
"Aku masih tak habis pikir"!! siapa yang sedemikan iseng memberikan obat cuci perut pada para asisten kami.
Aku bermain sebentar dengan satria dan
setelah waktu"hampir menujukan jam 10
aku segera meyerahkan satria ke lia untuk
di jaganya.
"Lia,bagaimana dengan sakit perut kamu,
tanya ku pada lia.
"Sudah baik nyanya sudah tidak sakit,
terimaksih perhatiannya Nyonya"jawab Lia sambil sedikit membukuk sopan.
"Baiklah kamu jaga Satria, saya keluar sebentar dengan sabila, Lalu aku menyerahkan Satria.m,padanya.
"Satria,sama kak Lia dulu ya.."?"Mama keluar sebenentar,sama tante Sabilla. jangan nakal ,nanti mama beli es cream. oke"sambil kubuat tanda bundar dengan jempol dan ujung jari membentuk lingkaran๐.
"Aku terus membujuk Satria," karena masih mengledot manja di pelukkannku"
__ADS_1
"Es" kem lasa tuklat ya mah,kata Satria manja.
"iya.. nanti mama beliin juga ada rasa strawberry , rasa melon, rasa mangga supaya ," Satria bisa coba rasa lain "ada kacang merah , kacang hijau ada rasa pisang masih banyak lagi. rasanya manis kayak ini ," umch...aku cium pipinya . lalu dia aku turunkan dan dia berjalan mendekati Lia.
Setelah dandan tipis lalu aku menuruni anak tangga, menuju kamar Sabilla yang ada di lantai bawah , sebelahnya Risty.
Melewati kamar Risty ,ingin rasanya aku mengetuknya menanyakan apakah dia tau kejadian semalam "?? dia kan semalam makan bareng sama ,asisten rumah tangga kami, tapi kenapa"? dia tidak sakit perut "!
"Oo. iya baru aku ingat,mungkin dia tidak minum soupnya karena dia tidak suka minum suop.
"Nantilah,aku tanya dia setelah pulang , mungkin dia lagi tidur kecapean, karena aku rasa semalam dia tidak tidur.
Berjalan melewati kamar Risty , menuju kamar Saabilla,mengetuknya pintu nya beberapa kali,lalu dia keluar ,tampakanya sudah siap ,aku tersenyum menyapannya.
"Sudah siap?" tanya ku,padanya.
dia balik bertanya"aku hanya jawabnya dengan mengaggukan kepala.lalu berjalan keluar.
Diluar, kami sudah di tunggu dengan sopir dan satu Bodyguard,yang sudah disiapkan kak Teja,suami tersayang dan perhatian. aku tersenyum bahagia. kami meluncur ke mall yang sudah kami rencanakan pergi kesana belanja.
Sampai di sana,Sabilla saya ajak butik kami dan beberapa toko lainya,supaya bisa memilih sesuai selera dia dan aku hanya mengekor dan membayarnya.
Kalau bukan demi Anak kak Teja yang sedang di kandung Sabilla,sungguh betapa malasnya harus menuggui dia memilih baju dan entah berapa lama dia terus mencoba-coba baju sehingga,saya sungkan dengan pelayan tokonya yang mulai mengrutu karena memilih dan mencoba banyak baju tapi tidak jadi beli atau hamya beli satu dari sekian banyak yang di cobanya.
__ADS_1
Aku mendengsu lama-lama kesabaran ku habis.
"Sudah belum?"Sabilla, jangan lama-lama,
takut Satria nyariin saya.
"Baik nyonya"!!! saya sudah selesai. Sabilla keluar dari ruang gantinya.
"Nyonya bagaimana kalau kita ke toilet dulu sebelum pulang,pintanya pada ku.
"Haai ..bagaimana gak selesai , dia sudah memilih banyak banget baju dan daster juga beberapa baju hamil lainnya, sedikit kesal sebenarnya kalau boleh jujur.kok terasa aku jadi pembantunya yang bayarin dan bawain barangnya dengan bodyguard saya.
" Ya..baiklah saya juga akan pergi kesana"
kami menuju Toilet perempuan dan tentu bodyguard kami hanya bisa menunggu sampai di depan pintunya.
Sabila masuk duluan, aku pun juga masuk, toiletnya terlihat sepi nampaknya hanya kami berdua,ketika saya keluar ..
" Gubrakkk"!!!!
""Achhhhhhh"! aku berteriak keras.
Saya terpeleset jatuh , kepalaku terbentur tembok wastafel di depan pintu toilet .
__ADS_1
aku meraba dan memegangi dahi ku, yang terasa sakit dan mengeluarkan banyak darah, saya masih mendegar Sabila ikut menjerit dan bodyguard masuk ke toilet, lalu membopongku ,sebelum aku tak ingat apa-apa, karena terasa gelap semua.
----------Bersambung------------