Cinta Pertama Tak Lekang Waktu

Cinta Pertama Tak Lekang Waktu
Hati ku hancur.


__ADS_3

" Nyoya..." Tuan ini mabuk dan terjatuh di pintu kamar."saya ini seorang pekerja cleaning servis disini.


"Dan saya berusaha."untuk membantunya masuk, tapi saat membaringikannya .


sa -sasaya "terjatuh bersamanya.


"Dan mungkin karena , tuan mabuk dia melakukannya saya sudah berusaha memerontak , tapi dia meyetuh saya membelai...sa -saya dengan begitu lembut dan penuh gairah .pengalaman pertama yang saya rasakan dengan seorang lelaki saya terbuai dan melayaninya apalagi Tuan sangat tampan.


"Ampuni saya nyonya"! ampuni kekilafan hamba mu ini, ampuni saya....nyonya."


Perempuan itu ,memegangi kaki ku sambil menangis. aku menatap Kak Teja tajam. kak Teja kelihatnaya masih mabuk.


" Keluar kamu dari sini "!"


Aku berteriak memerintahkan perempuan itu , sambil menujuk pintu kamar.


"Nyonya... maafkan aku" perempuan itu


terus ,memohon pengampunan.


Aku menghela nafas dalam dan mencoba menenangkan hati juga emosi ku.


"Keluarlah dari kamar aku perlu bicara,


dengan suami ku.


Aku coba bicara lembut dan lirih padanya. parasaan sakit kecewa dan lelah menjadi satu, toh sudah terjadi fikir ku.Lalu dia perempuan itu pun keluar berjalan dengan lemas dan gemetar.


Saat kak Teja, memelukku sebentar dan dia melorot bersimpuh di kaki ku.


"Apa yang kamu lakukan,Su-suami ku"?"


memangil suami,"serasa ada ribuan kilo


yang menahan di bibirku, betapa beratnya sekarang." betapa pedihnya.

__ADS_1


Dia masih di dekat kaki ku ,memegangi lututku medongak ke arah ku. wajahnya memelas air matanya menetes dengan sendirinya.


" Maafkan aku,cayang ."atas kesalahanku, kebodohan ku ke-kilafanku."katanya serak dengan terbata.


Aku menarik tangan nya, mencoba untuk membantunya berdiri , aku pikir mencoba berfikir meski akupun tak bisa berfikir


atau berkata -kata lagi.


Menariknya ke kamar mandi lalu mulai


memandikannya dan mencuci rambutnya memapahnya keluar dari sana setelah aku merasa bersih mengerikan rambutnya memakaikan baju dan menidurkan di ranjang meyelimutinya tubuhnya.


" Kakak "tidur saja..."!! besok kita bicara


setelah kesadaran kak pulih dan bisa berfikir waras.


Aku mulai beranjak. "tapi dia memegangi tangan ku.


" Maafkan aku,Kak ." jangan sentuh aku sekarang, aku mohon bayangan tadi terasa menjijikan "kata ku.


setelah kau celupkan ke tempat lain.


Kata ku lirih dengan nada kesal. sungguh aku tak kuasabmenahannya rass muak ku


dia memeluk ku erat.


"Maafkan aku,M-maaf kan." maafkan aku sungguh aku kilaf."kehilangan kesadaraan dan logika ku karena terlalu mabuk"!!!


Aku.. benar-benar tidak ada hubungan apa-apa, bahkan tak kenal dia. cuman wajah nya agak mirip kamu dan aku mengagap dia itu kamu Septia . "kak Teja terus memohon maaf dan berusaha memberi penjelasan pada ku.


" C-ckup kak." cukup "!"


Aku kembali menangis terisak-isak.


" Aku... aku.. kesebelah dulu." aku dan satria dan asiten rumah tangga kita yang baru Lia ada di sebelah kamar ini. aku takut Satria bangun dan bila mereka bangun dan tak menemukan ku jam segini akan membuat panik mereka, anak kita Satria kadang terbangu tengah malah kak.

__ADS_1


" Apa... kamu memafkan ku??


Kak Teja bertanya dan masih memegang tanggan ku dengan erat.


" Besok kita bicara" !!!! kata ku'


" Aku tak ingi melepaskan mu ,sebelum kamu mejawab ku." katanya kak Teja dan menarik ku kepelukanya.


" Ya... aku memafkan mu, tapi beri aku waktu untuk menerima keadaan ini.


Kata-kataku begitu lirih sekali namun cukup terdengar di telingganya dan dia melepaskan ku pada akhirnya. aku lalu berjalan dengan lunglai ke kamar sebelah.


kejutan yang ku siapkan." dan berantakan seperti cake birthday yang berhamburan kemana-mana hatiku pun demikian juga keadaanya berhamburan hancur terasa berkeping-keping seperti gelas kaca yang jatuh kelantai. aku duduk di sofa kamar .


fikiran dan hati ku berkecamuk." haruskah aku teruskan hidup bersamanya"? dan menggap semua yang terjadi hanya angin lalu, tapi mampukah aku lupakan.


Aku melihatnya dengan mata ku sendiri.


mendegar desahan dan erangan mereka


di kuping ku, bahkan sampai sekarang terasa masih tetingang-ngiang. haruskah Satria hidup tanpa kasih sayang ayah nya.


''Achhhhh... !!


Aku menjerit tertahan di kamar, takut membangunkan Satria.


-----Bersambung------


Love me🌹🌹🌹🌹🌹


like meπŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘


vote me ✌✌✌✌✌✌✌


Β 

__ADS_1


__ADS_2