
"Risty pergi ke rumah depan tempat Hans sedang mengepak barangnya. Besok dia berangkat pulang ke malaysia.
Ibunya sudah setuju dengan keputusan Hans untuk menikahi Risty, dan siap datang ke Indonesia.
Risty merebahkan diri di kasur," tempat Hans sedang menata kopernya.
"Kenapa dengan kamu ? tanya Hans melihat muka jutek Risty.
"BT ," pagi-pagi ibu Rustini sudah mulai ceramah, dan rempong kayak mama.
"Memang kenapa "?
"Kepo dia..."!
Kepo masalah apa"? tanya Hans mendekat pada Risty.
"Tanya kapan kita nikah "? katanya kalau tunggu lama-lama di ambil orang kamu kan tampan, gagah macho..."
"O...yes.. betul itu, "terimaksih pujiannya.
"Bukan aku yang muji,"tapi bu Rustini.
"Terus, menurut kamu, aku tak seperti yang bu Rustini katakan "??
Tidak"!! kamu jelek, kamu ngeselin ,kamu..
"Cups "!! Hans segera membekap mulut Risty dengan bibirnya.
Hans memasukan lidah nya menari di ronga mulut Risty,"percayalah ,"!! Hans memang sorang Casanova sejati yang mampu menundukan wanita manapun hanya dengan sebuah belaian dan perhatian.
Hans seorang yang pandai merangkai kata, juga seorang yang pintar untuk membujuk saat wanita merajuk.
"Hans... Risty mendesah saat bibir Hans turun ke leher, membuat gigitan -gigitan kecil di sana membuat sensasi panas sampai ke ubun-ubun.
"Hans....."!!
" Risty...""!!
Hans megegam gundukan di dada Risty yang tak teralu besar dan juga kecil. menurutnya pas dalam satu gegaman.
"Ehemmm...."!! suara deheman di depan pintu megagetkan mereka.
"Ahh... Papa. kenapa datang pada waktu yang tak tepat, bisa -bisanya menggangu
kesenagan anaknya, Grutu Hans dalam hatinya.
"Ehh... Papa,ada apa "?? tanya Hans segera bangkit dari atas tubuh Risty.
"Apa yang kamun lakukan Hans "?
"Menata koper," pah"!!! jawab Hans dengan senyum kuda.
"Menata koper,apa menata posisi Hans"
__ADS_1
tanya tuan Anggara sambil melirik Risty. yang berusaha menutup baju yang tadi terbuka menuduk malu sekali. karana tertangkap basah lagi dengan calon mertuanya.
"Achh.."! papa kayak tak pernah muda "! itu selalu jawaban Hans pada papanya kalau di tegur soal aktifitasnya dengan para wanita-wanitanya.
"Ayo ikut aku,dan kita bicara sebentar dan nak Risty sekalian ikut saya, kata Tuan Anggara nampak terlihat tegang meski aura berwibawanya mampu menutupi.
Mereka duduk di meja makan, Risty segera menuangkan air putih ke dalam gelas. saat mertuanya telah meneguk airnya sampai habis.
" Hans... sebenarnya, aku tak ingin mengatakan semua ini pada kamu, tapi
sepertinya harus aku, kasih tau sebelum kamu mendegar dari orang lain. selama ini saya telah menutupnya rapat-rapat .
Namun tidak bisa di tutup lama, karena banyak orang yang sudah mengetahui.
"Ada apa.. ada maslaah apa pah "??
Hans tak megerti arah pembicaraan .
"Sebenarnya,Hans bukan anak mama Lucinta,tapi anak Papa dengan Renata.
Risty hanya diam saja mendengarnya karena dia sudah tau,arah pembicaraan.
"Maksud papa... "??
"Sungguh papa tak ingin membukanya, tapi,karena mungkin takdir,yang membuat kamu bertemu dengan keluarga mu, yang sesungguhnya sehingga papa mau tidak mau harus bicara.
Hans memandangi papanya, mencoba untuk mencernak setiap apa yang coba di ungkapkan.
"Ya.. mama kamu menyayangi kamu, seperti anaknya sendiri, papa dan mama kamu Lucinta menikah karena kami di jodohkan. dan mama kamu setuju menikah dengan satu sayrat dia akan tetap berhubungan dengan kekasih nya dan papa juga masih berhubungan dengan Renata sampai Renata hamil, mama mu pertama menerima kamu dengan satu syarat juga .
Kita akan bercerai setelah dia hamil dengan kekasihnya.
"Tapi,"beberapa tahun kemudian mama kamu, tak jadi minta cerai karena kekasihnya ternyata meng"qianati nya ,menghamili wanita lain.
Mama mu,sedikit sock waktu itu namun dia juga jadi tau kalau dia mandul karena kekasihnya bilang dia hanya beberapa bulan berhubungan dengan wanita lain langsung hamil.sedang dengannya sudah bertahun-tahun pacaran tetap saja tak bisa mengandung anaknya.
"Dalam pernikahan dia mengagap aku hanya sebagai sahabat saling curhat dan melengkapi, rumah itu hanya tempat persinggahan semata.
"Hingga pada akhirnya kami mulai saling mencintai satu sama lain,berdamai dengan segala kekurangan dan masa lalu masing-masing.
"Yang papa takutkan ,kalau mama kamu nanti kesini dan mengagap papa masih ber hubungan dengan Renata, sedang Renata sudah meninggal saat melahirkan Sabilla.
"Apa..pah... Sabilla itu, anak bu Renata "?
"ya..kenapa...."?? tanya,tuan Anggara.
Dia wanita satu-satunya yang aku sukai, wanita yang tak bisa aku miliki dia satu-satunya wanita yang menolak ku mentah-mentah di depan orang banyak.
"Baguskan," Hans dia menolak mu, kalau mau ,"berarti kamu bercinta dengan adik kandung mu," cletuk Risty.
Membuat Ayah dan anak itu, langsung menoleh ke arahnya ,menatap dengan tajam.
"Jadi,kamu sudah tau,semuanya Ris"? tanya Hans sedikit sungkan .
__ADS_1
"Ya."Nyonya Septia yang memberitaku kami ini sudah sepertk keluarga.
"Apa..kamu masih ingin melanjutkan, pernikahan kita meski kamu tau, aku anak seorang wanita kupu-kupu malam"? tanya Hans sendu.
Hans sendiri sock mengetahui kalau dia adalah anak dari wanita malam.
"Jadi aku dan nyonya Septia masih family
masih bersoudara,saya sepupunya "!
"Ya...begitukah jawab tuan Anggara.
"So. kamu ingat dan kasih tau mama kalau nanti bertemu dengan ibu Rustini jangan salah faham.
"Kamu harus kasih tau kalau beliau hanya kembaran Renata,kamu tau ibu kamu punya penyakit jantung dan cemburuan, kami telah berjanji menutup masa lalau dan tidak berhubungan lagi.
"Baiklah pah..."!! nanti saya akan kasih tau mama,pelan -pelan.
"Ya sudah sana lanjutkan, packing koper, ingat lanjutkan pack koper, bukan mepet wanita mu,sabar sedikit kenpa Hans toh sebentar lagi akan jadi milikmu.
"Aku tak terburu-buru ingin menimang cucu sindir," tuan Anggara.
"Achhh." papa.." kayak gak pernah muda itu selalu jadi ayat andalan bagi Hans kalau di tegur papanya.
Tuan Anggara hanya mengelengkan kepalanya.sambil terseyum ke arah Hans
Hans segera naik atas di ikuti dengan Risty di belakangnya.
Hans tidak penduli teguran papanya, Risty di suruh masuk dan di tutupnya pintu kamar.
Menarik Risty di atas ranjang kembali melakukan adegan mesum bersama Risty dan perempuan itu pun tak bisa menolak.
Saat Hans kembali, meremas dadanya dan membuka beberpa kancing bajunya menyesap ujung dua gundukan kembarnya bergantian dengan sangat rakus .
Hans seperti orang kelaparan yang berhari-hari tidak makan, menyesap pucuk dada itu dengan gemasnya, membuat Risty mengelincang kesana kemari ke enakan.
Dia merasakan area bawah mulai basah
Hans megusap-usapnya dari luar .
membuat Risty ingin lebih di sentuh ya karena tanpa sadar Risty menaik turunkan pinggulnya.
-----------Bersambung-------
πππjangan lupa buatπππ
Like ππππππππ
comment. βοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈ
Vote ββββββββββββanda bisa mendukung karya ini dengan menekan bunga.πΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ
.
__ADS_1