
π Kak Teja masih memandangi buku diary bibi Renata,dengan tatapan kosong mulai merasakan, menyelami perasaan Anggara pada waktu itu.
Dua insan yang sedang kasmaran dan jatuh cinta,harus menerima keadaan yang kejam, cinta pertama tuan Anggara yang kandas di terpa keyataan pahit.
Mengapa pula harus jatuh cinta pada wanita kupu-kupu malam, mungkinkah bila cinta dapat memilih tentu akan memilih yang tepat bukan.
Kita mungkin dapat memilih teman, sahabat atau bahkan menikah dengan siapa namun," jatuh cinta itu tak bisa di kendalikan. tak bisa memeilih kepada siapa kita akan jatuh cinta.
"Kak... kasian ya, bibi Renata kata ku,
pada kaka Teja yang terlihat sayu menatap tulisan buku diary bibi Renata.
"Ya... meski di balik dunia hitam, hatinya terus berusaha menebar kebaikan, meski harus mengorbakan dirinya, menebus temannya, seperi prediksi ku bawah, bukan karena dia tak bisa lepas dari sana dia bisa lari tapi memelih tinggal karena banyak pertimbangan yang harus di fikirkannya.
"Aku tau itu tidak mudah bagi bibi Renata tapi dari banyaknya masalah membuat beliau dewasa sebelum waktunya dan dia bisa berfikir jauh kedepan," meski dia terkurung dalam tempok dan tak keluar.
"Aku salut di usianya yang baru 23 tahun dia sudah, pandai dalam urusan ranjang dan memikirkan masa depan orang lain.
"Dia pasti seorang yang cerdas dalam sekolahnya, melihat gaya dan caranya berfikir, mestinya dia seorang juara , seperti sikapnya yang dominan dalam berbagai hal, dia bahkan bisa menudukan dan mengimbangi tuan Algazali yang lebih tua, atau Anggara yang masih belia, yang berumur 17 tahun.
"Bagaimana pun aku acungi jempol, andai saja Bibi masih hidup pasti aku akan berguru padanya. kata Kak Teja panjang lebat megemukakan opininya.
"Belajar apa kak "?? tanya ku.
"Belajar wik -wikk "!! Goda nya, biar istriku bisa mejerit ,"Ah... ah.. ihhh ihh.."!
"Uhh... dasar mesum "!! kata ku,melirik padanya lalu merebahkan diri.
"Tidur kak sudah malam "! kata ku menarik lengannya.
"Iya.... tidur kita, semoga bisa bangun fajar dan kita bisa buat serangan fajar olah raga di ranjang."katanya sambil memandangi ku.
Aku memelototin dia,sedang dia terseyum
mencium kening ku.
Saat bangun ku lihat matahari sudah terbit dan sinarnya sudah menembus masuk dari, kisi-kisi jendela.
"Yes.... sudah pagi"'!! tidak ada serangan fajar dari suami ," aku terseyum senang.
Aku segera membersihkan diri di dan membuka korden kamar, membuat kak Teja mengeliat karena silau.
"Selamat pagi cinta ,aku godain dia dengan menari-nari mengunakan baju tidur yang transparan.
" Hemmm... mentang-mentang ," aku kesiangan berani mengoda "?
__ADS_1
Aku julurkan lidah ku,dan tertawa senang.
"Tunggu saja nanti malam"?? tiga Rondek jangan salahkan aku," kalau besoknya gak bisa jalan."kata Kak Teja menyeringai nakal.
"Waduhh.... senjata makan tuan nich "!! terik ku.
"Semoga aku datang bulan "!! ku tekap kedua tanggan ku di depan dada dengan mata terpejam.komat-kamit
Aku pura-pura khsus berdoa ,"bagaiaman mungkin datang bulan baru beberapa hari selesai.
Kak Teja tertawa terbahak-bahak melihat tingkah ku,yang seperti anak kecil takut di marahi guru karena tak mengerjakan PR.
"Kemarilah ,baby..! :kata kak Teja melambaikan tanggan ke arah ku.
"Gak mau... "! kata ku.
"Sini..."! ini perintah "!! katanya.
"Buset .."!! keluar nih sifat dektakornya, lebih baik aku segera mendekat sebelum mendapat hukuman yang ngeri-ngeri sedap.
"Ya... ada apa kak...."?!aku berjongkok di dekat kasurnya sehingga pas dengan mukanya.
Dia terseyum,mengelus rambutku,karena kamu nurut hari ini,boleh ikut ke kantor.
Aku hanya terseyum,mulai menerka, apa maksud dia mengajak ke kantor.?
"Benarkah.... "?! kata ku sambil terseyum menyenagkan hatinya,padahal hari ini aku berencana mau, ke butik tempat mama hanya untuk mengecek perkebangan penjualan dan stok baru,mampir ke toko buku cati novel batu.
"Ya... bersiapah... kamu harus ikut,dan membantu aku ke kantor"! kata kak Teja lalu berjalan menuju kamar mandi.
Aku juga bersiap -siap dandan , berganti baju formal ku,seneng juga memakai baju yang formal ala sekertaris, jas hitam dan celana panjang dengan ham warna putih polos.
Kak Teja memandangi dari atas sampai bawah, dan terseyum mendekat.
Di Lum**tnya bibirku tanpa memberi aku kesemepatan bernafas.
Aku terengah-engah saat dia melepaskan ku setelah ciman panas itu.
Dasar... pagi-pagi pun mesum "!! kata ku menabok bakongnya saat dia berbalik arah menuju lemari baju.
Dia hanya menoleh, terseyum mesum "!
"Ohh... jagad dewa batara... itu senyum sudah membuat aku merinding, ini sesuatu, yang tak biasa," yang sedang di rencanakan oleh suami mesum ku. tapi apa ya..."! aku berfikir keras mejawab pertanyaan ku sendiri..
"Ayo... turun malah bengong "! kata kak Teja yang sudah megulurkan tangganya pada ku.
__ADS_1
Dia mengandengku menuruni anak tangga laksana seorang putri raja yang turun dari kayangan, menarik kursi tempat aku mau duduk di meja makan sarapan.
Dia mengadengku ,sementara tanggan satunya mengendong Satria, hari ini dia terasa ,"so suweet tapi,aku merasa curiga dengan semua ke romantikannya yang terlihat over.
Ayah dan ibu ku, yang sedari tadi bersama kami saling berpandangan," melihat kelakuan Kak Teja.
Kak Teja menyerahkan Satria pada Lia baby sister kami, dan megecup pipinya kanan, kiri membut Satria memoyongkan bibirnya karena kak Teja menekan pipinya yang gembul dengan kuat saking gemes mungkin."!
"Satria baik-baik di rumah jangan nakal pergi ke sekolah dengan mbak Lia, mama sementara ikut Papa ke kantor ya,"!!
"Kenapa ikut papa, biasnya sendiri ke kantor pa"!!? protes Satria.
"Satria pengen punya adek gak "? tanya kak Teja.
Membuat saya terbelalak mendegar kata-kata itu, segera ku cubit lenggannya dan dia hanya meringgis.
"Ehh.. Satria pengen Es crem enak gak"?
"Pegen... yahh.."!! rasa cuklttt ,,,yang banyak ya pahh... Satia mau yang segini, kata Satria merentangkan tangganya lebar-lebar .
Membuat kami semua yang ada di sana tertawa bersama.
"Baiklah,"papa akan carikan sama mama,
soalnya ,kalau segitu banyaknya harus dua orang yang mencari "!! kata kak Teja membalas harapan anakanya.
"Tapi... kalau dapat nya tidak segitu, Satria tidak boleh marah atau ngambek ya.."?? lanjut kak Teja.
"Iya Pahh,"!! yang peting banyak biar bisa makan sama -sama,bisa sama Eyang kakung dan Eyang Putri ,sama mabk Lia dan mbak-mbak yang ada di dalam ya pahhh.."! pokoknya banyak cukup buat kita dan meleka.. ya "? "oceh Satria yang di susul dengan tawa kami.
Gemez'in anak papa..."!! kak Teja mecium pipi Satria.
"Paa... jangan kuat-kuat mencium Satiya, nanti pipi Satiya peyot sebelum waktunya.
Kak Teja melirik ke arah ku, mendegar kata-kata Satria.
Dan aku hanya terseyum kecut, kata-kata itu pernah aku ucapkan saat kak Teja menciumku berkali-kali dulu.
" Dejavu "
---------------Bersambung-------------
πππjangan lupa buatπππ
Like ππππππππ
__ADS_1
comment. βοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈ
Vote ββββββββββββ