
Acara makan malam pun selesai, dengan membawa kesepakatan secepatnya, akan segera di laksanakan proyek yang ada setelah menyetujui bentuk desain rumah yang tuan Anggara perlihatkan,
Kak Teja akan segera menghubungi nya setelah izin, bangunannya keluar. kira-kira satu minggu, itu perkiraan dari kak Teja. kami lalu bersalaman dan foto bersama.
Hans yang minta dan saya pun juga minta nanti bisa saya kirim buat, ibu dan buat kenang-kenangan itu sepupu saya.
Setelah kesepakatan itu saya pun segera menghubungi ibu yang ada di kampung , mengabarinya kalau ,keponakan'nya telah berada di indonesia.
Pagi itu setelah mengurusi suami ku yang berangkat ke kantor.
"Shalom...Bu..."!
"Ya...nak shalom apa kabar "? jawab ibu.
"Mah... Hans sudah di indonesia, kami semalam telah makan malam bersama, ganteng buk "! Hans tinggi dan gagah
nanti saya kirimi fotonya.
"Proyeknya diperkirakan minggu depan akan segera di mulai, jadi ibu bisa kesini serta melihat Hans.
" Achh...ibu jadi tidak sabar nak "?? kata ibu penuh harap.
"Ya..ibu juga bisa tinggal disini, kenapa ibu slalu saja menolak untuk tinggal bersama kami. tanya ku pada ibu.
"Aduh nak, ibu dan ayah mu biasa tinggal di desa, dan kami ini suka tinggal di desa tidak bising dan udara segar, kita juga punya kegiatan mengurus krbun dan kambing domba,nanti kalau kami sudah renta dan dak bisa apa-apa boleh lah tinggal bersama.
"Hem... slalau saja itu alsaan yang paling sering ibu ucapkan.
"Nanti saya akan ajak Ayah mu kesana, tapi ibu ndak tau apakah ayah mu mau tinggal lama di kota, soalnya dia gak mau meniggalkan kambing domba yang dua tiga ekor itu lama.
__ADS_1
"Ya ...sedah terserah ibu saja, saya pamit tutup telfonnya ya bu, saya mau daftarin satria sekolah TK, kata ku mengakhiri pangilan telfon itu.
Saya segera,menuju ke kamar Risty untuk mengantar saya ke sokolah yang sudah saya diskusikan dengan kak Teja.
"Thok....Thokkk.."!
"Masuk... "!!! teriakan dari dalam begitu keras dari luar.
"Ehh... pagi nyonya"! sapa Risty masih dengan santainya duduk di sofa hanya menoleh kepada ku.
Aku duduk di sebelahnya, melihat dia yang dari tadi memindah-mindahkan cenel TV seperti orang yang lagi BT akut.
"Kamu kenapa..."?? tanya ku heran.
" BT.... '! jawabnya singkat.
"Kenapa..."?? tanya ku lagi.
"La... kalau ibu sakit ya harus pulang dong"! kata ku membenarkan ,ayahnya.
"Apa...an... dulu juga gitu,...pulang-pulang saya di jodohin,"
" Puff ." ! Risty menghenbusakan nafas nya ,kuat.
"ini abad ke berapa Nyonya " ?? apa masih ada, apakah masih relevant kisah zaman Siti Nurbaya sekarang." Risty mulutnya memonying seolah protes.
"iya lah...jadi gimana mau pulang apa.."? tetap di sini.
"Belum tau Nyonya," nanti saya akan cek apakah ibu sakit benaran atau cuma Ayah saja yang cari alasan "?
__ADS_1
"Kalau ibu sakit,saya akan pulang...'! kata Risty kemudian mematikan TV.
"Nyonya apa mau keluar '? tanya Risty.
"Iya... mau daftarin Satria sekolah TK , dekat sini saja kok.. ayi berangkat takut telat nich '!
"Siap bos,,'!! kata Risty menempelkan tanggan ke keningnya.
" Haizt.....'! aku cubit lengannya
Kamu lalu keluar bersama,Satria ,Lia aku dan Risty.
" Risty ...kemarin kamu.. ada apa dengan Hans, habis keluar muka kamu langsung cembetut." tanya ku pada Risty yang sudah menyalakan mobilnya siap berangkat.
"Nanti saja introgasinya fokus nyetri nich"
"Alasan .. '!! sambil mencebikan bibir, namun aku pun diam saja mengikuti ke inginannya.
----------------Bersambung----------------
jangan lupa buat Likeπππππ
commmentβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈ
vote me baby βββββββββ
Love me with πΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ
πππππππππππππππ
__ADS_1
----------------------------------