Cinta Pertama Tak Lekang Waktu

Cinta Pertama Tak Lekang Waktu
Bonus Diary Anggara.


__ADS_3

3 April 19xx


Aku mengitip dari balik bilik dinding lukisan itu,papa sedang menerjang tubuh Re dengan sangat ganas.


Hati ku terluka sangat dalam, apalagi kekejaman itu di lakukan olah papa.


namun sekali lagi kusadari bahwa itu adalah kerjaan Renata yang harus di jalaninya.


Resiko sebagai wanita kupu-kupu malam yang harus rela dan bersedia melakukan apapun yang di minta pelangganya.


Saya bahkan tak habis pikir ," papa yang terlihat lembut dan romantic itu begitu ganas di ranjang.


Bagiamana memperlakukan wanita seperty boneka mainan yang seenaknya di jungkir balikan begitu.


Bagaiamana kaki nya berada di atas dan kepalanya ada di bawah dengan posisi berdiri,terbalik melakukan posis enam sembilan dengan berdiri, tentu kepala sangat pusing aku rasa.


Entah gaya macam apa yang papa praktekan sekarang,namun Renata menikmatinya dan melakukan tugasnya dengan baik.


sesekali menjerit atau megerang saat papa menarik,pingir goanya dengan bibirnya atau menusukan lidahnya ke dalam goa dengan cepat.


meski hati ku sakit,aku terus saja memandangi aksi mereka di depan mata, aku tak bisa berbuat apa-apa beginilah resiko mecintai wanita malam.


Tanggan ku megepak sanggat kuat seperi hendak meremukan tulang belulang manusia yang sedang memperlakukan Renata see nak jidatnya, namun itu semua hanya angan-angan saja.


Aku bahkan tak tau mengapa begitu mencintai Renata, meski di kampusku banyak sekali wanita yang megejar ku


semua tak membuat aku tertarik dan penasaran kepada mereka.


Aku terpaut pada pandangan pertama wanita bergaun merah dengan pesona yang sangat mengoda di matanya.


Setiap orang yang memandangnya tidak pernah tak menoleh lagi


Dia terlihatat kuat dan akuh, namun aku selalu melihat sisi dimana dia benar-benar ingin di lindungi.


ada ruang kosong yang terlintas dalam benak nya,selalu saja aku punya ke inginan masuk kesana.


selalu saja aku, ingin menyelami hati wanita itu, bagaiaman dengan mudah terlihat terseyum dengan ramah nya pada para pelanggannya.

__ADS_1


meski pada hakekatnya aku melihat itu hanya sebuah senyum palsu namun membuat dan meciptakan daya tarik dari dirinya.


di dalam hatinya,tidak ada cinta ya.. aku begitu yakin karena selalu saja menperhatikannya dari kejahuan bagaiaman sikapnya saat bertemu dengan pelanggannya dan sesudah mereka pergi.


Dia benar-benar mrnolak melayani ku bahkan sekali pun,meski aku pun mau memberikannya atau membayar harga sama tingginya.


Binar cinta itu, tidak pernah ada di matanya, binar cinta yang seperti ku lihat pada wanita-wanita di kamous ku yang mencintai ku.


sorot bahagia itu tak ku temukan dalam matanya,kala bertemu dengan para pelangganya meski dia selalu terlihat terseyum dan nice to meet you.


Aku kembali melihat Papa ku yang sudah selesai melampiaskam hasrat. menunggu dia keluar dari kamar Renata.


Papa membelai tubuh Re,dengan lembut memberikan segepok uang untuknya,megelus wajah Re megecup keningnya sebelum pergi.


Dan Re, terseyum manis pada papal lelaki tua yang seharusnya menjadi papa dia bukan patnert di ranjang.


suara pintu terbuka dan di kunci mebuat aku segera keluar dari tempat persembuyian ku.


Aku menatap penuh kasih dan juga iba,aku segera menganti spray dan sarung bantal Renata ,mengatikannya dengan yang baru dan menyemprot wangi Rose kesukaannya.


setiap papa yang datang, hatinku tercabik-cabik namun aku akan jatuh iba pada Renata,aku akan melayani dan memanjakannya.


sebagai sebuah permintaan maaf atas kekejaman papa ku, meski Re selalu bilang baik-baik saja dengan semua itu.


Meski ,Re selalu bilang dia bisa menikmati permaian dan gaya bercinta papa.


Re.. aku akan giat belajar dan lulus dengan nilai tinggi ,aku akan bekerja sekuat tenagga dan menjadi kaya.


itu janji ku pada nya kala itu setelah aku melihat Renata melayani Papa .


aku sering melihat papa datang di pagi atau siang hari jam kerja jarang pada malam setelah mama tiada, karena aku juga sering datang pada waktu itu pada saat jam kuliah.


aku dan Re juga melakukan hubungan layaknya suami istri dan kami melakukanya atas dasar suka dan cinta.


setiap aku berhasart Re, selalu dapat memuaskan, mungkin dia sudah menjadi pakar dan ahli dalam bermain senjata laras panjang pria.


Namun kami ketahuan juga, oleh papa kalau aku dan Re saling cinta membuat papa agak sedikit sock, mendegar aku juga melakukan hubungan itu.

__ADS_1


Papa sempat marah dan megancam akan mencoret nama ku dalam silsilah keluarga, namun mungkin dia berfikir ulang karena aku adalah anak satu-satunya dan mama telah meniggal, aku adalah amanah dari mama saat dia meninggal untuk tetap menjagga ku dengan baik dan papa juga tidak akan menikah lagi demi aku apa mungkin dia akan punya anak selain aku."?


Hingga akhirnya papa menjodohkan ku dengan anak sahabatnya supaya aku berhenti dari bertemu dengan Renata.


Dan aku pun tak kalah pandai saat itu aku temui wanita itu menyelidikinya dia juga punya kekasih yang tak di restui oleh orang tua.


kekasihnya seorang seniman jalanan sedang Lycibta keturunan tonghoa yang tentu saja meghitung utung rugi bila menikah dengan seniman jalanan yang katanya gak jelas masa depannya.


Kami membuat kesepakatan menikah namun tetap bebas dengam pribadi masing-masing usia kukiah dan bekerja di perusahaan papa aku dan Lucinta menikah namun kami tetap saja bertemu dengan pasangan masing-masing kami akan keluar bersama dan pulang bersama saat berkencan.


aku pun,tidak pernah mengunakan pengaman sampai akhirnya, Re hamil dari hubungan kami berdua.


aku sempat binggung saat dia bicara pada ku, dan sangaat kalut waktu itu.


Re,semampat bilang ke papa kalau dia hamil, dan dia tak bisa berbohong kalau itu kemungkinan anak papa atau anak aku.


Papa semapat sock memgetahui aku masih ada main dengan Renata dan Re telah jujur pada ayah kalau juga mencintai aku, namun dia akan berhenti dan membuang cintanya asalkan papa mau menolong.


Re.. sempat punya keinginan untuk mengugurkan kandungan itu namun takut dan Papa sendiri menyutuh Re untuk menjaga anak itu lahir dan papa akan mencari jalan keluar baginya.


Papa juga meminta mamy Angreni untuk membiarkan Renata melahirkan bayinya ,dan papa yang memberikan jaminan jatah bayarnya pada mami Angreni sang mucikari yang tak mau rugi itu.


Tentu, mendegar jaminan uang dan juga rasa sungkan mamy Angreni pada papa membuat dia megijinkam Renata tetap megandung dan melahirkan.


Aku melihat mami Angreni pun jatuh iba pada Renata dan mau merawat selama masa kehamilannya.


Namun Papa memberiku pilihan yang sulit untuk dapat menyelamatkan janin kami yang di kandung Renata.


Aku harus mau menigalkan Renata dan harus bisa mencitai Lucinta istri ku yang sah.


Lucinta keturunan tionghoa, kecil mungil pendek mirip papan selancar, dadanya pun tak menyembul keluar dengan bokong tepos, apa enaknya main dengan dia, cilakanya aku harus mecintainya dan main dengannya dan menjadi suaminya yang baik seumur hidup dengan papa selancar itu.


Malam pertama kami,kami lakukan dengan pasangan masing-masing.


aku sempat menolak namun papa memberi peringatan keras ,aku akhirnya mengiyakan.


Kami mengadakan pertemuan pribadi tanpa orang tua tau,kita telah pun mengambil kesepakatan lagi ,akan cerai kalau dia bisa hamil dengan lelakinya.

__ADS_1


__ADS_2