
Risty kembali mengulang,kembali permintaanya,
"Hans tolong kaitkan Bra saya kembali, sebelum orang melihatnya.
Hans segera mengulurkan tangganya,di belakang punggung Risty. membelainya sejenak membuat Risty merinding.
Mereka masih duduk jok di belakang mobil yang di derek.Hans berusaha mengalihkan perhatiananya dari Risty.
Setiap menatap wajah Risty dan melihat mulutnya,rasanya selalu ingin meraup nya dan menciumnya sampai Risty terengah - engah.
Hans sangat menyukai wajah merahnya setelah mendapat ciuman darinya. nanti kalau sampai ke rumah tuan Teja,Hans akan minta izin kepada Ayahnya untuk terbang pulang dan mengurusi,surat-surat serta restu ibunya menikahi Risty. supaya bisa menjamah semua tubuhnya.
" Pufff.. "!!
Hans mendegus berat ,menghepaskan
semua ketegangan terutama, yang ada di dibawahnya,mendesak dalam celana.
Mereka pun telah sampai pada tujuan, sebuah bengkel yang cukup besar namun sudah sepi karena sudah sangat malam.
Risty dan Hans pun turun dari mobil itu, sementara tukang derek itu pun, masuk ke rumah dan menutup pintu.
" Tok-thok.... "! Risty mengetuk pintu rumah itu.
Thok-thok... "! hai kenapa anda tak mengerjakan mobil saya malah masuk rumah dasar pemalas, teriak Risty.
Membuat tukan derek mobil itu ,akhirnya membuka pintu rumah nya .
" Siapa yang anda sebut pemalas "! nona, ini sudah sangat malam dan bengkel akan buka kembali besok pagi.
"Ha... besok pagi? tanya Risty .
"Ya..."! apa anda tidak bisa membaca plang yang tertera di depan bengkel itu"! jam berapa buka dan tutupnya "? tanya tukan derek jengkel.
"Lalu kenapa anda mengiyakan saja , waktu saya telfon untuk mederek mobil kami ,"tapi tidak memperbaiki nya.
"Nona saya , mengiyakan serta mau datang semata, karena kasihan kepada anda, apa tadi anda tidak bisa melihat ada suara tembakan dan mobil polisi yang datang "?
"Tempat di mana anda tadi mengalami kerusakan itu, tempat para bandar narkoba melakukan transaki'nya ,pesta miras bahkan di sana, pernah terjadi pemerkosaan dan pembunuhan, anda benar-benar tidak tau terimakasih." tukang derek itu, mulai terbakar emosi.
Hans segera menengahi perbantahan itu, karena Risty juga tak mau mengalah.
"Maafkan ,dia mas" dia memang tidak sabaran ,terimakasih sudah menolong kami.
Hans menyodor tangganya,pada orang itu, yang di sambut dengan ramah juga.
" Hans..."!mas nama saya," senang berkenalan dengan anda"kata Hans.
__ADS_1
" Namaku Aditiya.. biasa di panggil Adit.
kalau kalian ingin, buru-buru pergi anda bisa pesan taksi online tapi mungkin juga sulit karena sudah malam. sebaiknya anda menungu sampai pagi, sekalian menunggunya untuk di perbaiki besok.
"Lalu... kami tinggal di mana, apakah ada penginapan di dekat sini "? tanya Hans.
"Anda bisa memakai peginapan saya yang berada di seberang jalan,tapi itu penginapan sederhana,hanya untuk orang yang kemalaman tarifnya tidak mahal .
sesuai dengan fasilitas seadanya.
" Baiklah... yang penting ada tempat buat kami berteduh," kata Hans menyudahi, pembicaraan.
Mas Adi segera masuk kerumahnya, untuk mengambil kunci rumah dan di serahkan pada Hans setelah, membayar uangnya.
Hans dan Risty membawa semua,barang di mobilnya dan pindah kesana. Hans pergi ke kamar mandi yang memakai gayung , tak ada sower dan air disana begitu dingin. tapi karena dia juga risih terlalu berkeringat dan lengket dia pun menguyur badannya supaya lebih segar.
Dia hanya mengunakan boxser waktu keluar dari kamar mandi, dia benar-benar lupa membawa baju ganti.
Risty yang tak sengaja memandangnya segera berpaling, membuat Hans terseyum.
Hans sengaja berdiri di depan Risty, meminum air dari botol mineralnya, membuat Risty menelan ludahnya sendiri beberapa kali.
Air yang menetes dari rambut Hans, yang mengalir menelusuri wajah dan tubuh Hans, air itu merambat dan menetes dari kepalanya , turun ke leher ke dada lalu perutnya yang terlihat atlesis,dan Risty juga melihat sesuatu yang mengatung tegang dan sepertinya membesar besar, senjata laras panjang pastinya,"mendesak di boxernya.
" Huhhh... andai air itu adalah bibir ku,"! "Sitttt"!! Risty segera berpaling lagi.
"Kamu mengiginkan nya "?? tanya Hans.
Risty mengaguk tanpa sadar sambil terus menelan ludahnya.
Hans memberikan botol air mineral yang tadi di reguknya hingga separo, membuat Risty terseyum malu, wajahnya sudah seperti udang rebus merah merona, dan Hans begitu suka sekali.
"Siapa yang mau minum "?? kata Risty menepis air yang di sodorkan Hans.
"Lalu... tadi apa yang kamu ingginkan "? Hans menuduk mengukung Risty .
"Katakanlah apa yang kamu inginkan "?wajah Hans mendekat ,membuat jantung Risty makin berdegub tak karuan.
"Aku akan memberikaan nya pada mu Free "!! kata Hans lalu mengigit bibir bawahnya sendiri sambil mendesah lirih.
"Hans..."!! jangan begitu "!! aku... aku mau Mandi... tolong lepaskan...."!!
"Tolong lepaskan," apa cayang"!! kata Hans berbisik di telingga Risty, itu bukan lagi bisikan tapi lebih ke pada desahan.
Nafas Risty terasa panas menghembusi wajah Hans,dan Hans makin tersenyum lebar, dia tau kalau Risty telah terangsang
Hans medekat lagi,lebih dekat membuat Risty menahan dada Hans agar tak makin mendekat,namun Hans terus memajukan tubuhnya.
__ADS_1
Membuat tanggan Risty bergetar, lagi-lagi Hans pun menyukainya hal itu, dia malah terangsang oleh cengkraman tanggan Risty pada dadanya.
Hans mengakangkan pahanya dan duduk di pangkuan Risty dengan bertopang dengan kaki nya sendiri,supaya tak terlalu berat bagi kekasihnya yang bertubuh tinggi semampai.
"Hans ,jangan begitu " Risty seolah mengeluh protes tapi malah seperi desahan permohonan.
"Bagaiaman, perasaan mu,saat ini Risty"? tanya Hans lembut dengan membelai wajah Risty dengan punggung tangganya.
"Dulu waktu di kamar itu,kamu duduk di pangkuan ku, dan aku mejambah tubuh mu.
Sekarang aku izinkan kamu,melakukaan hal serupa pada ku," kata Hans dengan memandu tanggan Risty membelai dada dan memandunya sampai ke bawah.
Hans mengusapkan jemari Risty pada sejatanya yang mulai tegang mengeras.
sungguh butuh pelampiasan.
"Risty tolong aku"? kata Hans lirih.
"Apa yang harus aku lakukan"?? tanya Risty bego.. 'tentu dia memang tidak pernah berhubungan dengan lelaki. bagiamana dia tau..."!
Hans menegelamkan wajah Risty mendekat pada sejatanya yang megeras tegak, "Hans lalu mengeluarkanya dan memasukannya pada mulut Risty.
Membuat Risty terbelalak , Hans sudah tak bisa berfikir waras, memajukan dan mundur sejatanya pada mulut Risty sampai , keluarlah keju dari sejatanya dan melenguh keras.
Setelah itu dia pun berjonggok di depan Risty, melepaskan bawahan Risty lalu, megepel bawah dengan lidahnya, kadang mengecup , menarik kacangnya, lembut membuat,Risty menjerit tertahan dan mengapit kepala Hans dengan ke dua pahanya.
Hans sama sekali, tidak perduli saat lendir meleh di lidahnya, Hans ingin Risty memuntahkan juga keju dari sana. Risty menutup mulut dan mengejan, menjabak rambut Hans saat pelepasan.
Risty dan Hans telah melakukan sebuah pelanggaan kode etik dari norma adat kesopanan , yang seharusnya di junjung tinggi di negri Asia.
Saat nafsu menguasai hati fikiran maka, norma -norma agama seperti kehilangan batasannya .
Benarkan kata orang jika dua lawan jenih berdua di tengah malam,"yang ketiganya pastinya hawa nafsu setan."!! camkan "!!
----------------Bersambung---------------
πππjangan lupa buatπππ
Like ππππππππ
comment. βοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈ
Vote ββββββββββββ
anda bisa mendukung karya ini dengan menekan bunga.πΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ
-----------------------
__ADS_1