
" Acchhh ,"aku merasa sedikit lega kata Septia, beban ku terasa lebih ringgan gumam Septia, lalu dia bangkit dari tempat dia bersimpuh dan berdoa.
Setelah berdoa,aku segera menelfon suami untuk memberi tau kalau Sabilla sudah sampai di rumah aku, meminta suamiku untuk pulang cepat agar bisa makan bersama .berpesan dan meminta suamiku bersikap baik dan manis kepada Sabilla. demi anak yang dikandung nya, supaya sehat jiwa raganya.
Kak Teja pulang sore,sesuai yang ku pinta
dia mencium kening ku, lalu mandi setelah bermain dengan Satria lumayan lama sampai waktu jam makan malam.
Saya Meminta salah satu asisten rumah tangga kami untuk memanggil Sabilla di kamarnya untuk makan malam bersama
Saya membiasakan makan malam jam 7 sehingga Satria tidak terlalu malam tidur.
Di meja makan, Sabila duduk di sebalah kanan , sedang aku di sebelah kirinya.
dengan Satria dan baby sister kami Lia.
Risty ,lebih suka makan di dapur bersama
para assisten rumah tangga kami.
"Tuan Teja slamat malam," sapa Sabilla dengan bow, sedikit membukuk hormat lalu duduk.
"Ya..selamat malam juga"!
kak Teja menjawab tanpa melihat Sabilla dan aku melirik dan memperhatian nya.
'itu cukup menenangkan hati ku bahwa memang semua yang terjadi atas dasar." kekilafan tanpa cinta meski tidak di bisa di pungkirin saya melihatnya dengan mata kepalan sendiri dan ada bukti ke hamilannya. setidaknya hati aku tetap merasa akulah wanitanya. wanita Kak Teja Satu-satunya ,aku membatin.
Ketika aku hendak mengambil centong nasi, Sabilla mendahului mengambilkan nasi untuk kak Teja dan tersenyum manis. sambil terus memandangi kak Teja.
Aku hanya melirik saja wajah kak Teja,
mata kami bertatapan sebentar, namun aku berusaha tersenyum pada Kak Teja.
Aku mengambil garpu untuk memberikan lauk pada Kak Teja dan Sabilla melakukan hal yang sama. sekali lagi ,ku lirik kak Teja yang mulai tak nyaman melihat itu semua.
"Tuan.. apa mau sayur"?" tanya sabila manja dan dengan nada lembut yang di buat-buat seolah mengoda atau mungkin hanya fikiranku saja yang terlalu cemburu
Aku mulai mendengus kesal tapi tetap ku tahan karena ada anak ku Satria yang di samping ku dan memperhatiakn kami.
__ADS_1
" Cukup Sabilla,"! Kak Teja bicara dengan suara nada agak tinggi.
" Apa salah saya,Tuan kenapa anda membentak saya"!" saya hanya mau melayani tuan Teja, sebagai ucapan terimaksih . Sabilla mulai menangis terisak dan melempar sendok yang dia pegang ke meja.
Satria berhenti menguyah makanammya.
" Papa.."! kenapa malah-malah dengan tante Cabilla "?
"Tante Cabilla kenpa melempal sendok di meja ,itu tidak copan kata mama dan kenapa nangis, mama selalu bilang jangan cenggeng," Satria dengan polosnya.
"Satria cayang,apa sudah selesai makan ?
lembut ku tanya Satria coba mengalihkan perhatiannya.
Tudah ma"!
"Oke ,kalau begitu kita naik ke atas dulu. mama ada buku cerita baru ,yang mau mama bacakan buat Satria, kata ku sambil memgendongnya.
"Benalkah mah .?" asikkk"!!
"Papa...Saatia naik dulu , kata Satria sambil melambai-lamaikan tangganya ke arah Kak Teja.
Setelah sampai ke kamar , saya masih mendegar sayup-sayup suara kak Teja
yang marah-marah.
"Oh Tuhan. aku menghela nafas panjang. serasa ingin melegakan dada ku yang terasa sesak"! aku mengajak Satria gosok gigi dan membacakan buku cerita yang baru aku beli lewat online beberapa hari lalu, siang tadi baru sampai.
" Ku nina- bobokan satria sehingga tidur.
nampaknya ,dia kecapean bermain sama kak Teja tadi sore. aku lalu turun kembali ke bawah.
Aku menghampiri kak Teja , yang masih memarahi Sabilla, aku mencoba untuk menenangkan nya.
" Sudahlah kak, itu hanya hal sepele"!
tak perlu terlalu di besarkan , kata ku
sambil memegang tanggannya.
__ADS_1
" Kamu disini karena Istriku memohon dan meminta ku, untuk membantu mu
menjaga anak itu"!! tapi... bukan jadi istri ku apalagi ,mengantikan dia jadi istri ku Faham tak"??? kata kak Teja membentak Sabilla.
" Kamu tak, perlu melayani makannn ku!
biarkan istri ku"saja "!!! kata kak Teja
yang mulai melembut ,setelah aku menepuk-nepuk punhgungnya dengan tanggan ku , mencoba mengisartakan kepada kak Teja untuk calm down, tenang sabar"!!!
"Sa-saya hanya ...saya hanya ingin ucapkan terimakasih, dengan cara melayani Tuan kata sabila mulai menangis memberi itu lagi alasan yang sama tadi.
Risty mulai mendekat mendegar dan melihat kegaduhan di meja makan kami.
Sementara Lia, babysister Satria ,saya suruh naik ke atas segera, setelah makan malamnya selesai. dia harus menemani Satria tidur, supaya pas bangun tidak menangis ,kalau tidak ada orang di dekatnya.
"Ada apa Tuan Teja" tanya Risty, sambil menatap tajam Sabilla.
Tapi Sabilla tiba-tiba oleng dan kak Teja menangkapnya karena memang dia dekat dengan kak Teja.
Kak Teja lalu membobongnya menuju
kamar tamu yang di bawah ,kamar yang sekarang di tempati Sabill.
"Telfon dokter Sep" kata Kak Teja pada ku sebelum melangkah pergi.
Risty... hanya menatap penuh curiga""!?!
--------Bersambung------
jangan Lupa Likeππππππ
commentβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈ
and Voteβββββββββββ
Love You pembaca"??? ππππππ
Β
__ADS_1
.