
Sore kami pun sudah siap berangkat sesuai janji, bertemu di restoran yang kemarin.
Kali ini Risty memakai baju kegemaranya. celana jeans dan kaos oblong,rambutnya di gulung ke atas sekenanya,terlihat natural. dia memang tidak tahan panas itu katanya,setiap saya komplen untuk mengurai rambutnya yang indah itu.
Dulu ,waktu di Malaysia,Risty potong pendek ,wajahnya nampak lebih ke cowok imutz namun sejak dia, pulang indonesia, ibunya melarang dia potong pendek dan harus di panjangin, meski mau protes tapi Risty memilih mengalah saja.
Kami sudah berada di restoran 10 menit, sebelum waktu janjian, telah duduk di sebuah meja yang agak pojok.
Nampak Hans pun telah datang,dan saya melambaikan tanggan ku, untuk memberi tanda tempat kami duduk, setelah dia telfon saya menayakan keberadaan kami.
"Selamat sore nyonya "! Hans menyapa lalu melirik ke arah Risty.
"Selamt sore nona" ! Hans juga menyapa Risty yang sedang asik main hp.
"Se-selamat sore juga," tuan Hans . jawab Risty sedikit gugup.
"Sialahkan duduk ',Hans. kata ku .
"Terimakasih nyonya."jawan Hans sopan jauh dari kata Aroggant atau sombong sepertu yang di katakan Risty atau kak Teja.
"Kita pasan makanan dulu,"! kata ku sambil ngobrol kata ku,meyodorkam daftra menu makan.
Risty pun sibuk melihat-lihat dan segera menujukan pada ku pesananya,karen Hari masih sore ,kita pesan Roti panggan, secangkir kopi salad dan chicken wing.
Lalu,kami memangil pelayan untuk datang dan mencatat makanan yang kami pesan.
Hans memesan Cheese cake , secangkir black cafee.
"Hans...."!
"Ya... nyonya Septia ada apa"? tanya Hans saat melihat ku ragu untuk meneruskan perkata'an ku.
"Emm....."!! huufff.... aku mengembuskan nafasku kembali.
"Katakanlah saja nyonya " saya, sedang menunggu ada bicara, bukan kah tadi anda bilang butuh bantuan dan emergency"??
" Emm..,"bolehkah saya,meminta tolong pada anda,tapi.. agak pribadi bukan masalah pekerjaan. "
"Katakanlah ,mungkin saya bisa bantu.
Pelayan telah, datang meletakan pesanan kami,dan saya pun terpaksa menunggu , pelayan itu selesai mengerjakan tugasnya
setelah pelayan itu pergi aku pun kembali ingin megucapkan sesuatu,tiba-tiba Risty permisi ke toilet,aku memelotototinya.
"Nyonya sa...saya permisi ke toilet, sebentar ,sa..saya sakit perut,"! katanya sambil berlalu,tanpa menunggu jawaban ku.
"Mungkin dia takut, penolakan atau dia sebenaranya grogi, saat aku hendak bicara pada Hans tentang.,niatnya."Hehh dasar anak ini,pinter cari alasan, " grutuku dalam hati.
__ADS_1
"Begini Hans.. saya mau minta tolong pada anda ,"untuk menemani, adek angkat saya Risty, untuk pulang kerumah orang tuanya, dan saya meminta anda untuk membantu dia, agar tidak di jodohkan oleh ayahnya.
"Maksud ,"nyonya ?"
"Emm..bisakah anda , menemani Risty pulang ke rumah nya ,"untuk jadi pacar sementara atau pacar palsunya,hanya sandiwara supaya dia bisa menolak perjodohan nya, dia sangat takut di jodohkan lagi, karena besok dia harus pulang. Ayahnya selalu saja akan menjodohkan dia, kalau dia di suruh pulang ke rumah.
"Kenapa harus saya,"??
"Karena, anda adalah teman lelaki yang dia kenal.
"Saya teman yang dia kenal," tanya Hans sedikit kaget.
"Siapa dia ya," saya sudah mengecek foto yang ada di Hp rahasianya saya, namun tidak ada wajah wanita itu, meski pun saya merasa tidak asing padanya'"!! siapa wanita itu, yang pasti dia bukan korban kenakalan remaja ku,apa aku terima saja tawaran itu sambil mengenal atau mengigatnya.Hans terus saja menimbang tawaran itu dalam hatinya .
"Kalau anda keberatan tidak apa-apa kami akan segera mencati yang lain,saya harap anda bisa memberi keputusan sekrang, kata ku saat Hans diam saja setekah saya mengutarkan maksud saya.
"Tunggu nyonya bukan begitu, saya hanya mencoba mengigatnya, anda bilang saya adalah salah satu teman lelaki yang dia kenal."??
"Iya... selain Tuan Teja Hadinata,anda memang bukan teman sekelas karena anda senior dia di SMA,tentu anda tidak mengenali dia, karena dulu dia selalu berpakian laki-laki dia gadis Tomboy.
dan anda pindah sekolah lain,jadi cuma sebentar kalian bertemu di SMA.
"Astaga...."!! Jadi.... dia.... adalah...
Risty Darmawangsa,Ayahnya dulu Patner kerja Ayah saya,di Malaysia.
"Lihat saja aku bakal kerjain dia. akan aku balas kau Risty. " Hans membatin sambil mengelus jangutnya yang tidak gatal itu.
"Kenapa tidak dia saja,yang bicara pada saya nyonya Septia,kenapa harus anda yang bicara dan memohon pada saya"?? tanya Hans sedikit binggung.
"Dia,tidak begitu suka berdekatan dengan lelaki. jawab ku sambil tersenyum kecut.
"Cihh..."! tentu saja tidak berani karena dia lebih menyukai yang sejenis. rahasia umum di kelas. Hans kembali membatin.
"Kok dia lama sekali ke toilet,nyonya ," bisakah anda memanggil dia, saya akan memberi jawaban setelah bicara padanya.
" O... iiya..ya..., sebentar saya telfon dia.
Lalu ,saya ingin menelfon Risty, yang sudah hampir 15 menit di toilet belum balik lagi.
Saya baru mau memencet nomernya, dia sudah kembali duduk di tempatnya.
"Lama.. sekali dari mana,"?? tanya ku.
"E.. dari toilet... terus ke teman sebentar tadi,E....e..itu," bibi Ijah telfon jawab, dia sekenanya.
Ada bau rokok di mulutnya,saat dia bicara dia pasti merokok di luar . kebiasan dia kalau lagi galau.
__ADS_1
Meski l, dulu sudah berjanji untul berhenti, tapi kalau galau pasti itu rokok kelaur lagi.
"Tuan Hans mau bicara sebentar sama kamu, dia meminta untuk bicara berdua di luar dengan mu kata ku pada Risty .
Risty berhenti dari aktifitasnya. memakan roti panggangnya ,yang sudah dingin.
"Kenapa tidak di sini saja "tuan Hans"? tanya Risty agak kikuk.
"Hanya sebentar , nona Risty Damamari kita keluar jawab Hans lembut membuat Risty segera berdiri.
"Permisi nyonya." kata Hans Bow lalu pergi.
Mereka duduk di kursi taman,yang agak jauh dari keramian.
"Kamu Risty Damawangsa."
Risty hanya menganguk tanpa menoleh pada Hans yang di sebelahnya.
"Pantas saja saya tidak kenal, anda di sekolah, kamu suka memakai nama Dama nama Risty hanya beberapa ornah yang tau,bukan kah begitu..."??
Risty sekali lagi hanya mengangguk, mulai saja dia membatin.
"Haduh....kenapa masib berbelit-belit gini tinggal bilang mau apa gak aja pakai acara duduk di taman,kalau gak butuh rasanya sudah tak caci maki sok ganteng sok keren, belagu , jual mahal Grutu Risty dalam hati kesal.
"Apa imbalan yang aku terima untuk, menolong kamu menjadi pacar palsu mu"?
"Masak nolong pakai imbalan, yang benar saja anda tidak tulus."!! kata Risty agak meninggi tapi segera dia kontrol emosinya. saat melihat Hans mulai pasang muka tidak suka .
" Ya.. sudah kalau kamu tidak mau, lagian siapa yang mau jadi pacar wanita yang meyukai sesama jenisnya dan....
"Kamu..."!! Risty segera menutup mulut Hans dan Hans memegangi tanggan Risty yang menepel di mulutnya,lalu menariknya..
"Bagaiamana kalau aku minta, kamu mencium bibir ku dengan benar, dan penuh perasaan,supaya kamu bisa belajar mencintai lelaki bukan perempuan.
Hans berbisk lirih dan terasa mengoda sekali.
Sedang Risty hanya terbelalak dan mengagakan mulutnya tanpa dia sadari "!!
------------Bersambung baby------------
jangan lupa likeππππππ
commentβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈ
and votedβββββββββββ
dukung dengan bunga πΉπΉπΉπΉπΉπΉ
__ADS_1
Β