Cinta Seorang Psycho

Cinta Seorang Psycho
episode 26


__ADS_3

Sementara Fani yang bingung dengan situasi canggung saat ini hanya menundukkan badannya untuk memberi hormat pada kakek Shawn sebelum melangkah ke kamar mengikuti perintah Shawn.


"Apa yang membuat kakek datang kesini ?"


Setelah pertemuan terakhir dengan kakeknya, sikap Shawn benar-benar berubah. Jika melihat wajah kakeknya bawaannya hanya satu yaitu emosi.


"Anak kurang ajar, apa aku tidak boleh datang mengunjungi cucuku sendiri ?" Kata Kakeknya dengan wajah datar.


"Benarkah ? tapi setahuku tidak ada kakek di dunia ini yang mencoba merenggut kebahagiaan cucunya sendiri." Sindir Shawn yang berhasil membuat kakeknya tersenyum.


"Hahaha, aku bahkan baru mengetahui, jika cucuku sudah berani tinggal bersama seorang wanita disini."


"Katakan padaku yang sebenarnya apa tujuan kakek datang kesini ?" Ucap Shawn.


"Aku sudah menjodohkan mu dengan gadis yang cantik tapi kau menolaknya, dan bahkan kau membawa gadis lain untuk tinggal bersama di apartemen ini_


Selama aku hidup, aku selalu menjaga citra keluarga dengan baik hingga nama keluarga kita tidak pernah di pandang sebelah mata oleh orang lain, bahkan mereka sangat menghormati keluarga kita_


Namun kakek juga tidak dapat memaksamu untuk bertunangan dengan gadis pilihan kakek, tapi jika kau memilih gadis itu, maka secepatnya kalian harus bertunangan, dan menikah." Jelas kakeknya.

__ADS_1


Mendengar ucapan kakeknya membuat Shawn mengedipkan matanya beberapa detik, entalah saat ini perasaannya sungguh bahagia, namun juga merasa takut karena bisa saja kakeknya merencanakan sesuatu tanpa sepengetahuannya.


"Kakek akan memberi waktu 2 minggu, jika kau tidak segera bertunangan dengannya maka, salah satu dari kalian akan kakek kirim ke luar negeri agar tidak dapat bertemu kembali. Dan kakek yakin kau mengerti maksud kakek." Ucap Kakeknya. Segera berdiri lalu berjalan keluar apartemen bersama dengan para pengawalnya.


Setelah beberapa saat, Shawn kembali masuk kedalam kamar menemui Fani yang duduk di atas ranjang dengan wajah ketakutan.


Fani mengalihkan pandangannya kearah pintu saat Shawn membuka pintu dan masuk kedalam.


"Apa kau tidak apa-apa ? Siapa mereka ?" Tanya Fani pada Shawn saat Shawn duduk di hadapannya.


"Apa kau masih membenciku ?" Tanya Shawn dengan datar memperhatikan wajah Fani.


Shawn menarik napasnya panjang, lalu membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur, dengan kedua tangan berada di bawah kepalanya.


"Apa kau lapar ? Aku sangat lapar sekarang." Ucap Shawn.


"Aku tidak lapar, bisakah aku pergi kekampus hari ini ?" Tanya Fani.


Shawn tidak langsung menjawab, ia tampak memikirkanan sesuatu lalu menatap wajah Fani.

__ADS_1


"Apa itu salah satu alasanmu, agar kau bisa lari dariku ?" Tanya Shawn yang bagun dari posisinya.


"Kenapa kau selalu seperti itu ? aku hanya ingin pergi ke kampus dan belajar dengan tenang Shawn, tolong mengertilah. Aku tidak mungkin menyianyiakan beasiswa yang aku dapatkan saat ini." Jelas Fani dengan mata yang berkaca-kaca.


Shawn tersenyum kecut, lalu berjalan melepaskan kancing bajunya satu persatu.


"Beasiswa ? Aku pikir itu bukan beasiswa." Ucap Shawn membalikkan badannya dengan tubuh bagian atas yang terekspos jelas, membuat Fani memalingkan wajahnya kearah lain.


"Aku akan memindahkanmu kekampus lain."


"Tidak, Tidak. Apa kau gila ? kau tidak berhak mengaturku, dan aku sama sekali tidak ingun pindah dari kampus itu."


"Apa harus menjadi suamimu, baru aku bisa berhak atas dirimu ?"


"Apa maksudmu ?"


"Entah aku sudah, atau belum menjadi suamimu, aku tetap berhak atas dirimu." Jawab Shawn dengan acuh kemudian berjalan kekamar mandi.


Tbc.. 🌓

__ADS_1


__ADS_2