
"Aku masih membekap mulutku sendiri saat mengetahui, moster keparat itu adalah papa ku,yang sangat aku segani.
bagaimana dia bisa melakukan itu, perempuan itu masih pantas menjadi anak perempuannya.
Papa segera keluar setelah memakai bajunya kembali. dan mencium Renata lagi dengan kasar di bibirnya.
Renata mengantar papa sampain ke pintu dan menguncinya setelah papa pergi.
Aku, masih berdiam di dalam lemari meski terasa panas dan penggap, untuk menunggu situasi aman.
Renata masuk ke kamar mandinya lagi, membersihkan dirinya, dengan hanya memakai handuk melingkar di badannya.
dia menuju ke arah ku,sepertinya mencari baju ganti.
Aku kebingungan, apa yang harus aku lakukan," ? dia makin dekat dan jantung ku makin beredegup kencang, saat Renata berdiri di depanku, mulai mengawasi pintu almari yang tidak tertup rapat.
Dia membuka pintu almari lebar-lebar dan aku meyeringi kuda di depanya, aku membuat lukisan senyum di wajah tampan ku.
Megulurkan setangkai mawar merah, yang aku beli di sebuah toko bunga dekat Club malam ini.
"Kamu buat apa di sini,"? tanya Renata menatap ku tajam.
"Aku mengantar bunga ini, untuk mu ,"aku sodorkan bunga padanya ,dia mrncium harum mawar merah lalu tersenyum.
Dan aku pun keluar dari alamri. wajahnya tak terilhat marah, jadi aku merasa aman
"Re... badan kamu sakit ga.. "? tanya ku memandanginya iba.
Dia hanya megelengkan kepalanya sambil memutar-mutar setangkai mawar itu.
"Maafkan kekasaran, Papa ku, kata ku , menariknya duduk di ranjangnya.
"Jadi tadi kamu melihat semua"??
dan tadi itu papa kamu"? tanya Renata.
"Ya..jawab ku datar.
"Kenapa kamu diam saja Re,di perlakukan seperti itu."?
"Karena dia pelanggan VVIP"! jawab Renta tenang seolah tak terjadi apa-apa.
"Apa tidak sakit ,"Re.... "?
"Sedikit " !
"Apa kamu menikamtinya " tadi jeritan mu sulit aku artikan, apakah jerit kenikmatan atau kesakitan mu, Re ,"? tanya ku lagi.
"Ya...lumayan nikmat."? Om Algazali memang suka gaya, seperti itu tapi sebenarnya, dia baik sering membelikan apa pun yang ku mau,cambuk itu hanya mainan, jumbai talinya dari kulit sintetis jadi lembut dan gagannya dari karet lentur semacam slicon.
"Kenapa kamu tidak menolak lelaki tua menjambah mu, tapi menolak ku yang masih tampan dan gagah"?
__ADS_1
"Kamu anak kecil bisa apa..."tanya Renata dengan mencibir,membuat darahku naik.
terpancing emosi.
"Jangan pangil aku anak kecil , Re"!
"Iya umur kamu, juga masih 17 an kan"? tanya Renata dengan tersenyum angkuh.
"Bukan kah kita,sama cuma beda umur 5 tahun."?
"Siapa yang bilang kita beda 5 tahun"?? tanya Renata dengan tatap,megejeknya.
"Perkiraan ku saja,"menatap bola matanya menyelami perasaannya, yang sulit di tebak '!
Tadi, bibirnya terrsenyum, meski muka dia berkerut menahan sakit , saat gundukan dadanya di cengkram papa.
"Re... pernahkah kamu jatuh cinta pada seseorang "?? tanya ku hati-hati.
Renata menatapku,lama dengan tatapan kosong.
"Apakah dia juga mencari sesuatu makna dari pertanyaan ku"? aku membatin.
"Pertama jatuh cinta aku telah patah hati" kata Renata kemudian.
"Sejak saat itu apakah tidak pernah mencintai orang lain lagi"
"Tidak ... takut patah hati lagi,apalagi aku sekarang,bekerja sebagai kupu-kupu malam, apakah aku masih bermimpi laki-laki mencintai sepenuh hati"?
mereka hanya mencintai tubuh ku untuk mrmuaskan nafsu mereka.
"Ya. . aku tau," Jesus crist,yang tanpa syarat, aku terlalu kotor dan hina,meski hanya menyebut namaNya.
"Re."! masih ada pria yang mencintai tulus pada mu," kata ku mulai merapatakkan diri.
"Siapa...."??? kamu bocah ingusan "?
Re... jangan menyebutku seperti itu "??
"Anak kecil." Ledek Renata.
"Anak kecil bisa bikin anak "! kata ku merebahkan Renata.
aku mulai menciuminya dengan lembut sambil membisikan kata cinta, dia tak menolak ku kali ini.
Jari-jemari ku membelai tubuhnya, perlahan. dia hanya memejamkan mata menikmatinya, pasarah.
Aku bertanya padanya bagaimana cara memuaskannya, ketika dia megelincang meraskana kenikmatan , maka aku akan melakukannya lagi dan lagi
Melakukan sesuai kemauanya dan keingnanya, memuaskan ego dan nafsunya dengan lembut.
Aku,melakukannya layaknya dia adalah seorang putri raja yang rapuh, yang manja dan harus dipuaskan semua ke inginannya.
__ADS_1
Di ranjang ini, aku bahkan menggap aku adalah pelayannya.yang penurut dan patuh. bahkan saat dia membenamkan wajah ku di bawah dan meminta ku megepel pangkal pahanya. aku menuruti sampai, semua cairan mucrat di muka.
Dia memberikan handuknya untuk ku, mengelap wajahku ,yang basah kuyup. aku tidur di sampingnya layaknya kucing peliharaan yang penurut.
Renata membelai-belai rambutku hingga aku tertidur pulas,sedang dia tidur tanpa busana .
Aku tidak tau hari telah pagi dan Renata mencium ku, untuk membangunkan ku.
Menciumi daerah terlarang dan sensitif , yang membuat semua tegang. dia pun memakan eskrim yang keluar dari senjataku yang sudah dari tadi di jilat dan di hisapnya.
Pantas saja dia jadi "Primadona selain bodynya yang benar-benar ," aduahi bak gitar sepanyol, juga Servis memuaskan.
"Re... mandi bareng yuh...."ajak ku.
Renata menggaguk saja, dan membawa ku ke kamar mandinya . berendam di badtube bersamanya.
Aku membantu mengosok tubuhnya , sambil mengucapkan pujian dan rayuan.
Dia terseyum dan matanya berbinar, aku merasa menemukan cinta dari tatapan mata nya, binar seorang perempuan muda yang lagi jatuh cinta.seperti aku sering temukan pada gadis atau teman sekolah ku yang tergila-gila pada ku.
Keluarga kami,yang pria hampir semua menjadi Casanova ,entah ini kutukan atau anugrah bagi kita. karena wajah kami yang tampan dan kaya.
"Ga...terimakasih semalam "? kamu meladeni semua kemauan ku, kata Renata dengan senyumnya yang polos. senyum itu benar-nenar tulus. wajahnya merona merah malu.
"Re...apa kamu mencintai ku,"? tanya ku, menatap nya lembut membelai pipinya yang mulus, hati ku terasa sesak ,
kenapa dia harus terjerumus di lembah yang kelam ini.
Seharusnya dia menikmati masa-masa remajanya di laur sana.
Menikmati,duduk bareng dan kongkow dengan teman seusiannya.
Dia bilang umur aslinya baru 22 tahun di malaysia di tuakan jadi 27 tahun supaya bisa masuk, dan bekerja di Malaysia.
Kerja luar minimal 25 tahun,tahun 19xx di Indoneisa,buat KTP sangat mudah untuk di palsukan ,dengan cara mencari staff yang bisa di sogok atau korupsi.
aku mengajaknya membilas tubuh penuh busa itu di sower.tanggan ku tak bisa berhenti membelai tubuhnya.
Aku benar-benar megagumi setiap lekuk tubuhnya.
" I Love you Renata.."! bisik ku lembut di telingganya .
I Love you too ,"Ga jawab Renata lalu mengecup bibirku.
-----------------Bersambung--------------
jangan lupa buat Likeπππππ
commmentβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈ
vote me baby βββββββββ
__ADS_1
Love me with πΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ
Β