Cinta Pertama Tak Lekang Waktu

Cinta Pertama Tak Lekang Waktu
Desiran aneh dari tuan Anggara.


__ADS_3

Di Sebuah Restaurant mewah, kami telah duduk menunggu, tuan Anggara, yang katanya sebenatar lagi sampai.


Kami melambaikan tanggan, saat melihat tuan Anggara dengan beberapa anak buahnya , yang sedang memasuki pintu Restaurant di mana kami duduk tak jauh dari pintu masuk.


Kami lalu berdiri dan bow memberi salam sekedar basa-basi.


"Apa kabar"?? tanya Kak Teja menyalami tuan Anggara.


Sementara dari tadi,tuan Anggara hampir tak berkedip memandang ku.


Aku agak kikuk di pandangi seperti itu, namun ,apa boleh buat mungkin dia merasakan recalled ke masa lalu,ingat tentang bibi Rustinah,yang dulu dia cintai.


"Wajah ku,memang mirip dengan bibi Rustinah karena saya anak dari sudara kembarnya,wajarlah , gumam ku dalam hati.


Kak Teja mulai langsung saja, "to the poin membahas masalah pekerjaan, meminta kerja sama dan kesediaannya , untuk membuat dan membantu,merancang rumah kami, meski sebenarnya kak Teja juga bisa melakukannya dan indonesia tak kurang banyak bahkan berjibun design interior yang handal.


Ini bukan semata hanya sekedar ingin membuat rumah,atau membuat design


interior, tetapi hanya ingin mendekatkan diri pada sepupuku nanti.


Dan yang pasti,akan membuat Ibu aku bisa bertemu keponakannya.


Mereka akhirnya sepakat dengan sharat dan juga harganya untuk biaya sebuah rumah beserta jasa Interiornya.


Tuan Anggara segera menyodorkan surat perjanjian itu, mereka membubuhkan


tanda tanggan masing dan memegang satu. tauan Anggara juga, dia meminta Asistent nya membawa berkasnya.


Kami memesan makanan tea time kami dan makan bersama,tuan Anggara sering mencuri pandang ke arah ku,namun aku pura-pura tak tau.


Sepertinya dia,penasaran hingga akhirnya dia bertanya pada kak Teja.

__ADS_1


"Maaf tuan Teja, saya sedikit lancang," bolehkah saya bertanya sesuatu yang sedikit pribadi"? tanya tuan Anggara.


"Tentang......"??? tanya kakak Teja masih dengan mengunyah makanannya.


Perempuan yang ada di samping anda apakah istri anda "?


Kak Teja berhenti,menyuapkan makanan ke mulutnya, memandangi tuan Anggara, lalu melirik ku.


suasana jadi agak tegang, mereka saling berpandangan untuk sesaat.


"Tidak usah menjawabnya kalau, anda keberatan." tuan Anggara mencoba untuk melaratnya , menyadari kelancangannya karena dia menangkap sorot mata tidak suka dari kak Teja


Dia begitu sensitif membaca suasana dan perasaan orang . karakter orang yang


romantis memang begitu. batin ku.


"Tidak masalah tentang pertanyaan anda


dia Istri ku,wanita yang melahirkan satu anak bagi ku,maafkan tadi saya tidak memperkenalkan pada anda, tidak mungkin kan anda naksir dia"?" kata kak Teja membuat tuan Anggara yang lagi makan pun tersedak.


"Relax bro""!!! saya hanya bercanda."!!.


"ACHHH...." anda selera humornya tidak ada, kata Kak Teja meyodorkan tissu juga ke arah tuan Anggara.


Tuan Anggara agak kukuk di buat kak Teja namun , ikut tertawa setelah dapat menguasai ke gugupan nya.


"Saya hanya sedikit terkejut melihat wajah istri anda, seperti seseorang yang pernah saya kenal dulu, hanya dia seumuran saya tidak seumuran anda, mungkin kalau saya lihat, istri anda seumuran anak saya,


kata tuan Anggara masih dengan tatapan kagum sekaligus binggung, masakan naksir seumuran anak saya, seloroh tuan Anggara ,mencoba mengimbangi.


"Tentu saja anda, tidak akan mudah untuk melupakan wanita itu bukan,"? wanita yang anda cintai, yang melahirkan anak bagi mu" batin ku .

__ADS_1


Dia memandangi ku dan tanpa sengaja aku pun memandangnya, mata kami saling bertemu,untuk sesaat.


Dan dia agak gugup jadinya. sedang aku hanya menarik ujung-ujung bibirku hingga membentuk garis senyuman.


Aku tidak tau, apa yang sedang di fikirkan tuan Anggara sekarang, yang ku tau batinya pasti sedang bergejolak.


Makanan pun telah kami habiskan dan proyek pun telah di sepakati. jadi selesai


makan tuan Anggra pun pamit. kak Teja menyalaminya.


"Thanks you,"tuan Anggara, kerjasamanya sampai ketemu di indonesia number kontak ada di kartu nama saya ini, kak Teja menyodorkan kartu nama nya.


"Iya... sama-sama senang juga bertemu dengan anda."jawab tuan Anggara dengan ramah.


Tuan Anggara mengulurkan tanggan ke arah ku,sementara itu akupun, melirik kak Teja seolah sedang meminta persetujuan darinya dan kak Teja memberi istarat dengan menutup dan membuka matanya, tanda dia mengizinkan saya.


Aku pun menyambut uluran tanggan tuan Anggara dan mengulas sedkit senyuman.


Tuan Anggara Terlihat gugup,menyambut uluran tangan ku. kami berjabat tanggan agak lama, sampai ...kak Teja berdehem barulah tuan Anggara melepas tanggan ku, yang sedari tadi di geggamnya.


'Desir'an aneh saat di tatap oleh tuan Anggara the magic touch "?? aku memandangi ke pergian tuan Aggara ,dari restaurant ini,dengan hati gamang, aku takut..... ada rasa aneh menjalar di sana.


-----------------Bersambung---------------------


Thanks you buat pengemar novel yang beralur maju mudur cantik ini he he ...!


Love me with🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


like πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘


vote ✌✌✌✌✌✌✌✌✌✌✌✌✌

__ADS_1


and comment βœοΈβœοΈβœοΈβœοΈβœοΈβœοΈβœοΈπŸ‘βœοΈ


Β 


__ADS_2