
Kita akan ke rumah nyonya Septia minta maaf, karena kamu membuat dia kesal dan mengatai nya Rempong dan kamu lihatkah bagaimana cara dia melayani suami,mengerti tanya Hans lembut.
Risty hanya menggaukkan kepalanya.
dan Hans memegangi dagu Risty .
Lalu meraub bibir mugil yang suka berteriak-teriak kalau lagi Emosi.
di habisinya dengan mel*mat nya tanpa ampun sementara tanggan Hans bergerilya di dalam TangTop Risty.
Resty mengeliat manja di pangkuan Hans,yang terus saja memainkan lidahnya di dalam mulut Risty.
Hans membopong tubuh Risty ke ranjang dan meletakaannya dengan lembut.
menarik satu persatu bahan yang melekat pada tubuh Risty sehingga tampak mulus tanpa sehelai benang.
Badan Risty yang kecil ramping itu layaknya papan selancar dalam pandagan Hans.
Kini bukan tanggan lagi yang menari pada kulit Risty melainkan lidah dan bibir Hans.
Risty mend*sah menikmati ,gigitan dan kecupan Hans ," yang mulai liar menjalar dari bukit kembar turun ke area terlarang , Risty.
Kepala Hans mendesak-desak di sana dengan lidah yang menjulur ke dalam goa Risty..
Risty merancau ,"uhhh...achhh ."Hans rengek Risty manja yang merasa geli namun nikmat sampai ke ubun-ubun.
Risty menjambak rambut Hans yang masih bermain di sana,seperti orang yang sedang menyeruput mie kuah. sementara Risty mengelincang bak cacing kepanasan.
Hans segera membuka bajunya dan melucuti semua yang menempel yang menjadi penghalang di antara mereka.
Permaian ala rolingcoster yang bergantian posisi atas dan bawah model Frogy dan dogy style,' jeritan dan erangan di sore hari itu sungguh menggugah n*fsu yang mendegar.
Hingga puncak mereka mengejang bersama ." keduanya, bersimbah keringat dan rebah.
Setelah mereka istirahat sebentar kemudian di lanjutkan acara mandi bersama,orang nikah mah bebas.
Mereka berpakaian santai dan keluar,
Hans dan Risty membeli cake dan beberapa buah dan tentu Es cream kesukaan Satria.
Bibi ijah membuka pintu nya ,"saat mengetahui Hans dan Risty yang memencet Bell rumah.
"Hai.. nona Risty, tuan Hans ," bi ijah membungkuk hormat.
"Nyonya Septia di mana bi,"! tanya Risty,clingukan.
"Baru naik atas memandikan Satria, nona Risty duduk saja dulu dengan tuan Hans.
"Mau minum apa... "?? tanya mbok ijah.
"Bolehkan minta kopi mbok "? tanya Hans duduk di sofa.
"Aku juga mbok," kata Risty
Hans meliriknya, melihiat Risty yang duduk se'enaknya.
__ADS_1
"Risty duduklah feminim sedikit di tempat orang jaga kesopanan "! bisik Hans lirih.
"Elleh.... Enngak...."! Risty belum selesai bicara, Hans memelototinya. sehingga dia diam dan merubah posisi duduknya lebih feminim.
Hans terseyum melihat kelakuan Risty yang pengen gedumel ,"tapi gak jadi mulutnya komat -kamit seperti membaca mantra.
Tak lama Septia dan Satria turun bersama tuan Teja Hadinata.
"Hai.... pengantin baru,"apa kabar kata kakak Teja menyalami Hans,lalu mereka berpelukan.
"Berapa ronde Hans,"dalam semalam tanya kak Teja,berbisik tapi kami mendegar .
"Hai... ada anak Kecil disini, kata ku mengigatkan mereka.
"Ma...Satiya bukan anak kecil sudah gede sudah cekulah TE-Ka,saut Satria protes kepada ku sambil bersedekap menatap ku dengan mulut mengrucut.
Kami pun tertawa mendegarnya, dia benar-benar megemaskan.
"Comelnya.. Satria, kata Hans sambil mencubit pipi Satria membuat yang punya pipi makin cembetut.
"Papa... lihat paman Hans melakukan kekelasan pada anak kecil. teriak Satria pada kak Teja.
"Kekerasan Satria."!! kata Kak Teja mengambil Satria dari gendongan ku.
"Iya.. itu pah... Ke...kelasan "!! kata Satria lagi,"membuat kami tertawa terbahak-bahak..."!!
"Kalian kenapa menteltawakan ku"? saya malah"sangat malah kata Satria sambik bersedekap memandangi kami satu persatu.
Kami langsung diem tidak menerus candaan kami.
"Tidak ada maaf buat paman," kata Satria tegas dan menatap Hans tajam
"Puff gayanya, mirip sama kak Teja, aku membatin memandangi Satria.
"Bagaiamana kalau kita makan Es cream dulu, biar suasana dingin." kata Hans megalihkan perhatian.
"Es.. klim paman..,"?? tanya Satria.
iya...es cream,"jawab Hans mendekat ke arah Satria.
Ada lasa cuklat, paman "! tanya Satria melupakan kemarahannya.
"Ya ada rasa choklat ada strowberry, vanila dan kancang Satria mau yang rasa apa"? tanya Hans.
Lasa cuklat,"paman Satia mau lasa cuklat yang banyak segini,"kata Satria sambil merentakan kedua, tangganya lebar-lebar.
"Biaklah, berteman kita "?? kata Hans sambil mengulurkan tanggan nya.
"iya,belteman kita paman," kata Satria mengulurkan tanggannya.
Lalu kami makan Es cream bersama. kami mengobrola sampai pada waktu makan tiba.
Walau,Risty tinggal lama di rumah Septia dia tidak pernah makan satu meja dengan mereka.
Septia mengambilan nasi dan lauknya buat suami, sedang Risty dan Hans memperhatiakan saja.
__ADS_1
Lalu kak Teja memimpin doa makan, mereka makan bersama tanpa bicara. hanya sesekali Septia. menawarkan lauk atau soup buat mereka.
Usai makan kami bermain sebentar dengan Satria hingga waktu jam Stria tidur.
"Lia... ajak Satria naik, ini sudah waktunya tidur," kata ku pada Lia baby sister kami.
" Iya.. nyonya permisi "! kata Lia.
"Ma.. sebental lagi "masih mau main sama paman Hans.' ,kata Satria protes.
"Besok sekolah Satria harus bobok sekarang, besok kalau kesiangan Satria tidak boleh masuk sekolah bagaimana "?? tanya ku padanya..
"iya... sudahlah..., selamat malam papa Satria mencium, kak Teja.
"Selamat malam mah...,Cup... suara kecupan keras medarat di pipi ku dan aku terseyum di buatnya.
"Paman Hans.. selamat malam,
bibi Listy selamat malam. kata Satria lalu berjalan mengadeng Lia, menuju kamarnya.
"Nyonya.. sorry ya buat yang tadi kata Risty pada ku.
Sorry buat apa..."? tanya ku.
"Ya.. tadi ngatain ,nyonya rempong"!
" Tiada maaf dari ku,Risty anda saya pecat.'! jawab ku sambil terseyum.
"Dan mulai sekarang jangan panggil saya nyonya karena,baku bukan nyonya kamu lagi," jawab ku pura-pura galak padanya.
"Achh...nyonya.. kata Risty mendekat dan mengledot manja di bahuku.
"Kapan-kapan,belajar masak bersama Risy belajar masak yang enak buat suami biar betah di rumah,"kata ku pada Risty.
"Betul ,setuju nyonya Septia, saya setuju usul anda," kata Hans sambil mengacungkan jempolnya ke arah ku dan aku,hanya tersenyum padanya.
"Hans "! berapa kali kamu main pada malam pertamanya.
"Hai.. hayoo.,"! pada mau gomong mesum kata ku mengigatkan kan,
Urusan lelaki Septia, suami-suami takkan menggosibkan istri beda dengan istri yang gosipin suami saat bertemu, " jawab kak Teja lalu mereka tertawa dan tos.
"Hai... kelakuan sebelas dua belas itu nyonya," yang satu mister mesum yang satu mister cabul ," gantian Risty meledek mereka.
Hans dan kak Teja hanya terseyum melanjutkan obrolan mereka dan kami pun mengobrol urusan wanita.
------------Bersambung baby-------------
jangan lupa likeππππππ
commentβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈ
and voteβββββββββ
πΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ
__ADS_1
Β