
Pagi-pagi kami agak telat bangun dan buru-buru mandi sarapan pagi langsung pergi. hari ini ada pengusaha kota "S." yang akan datang menawarkan kerjasama.
Mereka yang bergerak di bidang textil dengan perusahan kami.sebagai produksi pakaian. mereka tertarik, akan membuka toko beberapa butik, di beberapa tempat di kota mereka ingin jadi reseller baju-baju kami dan memasarkannya "di kota mereka jadi di hari ini" cukup sibuk .
Jadwal yang lumayan padat,sampai di kantor kami langsung, masuk keruangan masing-masing. meski kami suami istri di kantor masih tetap pada posisi semula. aku masuk ke ruangan Andini .
"Hai... Andini," masih sibuk ? tanya ku .
"Yaa" seperti yang nyoya lihat, banyak kerjaan yang menumpuk !"jawabnya bergurau.
Aku melempar ballpoint ,yang ku pegang ke arahnya. tapi dia menghindar dengan gesitnya.
"Aku mau tanya"siapa nama pengusaha kota "S ,yang akan join ke perusahan kita.
Namanya Pak Projo dan beliau,datang dengan orang ke percayaannya ,saya rasa kamu kenal banget karena sahabat kita dulu "jawabnya sambil memandangi ku.
"O ya, siapa ...?" tanyaku penasaran.
"Nanti kamu akan tau sendiri', Andini mengedipkan sebelah matanya.
"Jam berapa kita rapat dengannya.
"Jam 10 nyonya."jawabnya sambil bow membukuk ala pelayan kerajaan inggris.
"Haiizz... ya sudah, nanti ingatkan aku ya.
Andini hanya mengangguk ,lalu aku segera kembali ke ruangan ku.berapa jam berlalu Andini sudah datang ke ruangan ku, membawa beberapa berkas yang sudah di siapkan. di ruang rapat yang di hadiri beberapa orang saja. karena kita cuma membahas Point-point kerja sama dan harga yang harus di sepakati bersama.
Aku agak terkejut ketika dari pihak pak Projo berdiri , seorang yang tidak asing bagiku, dia dengan elegant menjelaskan penawaran , harga-harga kain dan dia sedang mengajukan penawaran harga produk beberapa baju yang di inginkan untuk di jual kembali.
" Anton,"mataku membelalak melihatnya'
kak Teja melirik ku'karna aku hampir saja. berteriak kalau tidak ku tutup mulut ku .
Usai rapat,mereka meninggalkan ruangan dan bergegas pergi, aku belum sempat minta nomer telfon Anton saat itu, jam makan siang aku ke ruangannya kak Teja. untuk mengajaknya makan. tapi katanya dia sibuk,memintaku untuk makan sendiri dan membukuskan untuknya dan dia. meyerahkan kunci mobilnya.
Aku melangkah keluar kantor sendirian,
menuju mobil saat seorang"memangilku."
" Seeptia dwi anjani..."!!.
Aku menoleh ke belakang," Anton berdiri disana. tersenyum aku mendekatinya "
"Apa kabar ?" tanya ku lalu meyalami dia dan bercipika-cipiki.
"Baik nyonya... ! jawabnya.
"Aahh kamu ini "dari dulu tidak berubah"!
masih suka bercanda "lama tak jumpa sudah punya anak berapa sekarang ?" tanya ku sekedar basa-basi.
"Dia tertawa, anak"? istri saja aku belum punya.
"Bukankah kamu balikan sama, mantan kamu dulu yang jadi perawat di rumah sakit X , aku menatapnya lekat.
__ADS_1
"Siapa yang bilang ? dia balik bertanya.
"Eee.. tidak ada yang bilang, aku hanya menduga ,karena aku melihat mu di sana ,
hari itu aku ingat banget, hari juma'at
kamu bercanda dan memeluknya mesra.
"O. ya.. jadi kamu melihat ,waktu itu dan
kamu berasumsi aku balikan sama dia,?membatalkan kencan bareng kita, dan juga meblokir nomer ku."?" o pantesan kamu tiba-tiba bersikap acuh pada ku.
"Dan malam sabtu ketika aku datang, kamu tidak ada di rumah.aku berusaha menjelaskan semua,kamu malah kencan sama Tuan Teja"!! dia bicara ketus seolah, mengungkapkan rasa kesalnya pada ku.!
" Lalu "?
Kenapa pada hari berikutnya kamu
tiba-tiba mengundurkan diri dan kamu,
pergi begitu saja.tanpa pamit dan tanpa penjelasan" ! bahkan nomer mu tak bisa aku hubungi. aku berfikir bahwa benar dugaan ku.
" Kamu tau bukan aku yang mau"tapi...
Anton tiba -tiba berhenti bicara dan menyelipkan kartu namanya , Anton cepat-cepat pergi, tak lama setelah itu, muncul kak Teja.
"Dari tadi belum pergi makan ? aku telefon pun tidak kamu angkat,aku mau ambil fail yang tertinggal di mobil ,"mana kuncinya.kata kak Teja.
Aku segera memberikan kunci mobilnya dan dia tak jadi mengambil failnya dia duduk di belakang setir.
sekalian sudah sampai sini "katanya. lalu akupun masuk mobil.
Kak Teja fokus menyetir dan saat makan pun dia lebih banyak diam dan matanya di matanya, kembali ku lihat kilatan amarah hawa dingin di wajahnya terlihat jelas,ada apa dengan dia," aku penasaran.
Perjalan pulang dari restoran pun nampak acuh tak acuh".sampai di kantor pun kak Teja. langsung masuk ke ruangannya. tak berhenti disitu saja.
Pulang kantor pun dia juga diam saja, mandi makan malam terus naik ke kamar atas. sementara aku masih di lantai bawah ,di meja makan dengan mama mertua ku.
Mama melihat aku, seperti meyelidik "!heran yang melihat tingkah. kak Teja dia merasakan sesuatu yang beda. Mama lalu berdiri mendekati aku,menepuk-nepuk pundak ku.
" Septia, mungkin suami mu baru ada banyak masalah yang sangat menggangu fikiranya." Septia, kamu jangan di ambil hati dia memang seorang yang tertutup, jarang sekali dia mau bercerita dan mau mengugkapkan masalahnya,kepada orang lain. bahkan kepada mamanya sendiri .
"Septia kamu naiklah tidur." kata mama mertua,"mencoba menenangakan ku.
Lalu aku naik lantai atas sampi di kamar , mengosok gigi, tidur di sebelah kak Teja. ketika tanggan ku mencoba memeluknya dia tiba -tiba ,menghentkan tanggan ku, sampai aku kaget dan terheran -heran.
"Kak ada apa.??? . tanya ku gusar"!!
Dia tiba-tiba duduk dan menyeret ku bangun dari tiduran dengan kasarnya, dia mencekram lengan ku kuat ,menatap mata ku tajam, seperti hendak meyelidiki sesuatu, aku meringis kesakitan aku merasakan kukunya menacap di bahu ku.
"Pipi mana yang tadi tersentuh olehnya?"
Heemmm .." matanya melototi aku, dia memegang dagu ku dengan geram yang sini"?
"Plalakk.!!!! dia menampar pipi kiri ku.
__ADS_1
" Aaachhh "!" jerit ku tertahan takut kalau terdengar orang lain,aku hanya meringis kesakitan,memegangi pipiku.
"Atau yang sini" ?"
"Plakkk!!!!
Kak Teja menapar pipi kananku dan aku pun kembali menjerit, karena sangat kuat dan terasa perih,pukulannya sangat keras membuat pipiku panas, bibirku sepertinya mengeluarkan darah,aku mulai menangis, terisak ,aku bangkit dari ranjang ke kamar mandi aku tak habis pikir bagaimana dia tiba-tiba sekasar itu pada ku, seperti orang kehilangan akalnya.
Aku menagis di sana entah berapa lama. aku mencuci muka ku,mengelap bibir ku yang teryata benar berdarah seperti dugaan, ketika keluar dari kamar mandi kak Teja memeluku dari belakang.
" Maafkan aku sayang,M-maafkan aku dan kilaf tak bermaksud melukai mu.
Dia menciumi leherku, sementara aku hanya diam terpaku, berdiri , lalu dia mengendong ku, membaringkan ku di ranjang, segera setelah itu dia mengambil kotak P3K di laci. mulai membersihkan luka lecet di lengan ku,bekas cengkraman tanggannya dan bekas kuku yang terasa,
pedih ketika di beri betadint"aku meringis.
"Maafkan aku "!
"M-maafkan aku .
Dia mencium lengan ku,tangan ku dengan diselingin kata." maafkan aku ,dia terus megucapkan kata maaf pada ku dia lalu turun ke bawah mengambil beberapa ketul es batu yang di bungkus dengannya handuk, menempelkan kannya di pipi ku.
Dia mengeluskan perlahan-lahan seolah tak ingin meyakitiku, dia terus meminta maaf, matanya meneteskan air matanya, butiran bening yang jatuh dari kelopak matanya membuatku trenyuh.
"Maafkan aku sayang sungguh ,maafkan telah kehilangan kendali aku kilaf, sungguh maafkan aku. katanya ia terus menanggis dan terus memohon maaf .
" Aku mencintai mu Septia, sanggat cinta aku tak inggin kamu berpaling dari ku, dia terus menciumi aku"sambil menanggis.
Aku di terpa rasa iba,wajahnya sendunya,
ku tatap matanya,yang di penuhi kabut.,
aku tak sanggup melihatnya begitu , aku lalu memeluknya.
" Kamu mau kan memaafkan ku..?? tanyanya dengan muka yang memelas.
Akupun mengangguk dan dia mulai menciumku , membelai rambut ku penuh hasrat , dan slalu saja aku tak pernah mampu menolak"!!
" Aachhh.."!!
Aku terlalu lemah untuk berkata tidak"!" pada setiap belaiannya tangannnya.
-----Bersambung.------
jangan Lupa kawan "??"
Like👍👍👍👍👍👍
comment✍️✍️✍️✍️✍️
and vote✌✌✌✌✌✌
Love you all 💋💋💋💋💋
__ADS_1