Cinta Pertama Tak Lekang Waktu

Cinta Pertama Tak Lekang Waktu
Hans "menerima tawaran Risty.


__ADS_3

Hans langsung saja menyerbu ke dalam mulut yang menganga lebar, memasukan lidahnya kesana dan Hans memegan tengku Risty sehingga tak bergerak, Risty sendiri seperti membeku dalam kecupan Hans,dia menutup dan membuka mata.


"ini..ini.. bukan mimpi,"Astaga "!!! Risty mendorong tubuh Hans cukup keras sehinga membentur sandaran kursi taman.


Hans hanya tersenyum,dan mengusap bibirnya, dengan jempol nya, seolah habis menikmati makanan lezat.


"Apakah begitu, gaya berpacaran anda nona Risty..."? menikmati nya dengan senang lalu menghempaskan nya begitu saja.


"Apa maksud anda..."??


"Bukan kan tadi anda diam saja,dan membiarkan saya menikmati lidah anda sampai puas"??


"Kamu...."! teriak Risty mulai mengakat tanggannya hendak memukul Hans.


Tapi dengan sigap, Hans menangkap tanggan Risty .


Apakah, anda mau mencoba lagi" ? tanya Hans mengoda dengan menjulurkan lidahnya menyapu bibirnya sendiri.


"Tidak akan pernah..."! jawab Risty ketus lalu berdiri dan beranjak pergi setelah menghempaskan tanggan Hans dengan kasar.


" Jadi anda akan menerima perjodohan itu ,"? tanya Hans membuat Risty berhenti melangkah yang hendak meninggalkanya.


" Lalu apa anda bisa membantu"? tanya Risty tanpa menoleh.


"Tentu,bukankah saya sudah, bilang saya akan membantu anda hanya meminta sebuah imbalan yang sangat ringan."!!


" Apa... itu "!! tanya Risty yang berpaling menatap Hans tajam.


"Anda ternyata punya masalah akut pada ingatan anda,"? kata Hans duduk santai merentangkan ke tanggannya di sandaran kursi taman dan menyilangkan kakinya bertumpu satu sama lain.


"Kenapa anda berbelit "? anda tinggal jawab saja apa sulitnya "? Risty mulai ketus karena merasa di permainkan.


"Alamak,"garang sangat calon pacar ku"?? jawab Hans tertawa terbahak-bahak.


"Apanya yang lucu..."!! Risty mulai jengkel dan berbalik arah.


"Saya setuju jadi pacar anda, saya hanya minta imbalan sebuh ciuman lembut"? yang penuh perasaan "! Hans berdiri mendekati Risty.


'Bagaimana,nona Risty "? Hans berbisik lembut ke telingga Risty.


Risty masih diam, menimbang-nimbang tawaran itu.


"Haruskah.. "? dia lakukan, "? hanya sebuah ciuman kan, itu tidak menjadi masalah besar,katanya dalam hati.

__ADS_1


"Baiklah..."!! kata Risty kemudian.


Risty menghadap ke arah,Hans lalu pelan mendekatkan bibirnya, dan mulai saja menempelkan bibirnya pelan di bibir Hans.


Hans meraih pinggang Risty, suaoya lebih dekat ,namun bibir Risty hanya menempel saja.


Membuat Hans tak sabar dan merengkuh bibir mungil Risty lagi dengan lembut, perlahan penuh perasaan.


Risty memejamkan matanya, mulai saja menikmatinya ,sentuhan Hans yang memabukan.


Tangan Hans yang satunya, menarik ikatan rambut Risty hingga rambutnya tergerai indah dan mempesona, Hans masih saja menikmati bibir Risty sampai setiap incinya. kembali memasukan lidahnya ke dalam dan bermain disana. sampai Hans mulai merasakan, yang di bawah terasa mendesak dan berdiri ,Hans segera menyudahinya.


Risty masih seperti manusia Es yang dingin dan mematung.


"Hans ,tersenyum menatap bola mata Risty, seakan hendak menyelam sampai , ke dalam hatinya.


Risty segera menuduk,tersipu malu.


"Sial...kenapa saya diam saja tadi,bodoh sekali di lecehkan pasarah begitu saja , Rutuk nya dalam hati .


"Eh... tapi tadikan," saya yang memajukan bibirku ke arahnya sebagai imbalan dia, supaya dia mau jadi pacar sementara ku, tapi jujur ku aku kalau, ciumanya begitu lembut, memabukan sekali, terasa nikmat,,sungguh benar-benar membuat orang mabuk kepayang ," pantas saja , kalau banyak wanita tak bisa menolaknya, selain banyak uang tampan , Hans lembut memperlakukan wanita," Ihh... apa aku baru saja memujinya... sial...,"Risty... jangan begok dia ini buaya darat, si kumbang jalang yang suka menghisap madu lalu akan meninggalkan mu Bego...jaga hati jangan sampai jatuh cinta padanya," Risty memaki dan menasehati diri sendiri.


Hai... Nona Risty"Hans mengunakan jari telunjuk dan jempolnya membuat suara, membuyarkan lamunan Risty yang masih terpaku.


" Nona Risty, anda belum melakukan nya dengan benar, tadi saya yang mencium ada dengan lembut. "saya sudah memberi contoh pada nona, lain kali saya akan menagihnya pada mu, walau anda tidak memenuhi permintaan saya sekarang .


"Jangan terlalu tinggi hati , kalau saya melakuaknya tadi karena terpaksa"?? setelah itu, jangan pernah berharap"!


Risty sedikit berteriak untuk menegaskan ancaman itu.


"Satu hal lagi,biarkan rambur kamu yang indah itu tergerai indah,tadi rambut anda berbisik meminta di lepaskan dari ikatan dan di bebaskan."kamu terlihat manis kalau rambut lurus, anda tergersi indah dan anda terlihat sangat imutz kalau lagi marah begitu.


"Uhh... mengemaskan sekali, kata Hans mendekatkan wajahnya ke arah Risty , memegang dagunya lalu ,mendekatkan kembali bibirnya ke bibir Risty .


Sedangkan Risty, mulai memejamkan matanya, saat bibir Hans,sudah mendekat dan nafas Hans terasa menghembusi wajahnya. Hans tak jadi mencium.


"Cekkk.... "!! rupanya nona Risty sudah ketagihan dengan ciuman ku, kamu berkata tidak tapi tubuhmu merintih minta di jamah, Hans lalu melangkah pergi.


"Sial ...."!! Kaparat "?!! dasar buaya darat,


tidak tau malu,kumbang jalang... Risty mengumpat Hans.


Sedang Hans tertawa terbahak-bahak mendegarnya .

__ADS_1


"Terimakasih buat pujiannya nona, lain kali pujilah yang lebih bagus dikit " !!! kata Hans yang terus melangkah pergi sambil tertawa.


Risty menghentakkan kakinya ketanah, jengkel, marah , malu, benci namun wajahnya merona merah.


Risty berjalan menuju Restaurant tadi, saat melewati sebuah keca dia berdiri di sana ,dia menoleh memandangi wajahnya dengan rambut yang tergerai itu, dia mengibaskan rambutnya lalu Risty .. mengeleng-gelengkan kepalanaya dan tersenyum,"memang terlihat lebih manis benar kata tuan Hans ," gumam Risty bahagia.


Risty tidak tau ada, dua pasang mata mengawasinya nya ikut tersenyum.


Sementara di dalam, Hans dan Septia lagi berdiskusi masalah tempat tinggal. saat Hans mengatakan bersedia membantu Risty menjadi pacar palsunya.


"Bagaimana menurut anda , kalau tuan Hans tidur di rumah kami,karena Risty akan pulang setelah subuh. supaya tidak terlalu malam kalau dia harus kembali ke sini. kata Septia memohon dan memberi pengertian pada Hans.


"Baiklah, itu ide yang bagus dan saya tidak menolak tawaran Nyonya, saya akan mengemasi beberapa barang dan akan ikut nyonya ke rumah,anda tunggu saja di loby hotel dan saya,permisi Nyonya, Hans menuduk sedikit lalu beranjak pergi.


Risty...kembali duduk ,saat Hans permisi pergi.


"Lho...mau kemana,"tuan Hans .tanya Risty sedikit kaget dan malu.


"Mau ambil baju ganti buat pulang bersama anda,"permisi kata terseyum ramah ," Hans melangkah pergi.


"Ooo.."!! Risty membulatkan mulutnya membentuk bulatan,menutupi ke kikukannya.


Risty segera menghabiskkan makanan yang dia pesan. dan Septia telah pun membayar bill makanannya.


"Ayo... Ris..,"! kita ke hotel menjemput Hans, kata ku pada Risty yang masih duduk main hp setelah menghabiskan makananya.


"Untuk apa menjemputnya nyonya."? tanya Risty tak faham.dengan maksud nyonya nya.


"Ya...tentu saja dia akan tinggal di rumah kita, supaya besok pagi kamu bisa pulang setelah subuh bersamanya,faham .kata ku sedikit jengkel melihat kenaifannya..


"O...ya.. ya...betul-betul, betul kata nyonya"!


"Astaga kenapa otak ku ngadat "!! umpatnya sambil menepuk jidatnya sendiri.


Risty pun bangun dari duduknya dan ikut melangkah keluar menuju parkiran mobil mereka.


----------Bersambung baby-------------


jangan lupa likeπŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘


comment✍️✍️✍️✍️✍️✍️✍️✍️✍️✍️


and vote✌✌✌✌✌✌✌✌✌✌✌

__ADS_1


dukung dengan bunga 🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Β 


__ADS_2