
Sementara tuan Anggara, sock mendegar ledakan keras dekat cafe dimana mereka duduk di sana, dia baru berjalan 10 meter dari sana saat suara itu terdegar.
Tuan Anggara berlari, berbalik di tempat kejadian, karena dia inggat istrinya sedang di tinggal di sana .
Anggara pamit,sebentar untuk ke ATM mengambil uang cash, banyak orang di sana berkerumun, polisi pun telah datang dengan cepat.
Anggara berusaha masuk, namun di halangi petugas pemadam dannjuga polisi, Anggara memadang sekeliling mencari istrinya.
Mencoba terus menghubungi nomer hand phone istrinya, tak ada jawaban membuat dia gusar dan jantungnya berebar tak karuan.
Tempat dimana mereka duduk sudah porak poranda, matanya menyapu seluruh tempat itu, yang penuh dengan puing-puing. dia beberapa kali berusaha menerobos garis polisi namun tak bisa, dan tak di ijinkan.
Pikiranya sangat kalut, dia segera menelfon Hans saat itu juga.
"Hans.. Mama.. kamu... Hans...
kata Anggara terbata-bata setelah terdengar Hans mejawab," Hallo..
"Kamu apa melihat berita, headlines news,"?? tanya Anggara binggung menyampaikannya .
"tidak lihat pah... ada apa.."? tanya Hans langsung menyambar remote TV dan menyalakan nya.
Dari suaranya,dia tau bahwa papanya tertekan dan cemas, dan berita yang dia lihat membuat dia kaget.
__ADS_1
"Pa... apa...mama berada di sana, pah.. apa.. papa baik-baik saja..."?
Hans pun ikut cemas.
"Aku baru berjalan 10 meter dari tempat kami duduk Hans," tiba-tiba suara ledakanan itu terjadi dan saat menoleh aku melihat tempat, Lucinta sudah porak poranda.
"Bagiamana dengan keadaan papa disana "? tanya Hans.
"Aku..baik-baik saja Hans, aku hanya cemas keadaan mama kamu,semoga ada keajaiban dia selamat, kata Anggara parau.
"Ya.. semoga, pa...mari kita berdoa dan saya secepatnya kesana setelah mendapatlan tiket, pa..hati-hati di sana "!! kata Hans lalu menutup telfon
"Ya...Tuhan cobaan apa yang datang pada hamba mu ini, pada saat kami merasakan kebahagian,tiba-tiba kabar seperti ini datang, Hans bersadar pada tembok kamarnya saat Risty membuka pintu.
"Hans... ada apa..."? tanya Risty karena melihat Hans menangis.
"Ada apa dengan mama..."?? tanya Risty tak mengerti .
Risty menoleh pada berita TV yang menyiarkan siaran langsung, berita Bom bunuh diri di sebuah Club malam.
"Maksud...kamu...mama...a...ada ditemat kejadian "?? jerit Risty tertahan dan menutup mulutnya dengan jari-jari tanggannya.
"Bagiamana dengan.. papa...Hans "!
__ADS_1
dari mana kamu tau kabar mama ada di sana..Hans"?tanya Risty pada Hans yang terlihat sangat sock.
"Pa...papa, yang memberitau bahwa mama ada di sana, papa baru berjalan beberapa meter ke ATM saat bom bunuh diri itu meledak "! kata Hans dengan wajah kalutnya.
"Aku berharap mama... masih bisa di temukan, ayo Risty kita segera ke Bali dan mencari mama ,"kata Hans lalu berdiri dan mengambil koper.
"Kamu.. siapakan beberapa baju untuk kita dan aku akan mencoba mencari tiket pesawat untuk kesana"!
kata Hans sambil,meyerahkan koper pada Risty.
Hans segera menghubungi agent trevel untuk mendapatkan tiket pesawat dan memesan hotel sekalian
Mereka akan segera terbang malam ini juga,setelah mendapatkan tiketnya
Hans... berpamitan dengan tuan Teja dan nyoya Septia lewat Wa karena sudah jam 10 malam.
------------Bersambung baby-------------
jangan lupa likeππππππ
commentβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈ
and voteβββββββββ
__ADS_1
πΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ
--------------------------------