
Akhirnya,kami sepakat merawatnya.
walau dengan berat hati dan perih.
Aku menghubungi Sabilla kemudian aku menyuruhnya mempersiapkan diri.
termasuk menyiapkan paspornya dan document lainnya.
Saya mengajukan dia bekerja di kantor
kami, itu hanya alsan supaya dia bisa tinggal di indonesia lama dan dapat visa kerja disini .
Perih yang ku tahan sebagai sebuah rasa kemanusiaan, jiwa ke'ibuan ku dan rasa iba megalahkan semua sakit hati ku.
Dan setelah visa Sabilla turun kami, memesankan tiket pesawat buat Sabilla. hari yang kami jadwalkan telah tiba, hari ini dia akan terbang dari Malaysia .aku dan Risty yang akan menjemputnya
" Risty..., apa kamu bisa di percaya "??
tanya ku, kepada sopir pribadi ku
yang sudah dua tahun"an bersama ku.
" Tentu nyonya," anda taukan saya sudah dua tahun bersama nyonya tak satu pun .
tentang kehidupan tuan dan nyonya yang terexpos keluar tidak pernah bocor ke luar.
Tentang bagaiaman sifat atau perlakuan tuan ke nyonya yang terkadang lembut,
terkadang sadis, terkadang romantis. mereka taunya tuan Teja ,seorang yang romantis ,perhatian, setia , tampan lelaki idaman setiap wanita.
" Risty.....!!!!!
Aku membentaknya sambil tersenyum dan dia ikut tersenyum simpul.
"Ris, kita akan menjemput seorang wanita, yang mengandung anak Kak Teja.
" Apa..."!! Nyonnya ,apa saya tidak salah dengar." Risty agak berteriak saking kagetnya.
Lalu aku ceritakan semua masalahnya.
dari kejadiannya saat saya memelihat dengan mata kepala sendiri adegan ranjang itu.
Jeriitan hati ku rasa sakit dan berusaha
melupakan semuanya, tapi sungguh
__ADS_1
tak kusangka, masalahnya tidak berhenti dengan kata. Maaf dan mengampuni suami ku yang selingkuh air mata kun menetes perlahan ,seperti mewakili pedih di dada ku, Risty tiba-tiba meminggirkan mobil nya ,turun dari mobil , pindah ke belakang dan duduk di samping ku.
" Nyonya bolehkah saya memeluk anda"?
Aku hanya mengangguk -agukan kepala
dan Risty memeluk ku erat seolah ingin menyalurkak kekuatan exstra untuk aku dapat hadapi keyataan ini. dan tangis ku
pecah di sana, air mata yang tak mampu
ku bendung lagi.
Setelah agak reda, Risty kembali kedepan
menyetri mobilnya ke arah bandara.
sesampai di sana kami menunggu agak lama karena kami datang awal sebelun pesawat mendarat, aku melihat sabilla , dan akupun melambaikan tanggan ku
tapi Risty hanya mematung meliat Sabilla.
"Risty..."! aku senggol bahunya, dia masih bengong melihat Sabilla.
" Ayo bantu dia angkat kopernya,tidaak berat itu, aku sudah bilang pada Sabilla
tak perlu bawa banyak baju, kami akan
" Nyonya,apa nyonya yakin, anak yang di kandungnya adalah anak tuan Teja.
" Iya...iyalah kan dia masih gadis,katanya
masih perawan waktu berhubungan dengan suamiku, ada bercak darahnya di spraynya waktu itu, dia menujukan pada ku pagi harinya dengan mengirim spery itu kekamar ku.
Risty hanya tersenyum sinis memandangi Sabilla yang makin dekat pada kami.
"Masih perawan "??" kata anda nyonya , C..ciihhchh'! aku tak percaya nyonya, Risty menujukan muka muaknya dengan memperagakan orang yang mau muntah.
" Haai.... berdebatnya kapan-kapan saja.
sekarang bantu dia,bawa kopernya. biar gak capek dia kan lagi hamil muda.
" Hehhh manja amat "!"
Risty pun melangkah mendekati Sabilla, wajahnya nampak sekali kalau tidak suka.
Sabila hanya melirik Risty dan Risty pun berbisik ke arah Sabilla, entah apa yang di bisikan Risty padanya hingga membuat muka Sabilla sedikit menegang, lalu dia tersenyum dan gantian membisikan sesuatu ke Risty.
__ADS_1
" Hai... apa kalian saling kenal?? "tanya ku
pada mereka berdua, sambil bergantian
memeandang mereka heran dari muka
mereka nampak sekali mereka saling
tidak suka atau membenci.Risty tersenyum sinis dan penuh amarah yang tertahan.
"Kenal dari dunia gelap nyonya ,sloroh Risty sambil melirik pada Sabilla.
Sedang Sabilla mengelang menganti kata tidaknya untuk menjawab pertanyaannku.
Risty kemudian menyeret koper Sabilla lalu memasukkannya kebagasi mobil. membukakan pintu buat ku, sedangkan
Sabilla mau duduk di depan tapi segera di usir Risty.
"Sana di belakang, jangan awak duduk di depan, aku tak sudi duduk dekat dengan pe-laakor,kata risty kesal.Sabilla pun mulai menanggis terisak.
" Risty, jaga sikap mu ." kata ku padanya.
"Kemarilah Sabilla ,duduk di samping ku kata ku sambil menepuk tempat duduk di belakang di samping ku. lalu Sabilla duduk di bersamaku ,menghambur di pelukan ku dan menangis.
"Gak usah banyak drama nona"! cletuk Risty gemas sekali ,dia mencekram bulatan setir mobil kuat seolah dia ingin sekali menghancurkan hingga berkeping-keping.
"Sudah belum, dramanya nona Sabilla ???
pakai sabuk pengamannya, saya akan segera menjalankan mobilnya, jangan sampai anda terlempar keluar , kalau saya ngebut dan anda mati di jalan ,aku takkan sudi mengurusi mu nona Sabilla. kata Risty entah mengapa dia begitu muak padanya.
"Risty"!" jaga sikap dan perkataaan mu.
Aku sedikit berteriak padanya, namaun Risty hanya nyegir kuda dan aku pun cuma geleng kepala.
"Ada apa dengan Risty, apa lagi PMS, bawannya marah,aku membatin,tidak biasanya dia begitu.Risty yang selalu, acuhtak acuh pada masalah orang atau cuwek dengan orang, kenapa jadi begitu ikut terbawa emosi, mungkin sebagai sesama wanita dia gak tega melihat keadaan ku, atau ikut marah karena kehidupan rumah tangga di usik oleh orang ketiga." entahlah, saya males mikir itu semua.
-------Bersambung-------
Plse Like 👍👍👍👍👍👍
comment✍️✍️✍️✍️✍️👍✍️
vote ✌✌✌✌✌✌✌✌✌✌✌
love me🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1