
Makan malam telah usai,Risty kembali
ke kamar. sedang Hans ,masih duduk dengan Tuan Teja di ruang keluarga." entah apa yang mereka bicarakan
Risty sudah tak perduli.
Tuan Teja berusaha ramah kepada Hans, mungkin karena dia menghormati istrinya,
bagaimanapun Hans adalah sepupunya.
"tuan Hans ..."! kalau proyek itu sudah mendapat IMB nya, bagaimana kalau anda dan Papa anda tinggal di sini, disini banyak kamar, atau anda bisa juga memakai rumah yang ada di depan itu, itu pun ke punyaan saya, cuman belum di bersihkan, karena yang mengontrak baru seminggu pindah.
"Achh... tuan Teja jangan pangil saya tuan anda bisa memangil Hans saja,anda kan senior saya.
Hans berdeplomasi mengati kata lebih tua dengan kata senior , biar tidak ada kesan menyinggung .
Mulut Hans memang selalu manis dalam memilih kata dan bahasa, tak salah dia di sebut ,"Raja gombal, si mulut manis, sang penjilat ulung .
"Achh ,"entah apalagi predikat di sekolah, waktu itu, selain dia seorang pelajar unggulan dalam pelajaran dia juga unggul dalam dunia pergombalan perempuan.
"Boleh juga saya setuju pendapat dan saran anda tuan Teja, besok kalau sudah pulang dari tempat Risty, saya akan bicara ke pada Papa,untuk pindah kesini. tinggal di hotel terasa sesak dan kurang leluasa. saya suka dan hobby masak sendiri .
"Oya... "?? tanya Kak Teja tak percaya kalau Hans hoby masak.
"Ngomong-ngomong kenapa anda mau, ikut dengan Risty, bersedia membantunya menjadi kekasih palsunya "?? tanya tuan Teja sedikit penasaran dia bukan tak tau kalau mereka pernah bentrok dan tanding di arena silat.
"Ya... mungkin karena saya, kasian,dia juga pernah jadi adi kelas, anda tau saya tidak tega'an dengan perempuan ,kata Hans sekenanya.
"Anda yakin melakukanya"! bagaiaman kalau keluarganya benar-benar mengagap anda calon menantunya," tanya tuan Teja mencoba memancing reaksi Hans.
"Kalau berjodoh,tak ku tolak, kalau tidak jodoh, "mau di paksa model apa pun juga! takkan bisa jadi, bukankah begitu tuan "?
"Hemm Hans seorang yang" Easy going", orang yang bersifat santai ,mengangap segala sesuatu mudah dan mengagap masalah itu bukan suatu masalah. hanya sebuah proses menuju sebuah jalan atau kesuksesan, masalah besar akan di kecilkan dan masalah kecil akan di tiadakannitulah sifat "Easy Going. cukup menarik batin tuan Teja.
"Ya..betul kata kamu Hans,"! aku rasa anda harus tidur awal untuk berangkat pagi buta, saya titip Risty , walaupun dia tomboy bagaimana pun dia seorang perempuan.
" Istri saya sangat sayang padanya, dia sudah seperti adik kandungnya sendiri. kata tuan Teja solah memberi peringatan pada Hans.
__ADS_1
"Baik lah tuan, siap laksanakan, kenapa tuan lebih mengawatirkan nya, daripada tamu tuan yang layak di lindungi dari singa betina. canda Hans yang di balas senyuman oleh tuan Teja.
"Anda terlalu bergurau,bukan kah anda lebih pandai mengatasi berbagai model perempuan,saya kagum sama anda yang menaklukkan banyak perempuan di sekolahan dulu,sloroh kak Teja tak kalah menusuk.
Hans hanya tersenyum kecut,mendegar slorohan tuan Teja, yang mengandung sindiran itu.
"Achh... tuan Teja terlalu memuji, mereka bukan saya taklukan, dari pertama mereka sudah jatuh cinta dengan ketampanan dan kekayaan papa saya, yang tajir,tapi yang ini beda kata Hans mengedipkan mata sambil tersenyum.
"Whatever..."!! Good night Hans. kata tuan Teja segera berdiri.
"Good night juga tuan, kata Hans menimpali.Hans ikut berdiri dan bow.
Tuan Teja melangkah menaiki tangga
menuju ke lantai atas.
Hans pun berjalan ke arah kamarnya yang melewati kamar Risty,di depan kamar itu dia berhenti, tanggannya begitu gatal sekali ingin mengetuknya.
"Thok-Thokk..."!! tanganya usil itu nekat mengetuk pintu kamar Risty
"Ada apa tuan" Cabul ? tanya Risty yang meyembulkan muka di pintu.
"Bukalah pintu saya ingin bicara sebentar, kata Hans membujuk.
"Malam begini anda mau, masuk kekamar perempuan mau apa tuan "CABUL "tanya Risty yang masih merem melek karena ngatuk.
"Anda perempuan "?? tanya Hans mencoba memprovoasi Risty.
"Tentu saja apa kamu tidak lihat ini...ini nichh kata Risty sambil menujuk-nujuk gundukan di dadanya tanpa sadar.
"Mana ,tau itu asli apa bukan ,"? mungkin sekedar busa saja,kata Hans terus saja memancing di air keruh,kelihatan Risty belum sadar dengan apa yang baru di lakukanya.
"Biarkan saya masuk untuk bicarakan sesuatu dan memeriksa gundukan itu asli apa bukan " kata Hans mendorong perlahan pintu kamar tanpa penolakan dari Risty yang masih ngantuk itu.
Risty menjatuhak diri di sofa, tanpa menyadari tatapan mesum dari Hans.
Hans melirik di meja, dekat sofa itu yang tergeletak botol minuman dan obat tidur.
__ADS_1
"O ..pantes saja dia,mudah di profokasi dalam pengaruh alkohol dan obat tidur "? Hans tersenyum nakal, otaknya mulai treveling ke tubuh Risty yang bersandar di sofa dengan terlentang.
"Membuat dia tertantang, dan tergoda menjamah dua gundukan gunung yang ada di dedepannya,tanggan'nya terasa makin gatal ingin memainkan jemarinya di sana.
Tidak butuh hitungan menit , Hans telah sangat dekat dengan tubuh Risty, tangan Hans menyusup di balik piyama wanita yang ada di depannya, bahkan dengan satu tanggan saja dia bisa membuka pengait "Bra milik Risty.
Tanggan Hans,dengan lancang bermain pada gundukan itu,dan memilin-milin puncaknya." membuat yang empunya badan mendesah dan megerang manja.
Risty dengan mata terpejam menarik Hans dan mencium bibirnya penuh nafsu
Hans masih mencium bau alkohol dan rokok yang sangat kuat dari bibir Risty.
Hans pun membirakan Risty, mengecup dan megigit lehernya. Hans melenguh menahan gejol nafsunya sendiri.
Risty naik di pangkuan Hans"! dan Hans pun tak menyia-yiakan kesempatan itu.
Namanya kucing ada ikan datang di depan mata ." masak tak di santapnya apalagi ikan itu kesukaannya dan mengugah selera.
Jujur saja Hans sudah tidak prenah main perempuan setelah keluar SMA ,dsn kuliah, sejak cintanya di tolak oleh Sabilla waktu itu. meski tak sedikit wanita yang mengoda dan membujuknya tidur bersama dengan percuma.
Dada Risty sangat kenyal dan otot perutnya terlihat keras meski tak membentuk six pack ,Hans tau kalau Risty pasti sering Pust-Up dan set-Up, cewek ini juga menekuni bela diri dan suka olah raga jadi wajar badanya sangat kenyal.
Hans menegelamkan mukanya ke dada Risty. dia pun membuat tanda merah di sana. kiss mark yang sangat banyak, dia tak bisa berhenti, badan Risty benar-benar sangat ingin di jaman dan disentuh." gumam Hans seolah membela diri.
Semua ototnya menegang dan rintihan Risty seperti rengekan untuk terus di belai. mungkin itu hanya pikiran yang timbul dari kemesumnya saja.
Namun Hans, benar-benar seperti anak kecil yang menemukan mainanya yang baru dan tak ingin melepaskan ," apalagi . meninggalkannya begitu saja,setiap dia menarik wajah dan bibirnya dari tubuh Risty, bibir itu akan kembali menempel pada nya. magnet wanita ini begitu kuat. guman Hans yang terus menjilati dan bergerilya di tubuh wanita yang ada di dedepan'nya.
.------------------Bersambung baby---------------
jangan lupa likeππππππ
commentβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈ
and votedβββββββββββ
dukung dengan bunga πΉπΉπΉπΉπΉπΉ
__ADS_1