benar-benar tak kenal dia,itu murni karena kekilafan ." saat aku di bawah pengaruh alkohol dan tak bisa menguasai diri. kak Teja bersimpuh di depan ku memegangi tanggan ku ,terus memohon dengan penuh hiba,wajah nya terlihat kalut.wajah yang akan menimbulkan belas kasihan dan selalu saja membuat aku tak tega melihatnya.
Papa mertua menarik perempuan pelayan itu keluar kamar supaya kami bisa bicara berdua . mungkin,beliau melihat aku telah mulai luluh.
Setelah mendegar semua cerita ku dan kekacauan yang di timbulkan perempuan itu. Pelayan itu di pecat tidak hormat hari itu juga. sementara di dalam kamar kak Teja berusaha terus membujuk ku.
sedang aku sudah beberapa kali pacaran.
mengantikan dia di hati ku .
Tapi akukan tak pernah melakukannya, melakukan hubungan intim. sedang kak Teja melakukanya. perih merasuk jiwa ku.
Meski berulang kali kak Teja bersumpah
tidak mengenal nya atau mencintainya.
__ADS_1
"Apakah kak masih mencintai ku "? Tanya ku ,dengan air mata menetes.
"Tentu saja, dia berdiri memegang pipi ku,
mengecup setiap tetes air mata yang masih ada pipi.
"Aku bersumpah dalam nama Yesus, bahwa kamu adalah yang pertama dan yang terakhir mengisi hati ku sampai maut menjemput. soal perempuan itu, sungguh karena aku mabuk dan sedang merindukan mu." lihat-lihat wajahnya , kamu lihat mirip kamu kan Septia"?" aku tak ingin membenarkan diri ku sendiri, namun bagaimanapun aku mengakui, aku bersalah dan berdosa pada mu.
"Memang wajahnya perempuan itu mirip aku tapi dia lebih dan tinggi dari ku ,aku membatin dalam hati. sementara kak Teja melanjutkan rayuannya.
" Kamu tau ini pertama kali aku mabuk.
aku belum pernah melakukan itu kan..?
melakukan kebodohan ini." meski aku tersiksa menahan ,melakukan hubungan intim saat kamu habis melahirkan berapa bulan pun , aku menunggu hampir dua bulan kan dan aku tak selingkuh meski banyak wanita yang mendekat dan akupun bisa medapatkan wanita dengan mudah,,tannya sambil menatap mata ku.
"Ku meyesali kebodohan dan kekilafan ku malam itu Septia percayalah"!" kak Teja terus meyakin kan ku.
Aku tatap mata kak Teja yang sayu ada penyesalan di sana, aku dan aku memilih memaafkannya karena dengan jalan itulah sakit hati itu , mungkin akan mudah hilang dengan keiklasan , karena ketika kita memaafkan seseorang.
Kitalah yang di bebaskan dari "api amarah dendam dan sakit hati.nsiapa yang ingin sakit hati,blukannya tak tersembuhkan.
-------Bersambung------
Masalah belum ,selesai sampai disini" !!!!
__ADS_1
💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔