Cinta Pertama Tak Lekang Waktu

Cinta Pertama Tak Lekang Waktu
Cari Info


__ADS_3

Septia kembali melihat foto yang ada di kotak itu,satu-satu di lihatnya dia mulai memandangi wajah bibi Rustinah,iya...


wajah itu benar-benar mirip dengan Sabilla.


Senyumnya,benar sama dengan bibi Rustinah dan wajahnya ,mirip denganya sewaktu muda seusia Sabilla yang beda 10 tahun " pantes saja, kak Teja sempat mengira bahwa itu adalah saya. gumam Septia.


"Kak Teja...lihat iya... ya mirip Sabilla, " Septia menyodorkan foto bibi Rustinah.


"Bagaimana kalau kita,berliburan di sana sekalian mencari informasinya. biar kita mematah kan asumsi publik tentang keretakan rumah tangga kita.


"Ya.. ide bagus kak,,,"!! timpal Septia.


" Bagaimana dengan ibu dan Ayah "


apakah setuju dengan ide kak Teja, Septia bertanya pada orang tuanya,supaya megijinkan mereka pergi, sudah lama mereka tidak berlibur dan bertamasya.


"Ibu Rustini, tersenyum mendegarnya, harapan bisa bertemu dengan kembaran nya makin terbuka lebar,kerinduan yang di pendamnya,bertahun-tahun. meski cuma sesaat dia bertemu pasti sudah sangat lega fikirrnya.


"Iya... setuju saja,nanti kalau sudah dapat informasi kabari ibu ya nak,atau kalaun ketemu kita bisa video call. matanya mulai berkaca-kaca, Rustini kali ini tak bisa membedung perasaannya.


" iya bu," kita akan berusaha ,kata Septia memeluk ibunya mengelus pundaknya.


"Kenapa,ibu tidak cerita dari dulu,kenapa baru sekarang, mungkin bisa secepatnya mencarinya.

__ADS_1


"Bagiama ibu mau cerita nak..."?


ibu juga,sudah mengatakan pada semua orang, kalau, kak Rustinah meniggal.


"Waktu itu ibu pun, di landa ke benci karena dia,mencoreng muka orang tua, santer gosip yang beredar dikampung.


hingga nenek mu waktu itu jadi sakit.


"Saya masih sempat memberi tau mbak Rustinah ,soal berita yang mulai tersebar di kampung, beberapa tetangga yang kerja di sana pernah bertemu dia sebagai Renata,tapi akhirnya mbak Rustinah, menyuruh , saya mengarang cerita kalau dai meninggal sakit.


Mbak Rustinah juga, membuat surat kematiannya dari sebuah rumah sakit, dia juga membuat dokument perjalannya paspor palsunya dan dia mengirimkan jenasah ke rumah.saya kurang tau itu jenazah siapa, mbak Rustinah cuma bilang kalau,jenazah itu adalah sahabat baiknya. mbak Rustinah meminta kami untuk menguburkannya dengan layak.dan setelah, kami menguburkan jenasah itu gosipnya reda. kalau pun ada tetangga yang melihat mbak Rustunah, mereka percaya kalau itu bukan dia.


" Baiklah bu,kami akan disini beberapa hari saja dan akan segera mengurus dokumen perjalanan kami kesana. kata Kak Teja menenagkan ibunya Septia.


"Malam sudah, larut, sebaiknya mari kita tidur saja,bu... Yah." kata Septia lalu dia melepaskan pelukannya.


Septia lalu beranjak masuk kamar dengan suaminya,merebahkan diri dan tertidur mungkin capek terlalu capek di perjalanan tadi sehingga cepat terlelap.


Sementara tuan Teja, masih tak dapat tidur, dia sudah berusaha memejamkan mata namun , setiap matanya terpejam, terasa Sabilla hadir dan sedang duduk di atasnya.


Tuan Teja,kembali mengigat malam itu, kejadian dimana Sabilla menaiki tubuhnya dan bergerak lincah seperti memacun kuda. dia begitu liar dan brutal melakuakn gaya bercinta dengan aktratif, badanya terasa padat dan kenyak ,pandai mencari tempat sensitif , menghujaninya dengan ciuman dan dengan kasar menelusuri setiap inci tubuhnya dengan bibir.


"Saat itu tuan Teja benar-benar mengira bahwa itu istrinya Septia yang datang meyusulnya ke malaysia. dan mungkin itu adalah Supraise di hari ulamg tahunnya. karna memang rencananya ingin bersama berangak ke malaysia, tapi ada kendala pada pembuatan dokumen untuk Satria yang masih di bawah umur membuat paspor. dan janji akan meyusul setelah siap.

__ADS_1


Sunggu tidak di sangka bahwa malam itu, bukan tubuh Septia yang barada dalam kungkungannya, bukan Septia istrinya yang sedang di cumbunya, bukan dia istri yang di cintainya tapi orang lain yang mirip dengannya.


Meski jujur saja taun Teja menikmati keliaran Sabilla,"


"Achhh seharus nya dia mengikuti kata hatinya yang berkata itu bukan istrinya. karena istrinya tidak bermain kasar dia seorang yang lembut baik tindakan maupun hatinya.


Tuan Teja ,"meraba pundak kirinya, masih di inggatnya,Sabilla mengigit pundaknya


menahan setiap guncangan tombaknya.


masih ingat jeritan dan desahan Sabilla yang mengemba di ruangan.


Sungguh beda dengan,Septia yang selaku lirih mendesah malu-malu, jika dia mau menjerit keras, dia akan membekap mulutnya sendiri atau mencium bibir ku supaya erangannya tak terdengar ke luar.


Seharusnya saya menyadari,waktu itu , seharusnya aku megikuti kata hati ku. dan manyudahi permainan liar itu.


Tapi...kala itu aku,memang berhasat tinggi dengan obat perangsang dan keliaran ,kepandaian Sabilla memainkan sejatanya di mulut nya, siapa yang bisa tahan dan lari menghindar.


Teja mengusap sudut bibir bawah dengan jempolnya, yang dulu, di gigit Sabilla tuan Teja tersenyum mengigatnya.


Di raihnya hp yang ada di meja samping tempat tidurnya, di buka kembali foto di kamar hotel itu saat dia tersenyum , membawa cake ulang tahunnya.


Di lihatnya sudut bibirnya yang sedikit berdarah itu. sensasi mesum tiba-tiba hadir.

__ADS_1


Teja pun ,meletakan Hp nya dan beringsut mendekati istrinya.


----------------Bersambung---------------


__ADS_2