Cinta Seorang Psycho

Cinta Seorang Psycho
episode 11


__ADS_3

Sudah cukup lama ia menangis, tiba- tiba ia teringat sesuatu dimana saat ia bertemu dengan seorang Kakek beberapa waktu yang lalu.


"Apa benar ini adalah kenyataan yang dikatakan kakek itu ? tidak aku harus menanyakan hal ini kembali padanya nanti. Ia bangun dan hendak ingin mandi namun langkahnya tiba- tiba terhenti.


"Tunggu, kenapa dia bisa tau namaku, dan.. .dan..bagaimana dia tau aku tinggal disini, astaga yang benar saja apa dia seorang penguntit gila , psychopat atau apa." Kata Fani menggelengkan kepala tidak percaya dengan pikirannya.


Tidak ingin terlalu lama bergulat dengan pikirannya Fani langsung bergegas untuk membersihkan dirinya.


Setelah beberapa menit membersihkan dirinya, ia merasa lebih segar kemudian mengganti pakaiannya di dalam kamar, setelah itu ia kembali duduk di atas tempat tidurnya kemudian berpikir lagi." Apa aku keluar saja dari sini yah."Pikirnya.


"Yah sepertinya harus. " Pikirnya lagi.


Ia mengambil laptop miliknya, dan langsung mencari apartemen yang dekat dengan kampusnya dan tentu saja harga murah meriah.


"Yes akhirnya ketemu, setidaknya bisa untuk bersembunyi dari pria gila itu." Katanya.


Ia menemukan apartemen dengan fasilitas yang cukup bagus untuk di huni sendiri. Apartemennya memiliki satu kamar tidur, satu kamar mandi , dapur , ruang tamu , dan balkon yang lumayan luas, untuk harga apartemennya sendiri 20 juta perulan.


Selama ini biaya hidup dan jajannya di tanggung oleh donatur, biaya yang diberikan donatur itu bukan main-main. Ia memberikan uang untuk kebutuhan sehari hari untuk Fani adalah 200 juta perbulan di tambah lagi uang jajan sekitar 100 juta perbulan tentu saja biaya yang sangat fantastis.


Selama ini gadis itu tidak menggunakan uangnya dengan sembarang seperti gadis lainnya yang suka menghabiskan uang untuk membeli barang barang mahal, justru Fani malah sebaliknya sangat sederhana. sehingga uangnya masih terbilang sangat banyak. Ia sangat bersyukur karena ketidak borosannya dapat membatunya dalam masalah besar dan dadakan seperti ini.


Fani berniat untuk menelefon suster kepala memberitahukan soal pindahannya ke apartemen, namun ia baru ingat jika ponselnya telah dirusaki oleh Shawn pria gila itu.


"Ah sudahlah jika sudah membeli ponsel baru aku akan menghubungi suster. " Pikir Fani.


Tanpa pikir panjang, Fani langsung mondar mandir memberseskan barang - barang yang akan ia bawah, setelah itu ia ke ruang penjaga asrama untuk mengurus administrasi keluarnya.


Setelah berapa menit akhirnya ia pun selesai, ia langsung menuju kamarnya dan langsung membawa kopernya keluar. Ia tidak berpamitan pada siapa siapa karena yang ia kenal di asrama itu hanya Tasya, namun Tasya sekarang sedang berada di rumah keluarganya.


-

__ADS_1


Shawn sedang berada di restaurant berniat untuk makan siang bersama Omanya.


Sebelumnya, tadi pagi saat ia bangun tidur omanya menelfon minta ditemani ke Mall untuk melihat lihat tas keluaran terbaru dari merek MV, tentu saja karena Omanya sangat penggila tas.


Setelah selesai memesan makanan, Shawn tampak mengambil ponselnya dari dalam saku celananya berniat untuk melihat keadaan Fani karena ia sudah khawatir jangan sampai Fani belum berhenti menangis, karena gadis itu sangat keras kepala, pikir Shawh. Shawn juga sudah menghubungkan cctv kamar Fani ke ponselnya, jadi akan tampak lebih mudah di pantau.


Setelah ia melihat gambar di dalam ponselnya. Ia tampak senyum dan menggelengkan kepalanya " Mau lari kemana kamu gadis kecil. Tunggulah sebentar lagi aku akan mendapatkan kejutan terbaik. " Katanya dalam hati.


"Kenapa kamu senyum senyum ? " Kata Omanya yang langsung membuat Shawn kaget.


"Ah Oma mengagetkanku saja." Jawabnya yang langsung memasukan kembali ponselnya kedalam saku celana.


"Ada apa ? apa kau sudah memiliki pacar sekarang ? "Tanya Oma menyelidiki.


"Astaga , belum oma masih dalam proses, doa kan aku semoga di terima yah." Kata Shawn yang langsung tersenyum mengingat wajah Fani.


"Tentu saja, siapa yang berani menolak cucu tampan Oma, jika dia menolak maka dia akan berhadapan dengan Oma." Katanya sambil memasang wajah sindir kepada Shawn.


"Astaga , kau benar benar di tolak." Kata Omanya lagi dngan wajah serius namun kembali tersenyum.


"Tidak, dia tidak akan bisa menolakku." Kata Shawn percaya diri dan senyum miringnya.


"Sudahlah, terserah kau saja dan kau kenapa tidak tinggal di rumah besar saja ? apa kau baik baik saja di luar sana ? pulanglah jika ada waktu luang hm ?" Kata Omanya.


"Ia Oma aku pasti akan sering main dan melihat Oma di sana, aku ingin tinggal sendiri karena aku ingin lebih mandiri dan dewasa Oma, jadi Oma tolong mengerti yah." Kata Shawn sambil memegang tangan Omanya.


"Baiklah jika itu yang kamu mau, oma tidak akan memaksamu tapi jika terjadi sesuatu Oma tidak akan segan- segan menculikmu untuk tinggal dengan Oma."


"Wahh aku takut sekali, iaia Omaku." Jawab Shawn.


"Oma aku harus pergi, ada sesuatu yang harus aku kerjakan oma pulang dengan sopir saja yah, maafkan aku tidak bisa makan siang bersama Oma."

__ADS_1


"Dasar kau ini cucu kurang ajar. " Teriak Oma


-


Shawn sudah masuk ke dalam mobilnya ia langsung menelefon seseorang yang tak lain adalah anak buahnya." Periksa cctv dan temukan dia." Kemudian langsung mematikan telfonnya.


Shawn tampak gelisah dan setelah menunggu sekitar satu menit , ponsel Shawn berbunyi langsung saja ia buka dan melihat gadisnya ternyata masuk kedalam apartemen dengan seorang pria paru baya dengan seragam kerja, yang tak lain adalah orang yang akan menjual apartemen pada Fani.


"Ternyata kamu ingin kebabasan, baiklah akan aku kabulkan sayang." Kata Shawn menaikan sudut bibirnya kemudian langsung gas menuju apartemen miliknya.


"Silahkan masuk nona, anda bisa lihat lihat dulu." Kata pria itu .


"Baiklah." Fani langsung berjalan mengelilingi apartemen itu, setelah selesai melihat lihat ia langsung keluar menemui pria tadi untuk melakukan transaksi, Fani jadi untuk mengambil apartemen itu, karena menurutnya sangat cocok dengan dirinya.


Ia langsung membayar untuk enam bulan kedepannya, setelah semuanya selesai ia mulai merapikan barang barangnya dan membersihkan apartemennya.



Fani sudah selesai beberes sekarang ia ingin membersihkan diri kemudian makan dan langsung tidur.


Fani belum membeli ponsel karena belum ada waktu, jadi dia berniat besok baru akan membelikannya.


Sudah pukul delapan malam, Fani baru selesai memasak makanannya ia hanya masak mie, telur, sosis dan sedikit sayur karena tadi ia hanya membeli di toko pinggir jalan, jadi tidak terlalu banyak. Karena besok ia berniat untuk membeli barang- barang keperluannya di supermarket saja.


Setelah selesai makan ia mencuci piringnya kemudian ia berniat untuk istirahat namun tiba- tiba pikirannya kembali ke sosok Shawn. Ia langsung merinding dan menutup semua badannya menggunakan selimut dari ujung kepala hingga kakinya.


"Ahhh sial benar-benar mengerikan , lebih baik aku tidur saja." Dan tidak lama ia pun terlelap.


Tbc ...🌵


Jangan lupa untuk vote , komen dan like yah .. hehe terimakasih sudah mau membaca novel ini šŸ™

__ADS_1


__ADS_2