
Sementara di rumah Septia, para asitent runah tanganya, lagi sibuk membawa beberapa tas dan juga oleh-oleh dari kampung.
Ibunya sudah datang ke rumah,sudah di jemput oleh paman Karta.
"Aduh ibu banyak banget bawaanya, kenapa harus repot-repot begini, tanya Septia.
"Iya...itu hasil kebun kita,tidak beli buat oleh-oleh. Satria dan kamukan suka buah pisang nanti bisa bikin pisang goreng." kata bu Rustini.
Bu Rustini dan pak Endro segera mandi setelah meletakan semua barangnya, mereka berencana agak lama tinggal, selain ingin menjenguk cucunya, bu Rusitini, juga ingin melihat anak dari saudara kembarnya itu yaitu Hans.
Sore itu, Septia dan ibunya sedang duduk di teras rumah makan pisang goreng.
"Bu.. enak sekeli pisangnya manis,"kata ku memuju pemberian ibu.
" iya...ini pisang masak di pohon jadi lebih manis nak" kata bu Rutini makan pisang goreng dengan sesekali meyeruput.kopi .
"Kapan ya bisa ketemu dengan Hans, " saya pengen sekali lihat anaknya mbak Rustinah .
"O.. iya bu... saya lupa kasih tau, dia pulang dengan Risty bu.,ke rumah orang tuanya, kalau berjodoh mereka bakal menikah dan kalau Hans mau jadi WNI, ibu bisa lihat Hans sesering mungkin.
"Benarkah "?? mata bu Rustini berbinar.
Mobil kak Teja masuk ke parkiran,
dan dia turun dengan tuan Angarra.
Saat tuan Anggara melihat ibu,dia terpaku seperti tak percaya",beberapa kali tuan Al, mengucek matanya.
Kak Teja,yang menyadari akan hal itu,lalu menepuk pundak tuan Anggara
"Tuan Angara... are you oke "?? anda baik-baik saja, "tanya kak Teja seolah tak tau akan masa lalu tuan Angga.
"Apa saya sedang bermimpi"? tuan Angga balik bertanya ,"masih tak percaya dengan apa yang di lihatnya, tuan Anggara benar-benar menyangka ,bahwa Renata hidup kembali, wajah kekasihnya yang sanggat di rindukan, cinta pertama dan terakhirnya.
"Tidak anda tidak mimpi"! kata kak Teja menegaskan.
Sedang raut muka tuan Anggara, masih saja antara binggung dan terkejut.
Septia dari tadi hanya diam saja, sementara ibunya juga melihat heran, tuan Anggara yang nampak aneh memandanginya dari jauh.
"Mari, silahkan masuk tuan, Angga... ,kata Kak Teja mencoba mengalihkan perhatian tuan Anggara.
"Tunggu.,"! bolehkah saya tanya sesuatu, tuan Teja.
"Ya.. silahkan "??
"Perempuan yang di teras rumah anda itu siapa."??
__ADS_1
"O...itu mertua saya "! jawab kak Teja.
"Mertua anda "? tanya tuan Anggara tak percaya .
"Benarkah ? tanya tuan Anggara, masih tak percaya dan penasaran.
"Marilah..saya perkenalkan." kak Teja mendekat kepada kami,mungkin kak Teja tidak tega melihat tuan Angga.. terus bertanya dan penasaran "!
" Mah... kenalkan ini tuan Anggara ,yang akan mengerjakan proyek rumah kami bersama anaknya Hans.
"Tuan Anggara ini,ibu Rustini mertua saya.
"Selamat sore nyonya,"? sapa tuan Anggara, sambil megulurkan tangganya.
"Selamat sore tuan " '! Bu Rustini menyambut uluran tanggan tuan Anggara yang menatapnya tanpa kedip.
" Kalau saya ,melihat cara tersenyum dan sikapnya, membuat ,tuan Anggara sadar kalau itu bukan Renata meski wajah mereka benar-benar sama, bahkan tak bisa di pungkirin kalau saat duduk bersama dan diam, akan sulit untuk membedakaknya. tapi masakan Renata menjelema atau reinkarnasi ataukah mereka kembar, ataukah Renata hidup kembali "!! atau pura-pura meninggal supaya lepas dari tuan Salim dan pulang ke indonesia."! Tuan Angga berbicara dengan hati dan fikiranya sendiri.
"Ehemmm.."!! kak Teja berdehem , untuk membuat tuan Anggara berhenti dari lamunanya dan melepaskan tanggan mertuanya.
"Mari tuan, kita masuk dulu, saya akan menjelaskan ke pada tuan Anggara sekali lagi soal proyek rumah sebelah.
Kak Teja membawa ke ruang kerjanya. dan entah apa yang mereka bicarakan.
lalu mereka keluar kembali,dan kak Teja
membawa kunci rumah kami yang di sebarang jalan.
"Tuan Teja, bolehkah saya bertanya, sesuatu yang pribadi."kata tuan Angga ,setelah mereka masuk rumah.
"Silahkan"!!
"Mertua anda apa pernah ke negara Malaysia"!
"Ya. pernah '!! jawab tuan Teja.
Deg..." jantung tuan Angga ,serasa mau lompat ,dia diam untuk sesaat menata perasaannya yang tiba-tiba kacau.
"Nama dia Rustini bukan Renata "?? tanya tuan Angga penasaran.
Tuan Teja tau kemana arah dari setiap pertanyaan itu.
Kak Teja mengela nafas panjang, tidak tega juga terus membiarkan, tamunya itu penasaran dan bertanya-tanya.
"Duduklah dulu, tuan Angga... saya akan segera mejawab semua rasa penasaran anda, dan menjelaskan semuanya.
Tuan Angga duduk di sofa,dan tuan Teja memberikan dia segelas air dingin pada tamunya.
__ADS_1
"Begini tuan Angga,... orang yang anda temui tadi adalah kembaran dari bibi Renata, nama asli dari Renata adalah bibi rustinah
"Mereka pernah pergi bersama-sama ke Malaysia untuk mengais rezeki dan demi membayar hutang orang tuanya.
" Bibi Rustinah pergi dari pabrik Garemnt tempat di mana kerja ," karena dia patah hati, dan juga karena di beri tau untuk segera membayar hutang-hutang orang tuannya, kalau tidak rumah dan tanah sawah mereka akan di ambil.
" Oleh karena itu, dia pergi ke tempat club malam untuk mendapat uang tambahan hingga akhirnya ,menjadi kupu-kupu malam.
"Lalu...anda pasti juga mendegar tentang hebohnya scandal saya dan guncangan dalam rumah tangga saya karena nona Sabilla bukan "?
"Ya... saya tau itu...."? dia adalah anak Renata dengan tuan Salim kata tuan Anggara mengiyakan.
"Waktu mertua saya melihat,video nona Sabilla itu, beliau teringat akan sudara kembarnya, oleh karena itu meminta kami untuk mencari tau.
Beliau begitu penasaran karena karakter, cara bicara dan senyum Sabilla mirip sekali dengan bibi Renata.
"Ternyata memang benar dugaan ibu mertua dan saya juga agak kaget mengetahui bahwa Hans adalah anak bibi Renata.
"Tunggu darimana anda tau soal itu "? rahasia ini tidak banyak yang tau, bagaimana yakin dia anak dari Renata.
"Achh... tuan tidak usah di tutup-tutupi bahkan saya tau siapa Ayah ,Hans.."!
"Oya... siapa..."? tanya tuan Anggara pura-pura bertanya .
"Tuan Anggara, andalah Ayah Hans, jawab tuan Teja sambil menatap tamunya itu dengan seksama. tamunya itu terlihat sock dengan semua penjelasannya , bagaiaman tuan Teja masa lalunya itu.
"Darimana anda tau semuanya ini "! tanya tuan Anggara lagi.
"Tentu saja,saya tau, saya menemukan buku diary bibi Renata, di sebuah kamar mami Angreny ,di dalam loker yang terkunci rapat.
"Tapi tenang saja,tuan. kami menyimpan rahasia ini rapat-rapat hanya beberapa orang saja yang tau dan semua masih family.
"Saya segaja kerja sama dengan anda untuk membuat rumah kami, selain saya tertarik dengan cara dan gaya anda yang unik juga sesuai kebutuhan kami, saya juga ada keingin mempertemukan ibu mertua kami dengan keponakannya .
"Meski dia dulu berharap masih bisa bertemu dengan kembaranya, yang teryata telah meninggal saat melahirkan putrinya Sabilla.
"Oke... "terimakasih pejelasannaya,kata tuan Anggara sambil menghirup udara banyak-banyak seolah hendak memberi ruangan pada dadanya yang terasa sesak dari tadi.
Lalu tuan Anggara menegak air dinginya sampai habis.
----------Bersambung baby------------
jangan lupa likeππππππ
commentβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈ
and voteβββββββββββ
__ADS_1
dukung dengan bunga πΉπΉπΉπΉπΉπΉ
Β