Cinta Pertama Tak Lekang Waktu

Cinta Pertama Tak Lekang Waktu
"Melepaskan yang terpendam "?


__ADS_3

" Aku Risty Darmawangsa,tak akan menikah dengan lelaki manapun selain Hans, kalau aku ingkar biar di sambar petir.


"Duwooorr... "!!!


Risty dan Hans kaget suara petir dan kilat terdegar dari luar jendela rumah sakit. "!


"Risty ,jaga bicara mu "! aku tak meminta kamu bersumpah begitu.


"Mungkin alam juga ingin jadi saksi atas sumpah ku "! saut Risty.


"Kamu gila ,Ris... aku gak mau, memaksa orang yang aku cintai tetap ada disisiku," dan megorbankan krbahagiaannya untuk ku,"kata Hans.


"Ya.. aku memang sudah tergila-gila pada mu"! jawab Risty sambil memencet batang hidung Hans ,denga jarinya.


"Achhh...,"sakit Ris"! Aduhhh.. duhhh."! teriak Hans yang di tarik hidungnya sama Risty.


"Lepasin... hidung guwe ,patah tar "??


teriak Hans kesal.


"Eh..hemmmm.... "!!


suara deheman mengagetkan Risty, sepontan dia melepaskan jepitan jarinya di hidung Hans.


Risty segera berdiri setelah melihat, siapa yang datang, Tuan Anggara dan tuan Teja juga nyonya Septia.


"Lho... Hans kenapa....kaki mu "?? tanya papanya, "tuan Anggara.


Seingat tuan Anggara kakinya Hans tidak terluka sedikit pun.


Hans mengedikan satu mata ke arah papanya, membuat papanya terseyum dan manggut-manggut .


"Ini pasti sedang gerjain ,"Risty. "fikir tuan Anggara dalam hati.


"Achhh... papa memang," is the best ,slalu mendukung anaknya ,Hans tersenyum dalam hati.


"Selamat petang nyonya Septia dan


Tuan. sapa Risty membukuk pada keduanya.


"Wah,apakah separah ini,semua badannya di gif dan di balut perban ,tanya Tuan Teja ke Anggara.


"Tidak separah ,yang anda kira, "kata Tuan Anggara mengedipkan mata ke arah tuan Teja.


Tuan Teja pun hanya terseyum saja megerti maksud nya,.mereka disitu tidak lama .


Pihak rumah sakit sendiri ,sebenarnya tak mengijinkan, pasien yang kecelakan atau mengalami luka tidak di jenguk twrlalu lama dan banyak orang.


Demi menjaga ke bersihan pasien, agar terjaga dari kuman yang di bawa para pengunjungnya saat perjalanan.


Namun karena yang datang adalah tuan Anggara yang termasuk donatur dan penyumbang terbanyak dalam pendirian rumah sakit itu, membuat dia mendapat perlakuan khusus,apalagi beliau bilang hanya sebentar.

__ADS_1


Setelah mereka berbincang sebentar, merekapun pamitan pulang pada Hans.


"Semoga cepat sembuh ,Hans,"kata Tuan teja.


" Thanks you, perhatiannya ," balas Hans.


"Ris... kami pulang dulu, sabar dan jaga Hans, baik-baik" kata Septia sambil memeluk Risty.


Mereka pun keluar ruangan itu pulang kembali ke rumah tuan Anggara, Risty sendiri memilih tinggal di situ menemani kekasihnya.


Mereka telah sampai kerumah ,kembali


ke kamar masing-masing mandi dan tidur.


Lucinta terbangun saat,Anggara masuk dalam selimutnya.


"Sudah pulang pa.."! tanya Lucinta lalu mendekatkan diri pada tubuh suaminya. menyusup di dada lelaki yang telah mulai di cintainya.


Anggara pun memeluk tubuh,Lucinta yang mugil itu, Lucinta memang asli keturunan tiongkok dengan ciri khas mata sipit dan bertubuh mungil,"layaknya papan selancar yang membuat, Anggara tak melirik atau begitu bernafsu padanya.


Namun seiring waktu berjalan, Anggara pun telah mulai mencintai Lucinta atas ketulusan dan kelembutannya, Lucinta adalah orang yang sabar menghadapi semua masalah dan lika-liku hidupnya.


Lucinta selalu,pandai untuk menenangkan siapapun, merasa nyawan bila berada di sisinya.


Anggara mengecup kening Lucinta dan Lucinta membalasnya dengan mengecup bibirnya.


"Aku merindukan mu, Pa..bisik Lucinta pelan di iringi *******, membuat Anggara sedikit menegang saat Lucinta mulai mengecup leher Anggara dengan lembut.


Siyal-sinyal rangs*ngan itu menjalar ke otak dan bagian bawahnya, senjatanya mulai menegang saat Lucinta mulai mengelus-elus secara intens.


Angara pun mulai mengagahi Lucinta, merem*s d*da mungilnya, memainkan puncaknya yang tak timbul itu, put*ng Lucinta yang kecil membuat Anggara kadang menarik dan mengigitnya lembut.


Lucinta di buat med*sah tak beraturan, Anggara pandai membawa melambung ke angaksa dengan Foreplay"nya yang begitu romantic.


Anggara selalu memperlakukannya dengan lembut dan memuaskannya di ranjang, dia tak pernah merasa kecewa oleh cara berc*nta Anggara.


Wanita manapun akan,dibuat kecanduan kalau sudah meraskan sensansi romantic yang di padu keperkasaannya.


Namun ,Anggara adalah tipe yang setia, yang tak sembarangan bercinta,dia hanya melakukannya dengan Renata ,Lucinta dan salah satu wanita muda ,Anggara tak pernah memberitaukan siapa gadis yang masih muda itu.


Lucinta pernah bertanya pada Anggara, namun dia tak pernah mau bicara tentang gadis itu.


Masih menjadi misteri, bagi Lucinta yang penasaran."mungkin hanya Tuhan dan Anggara serta setan yang tau siapa gadis itu.


Dan alasan apa yang membuat Anggara mau melayani,gadis belia yang seumuran anaknya itu.


Lucinta marah dan cemburu waktu itu, namun Anggara tetaplah Anggara," yang selalu stay cool,dalam setiap masalah.


dia tak akan bocor smpai dia sendiri yang mengiginkan untuk jujur atau curhat.


Cerita itu di kuburnya rapat-rapat dan mulutnya benar-benar terkunci setiap Lucinta menayakan siapa gadis itu.

__ADS_1


Jadi dalam hidup Anggara,dia pernah


melakukan hubungan badan dengan tiga perempuan, meski saat jauh dari Lucinta pun dia tak pernah melakukannya dengan wanita lain.


Meski dia punya banyak uang untuk menyewa gadis,bahkan sekertarisnya pun sering mengodanya, atau wanita lain pun bakal rela di tidurinya.


Saat Anggara butuh pelepasan, wanita di mana saja bisa di rayunya, pesonanya masih terpancar jelas di mukanya yang tampan, kekar yang punya body atletis dan kaya itu.


Tapi dia selalu melakukannya sendiri di kamar mandi atau menelfon Lucinta untuk membantunya On*ni,saat butuh pelepasan.


Lucinta sedang berada di atas tubuh Anggara saat,Anggara mulai membalikan posisinya menjadi ada di bawah.


Anggara melepaskan senjatanya dari gua'nya Lucinta dia tak ingin segera menyelesaikan permainan itu,masih ingin bermain dengan tubuh istrinya yang di rindukan beberapa bulan,karena harus meyelesaikan tugas proyek di Indonesia.


Anggara menarik tubuh Lucinta sampai pada tepi ranjang, melakukan jil*tan di pangkal p*ha,membukanya sanggat lebar sehingga dia leluasa megerak-gerakan lidahnya disana.


Sementara tangganya mengelus-elus pusakanya,Lucinta sendiri mengerang dan megelincang tak beraturan meraskan kenikmatan yang di buat Anggara di sana.


"Anga...achh.... Angga...Uhhh.. Lucinta merancau megeliat-geliat.


"Anggara aku.. tak tahan lagi, plse...."! rengek Lucinta.


Anggara lalu menuduk dan mengakat tubuh mugil Lucinta mengedongnya dengan pososi berhadapan dan lalu.


Anggara memasukan sejatanya, pada milik Lucinta yang di gendong dan memegangi lehernya.


"Blesss....."!!


Achhh....Anggara..."!! jerit Lucinta yang merasakan senjata Anggara yang masuk kedalam yang sangat dalam.


Anggara menopang bok*ng Lucinta, sambil memompa dengan gerakan yang sangat cepat dan dalam.


Lucinta Menjerit-jerit nikmat , merengkuh kuat leher Anggara ,kadang mengigit pundak Anggara.


"Angga....i am want going Out...."!! teriak Lucinta di tengah-tengah des*hannya.


"Tunggu sebentar lagi Lucinta "sebentra lagi ,mari keluarkan bersama,"!


Anggara memompa lebeih cepat, lebih dalam," serasa semua masuk ke tempat Lucinta beturan terdengar cukup keras.


"Plakk... Plakkk... "!!


"Achhhh.....'!! suara Anggara melenguh mengakhiri permianan itu, dia meletakan tubuh istrinya yang mugil masih bergetar. perlahan-lahan ke ranjangnyanya dengan senyum puas.


------------Bersambung baby-------------


jangan lupa likeπŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘


comment✍️✍️✍️✍️✍️✍️✍️✍️✍️✍️


and voted✌✌✌✌✌✌✌✌✌✌✌

__ADS_1


Hadiah 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Β 


__ADS_2