
Hari berganti minggu berlalu akhirnya, waktu yang di tunggu telah tiba yaitu bertemu dengan sepupu ku, meski saya
tidak menyangka masih punya sanak family dari ibu.
Kak Teja meminta sopirnya menjemput, menyuruh sopirnya, untuk membawa langsung hotel yang telah di pesan kan.
Agak berdebar , karena kata Risty dia terkesan Aroggant dan mata keranjang.
"Puff...."!!
Nanti malam kami akan bertemu, dan hari ini entah mengapa jadi Nervous 'memikih baju seolah maun kencan dengan pacar saja.
"Malam itu,aku menggunakan baju warna merah menyala, dengan blezer hitam,itu adalah paduan warna yang sangat saya sukai.
Kami janjian di sebuah Restaurant dekat dengan hotel yang mereka tinggali.
Tuan Anggara terpana memandang ku, sementara Hans pun demikian, Risty sengaja saya ajak , supaya bisa ngobrol dengan Hans. merekakan dulu teman sekolah.
"Hai... selamat malam, sapa kak Teja pada tuan Anggara, sedikit bow, yang ternyata lebih duluan datang di sana.
Tuan Anggara pun ikut ,bow membalas hormat, sedangkan, Hans bow sambil melirik Risty.
Risty yang di lirik melototin, Hans dengan pasang muka garang.
"Hari ini saya memaksa Risty untuk pakai gaun dan aku mendadaninya. meski dia telah mencoba, memberontak aku tak perdulikan.
Aku sendiri terpana dengan hasil polesan aku, atau memang sesungguhnya Risty sangat manis dan imutz saat berdandan feminim.
Pasti kalau ada kesempatan , Risty bakal membalas, tapi kali ini tidak bisa, karena waktu terlalu singkat dan mendadak.. apalagi saya bilang kalau tuan Teja meminta bantuan nya.
Pelayan restaurant telah menyodorkan menu makan dan mencatat semua pesanan kami.
__ADS_1
"Tuan Hans... apa masih ingat dia "?
aku menujuk ke pada Risty. sedang Risty melototi aku.
"Sepertinya saya pernah melihatnya, tapi saya lupa, di mana "?
"Ya lah... kebanyakan perempuan jadi lupa kawan lama "! cletuk Risty sarkas.
Kami semua berhenti melakukan kegiatan kak Teja yang mengobrol dengan taun Anggara pun berhenti memandangi Risty dan juga Hans.
Hans mengreyitkan dahinya menatap Risty, sementara yang di tatap cuwek main Hp seolah tak ada apa-apa," !
"Apa maksud anda bicara begitu...mari kita selesaiakan di luar, jangan menggau mereka "kata Hans memandangi Risty.
"Apa.."? mau ngajak"pencak silat ! " ayo saya ladenin. kata Risty bangkit berdiri. mencicing gaunnya..
"Astaga ..." Risty bisik ku lirih.
"Nyonya saya keluar sebentar, sepupu anda bisa kan sekali-kali di beri pelajaran Risty berbisik padaku , kemudiam berdiri dari tempat duduk nya, meski saya tak memberi izin keluar.
Hans berpamitan pada kak Teja dan juga pada papanya. mereka hanya memberi isyarat dengan tangan hampir bersamaan
Di luar di taman yang sekitar restoran itu.
"Apa anda kenal saya"? tanya Hans pada Risty begitu mereka berada di tempat sepi.
"Siapa yang gak kenal buaya darat di SMA Erlangga."sang ketua Osis yang suka sekali ," Ospek murid wanita untuk pajant pagar sementara dia ,teman laki-lakinya di bawah dan mengitip warna clana dalamnya dan suka sekali memgombalo wanita untuk di tiduri .
Hanya ada satu wanita yang ,membuat dia tercoreng mukanya, yang menolak nya mentah-mentah saat itu, tapi tidak mungkin dia Sabilla karena dia sudah meninggal.
"Kamu ...!!! Hans membekap mulut Risty sebelum dia ngoceh banyak-banyak ,Hans yakin perempuan di depan nya pasti kenal dia. karena tau kebiasa buruknya waktu di sekolah SMA dulu. pasti dia teman lama yang luput dari inggatannya.
__ADS_1
Hans sudah berusaha keras mengigatnya tapi belum satu nama pun yang nyantol di otaknya, sementara perempuan di depan nyan ini bisa megoceh detaik begitu, tentangnya.
Emmm....emmm.. Teriak Risty karema di bekap Hans.
Dia mengerakan, kaki nya mencoba menedang dan.......
"Bretttt......"! Ups......""!!
Suara gaun yang terkoyak cukup keras.
dan bukannya Hans yang mau jatuh tapi Risty .
Dia tak sadar kalau dia memakai gaun . saat hendak mendendang Hans,otomatis dia sendiri yang mau terjungkal kebelakang, bersama Hans yamg sedang membekapnya.
Di kaarenakan, Risty mendadak bergerak saat di cengkramannya .membuat dia pun ikut oleng ke depan, megimbangi tubuh Risty yang mau terpelanting ke belakang.
Tanggan yang di pakai Hans menutup mulut, reflex menjadi penyangga tubuh mereka dan.....
'Cupst....."!!
Bibir mereka bertemu saat jatuh bersama Risty yang ada di bawah, tak bisa lagi mengelak dan bergerak beberapa saat dia seperti Frozen saat itu , karena terkejut dan malu.
ini pengalaman pertama bibirnya di cium seorang laki-laki. rasa hanggat yang menjalar pada tubuhnya. debaran jantungnya tiba-tiba makin cepat dan tak beraturan.
----------------Bersambung baby---------------
jangan lupa likeππππππ
commentβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈ
and votedβββββββββββ
__ADS_1
dukung dengan bunga πΉπΉπΉπΉπΉπΉ