
Ting tong .. bel apartemen Fani berbunyi.
Shawn yang mendengar itu pun langsung berjalan ke arah pintu dan membuka pintu, ternyata pengantar makanan, setelah itu ia langsung masuk kedalam dan menaruh makanan di atas meja makan.
"Keluarlah , kenapa lama sekali didalam apa kau tidak ingin makan." Teriak Shawn pada Fani yang masih berada di kamar mandi.
Mendengar teriakan Shawn, Fani langsung menarik nafas panjang kemudian mengelus dadanya. ia keluar dari kamar mandi mengendap-endap karena masih merasa malu dengan kejadian tadi.
"Kemari dan duduk, jangan bertingkah seperti kau tidak pernah ciuman saja." Kata Shawn acuh dan menarik kursi untuk Fani duduk.
Mendengar perkataan shawn membuat Fani benar benar kesal " ckk, dasar itu adalah ciuman pertamaku asal kau tau. " Jawab Fani yang langsung duduk dengan wajah kesalnya.
"Baguslah ternyata kau menjaga bibirmu untukku." Kata Shawn yang tersenyum miring.
"Kau .. dasar cabul setelah melakukan itu semua kau masih berani berbicara begitu padaku ka....... " Kata Fani terpotong karena shawn sudah duluan memasukan ayam ke dalam mulut Fani.
"Makanlah kau ini cerewet sekali, dan asal kau tau itu sebenarnya bukan ciuman itu hanya kecupan di pagi hari untuk seorang pacar."
"Ckk siapa yang mau jadi pacarmu, benar benar suka memaksa." Jawab Fani yang masih penuh makanan di mulutnya.
"Ya ya terserah kau saja mau katakan apa ,intinya kau adalah milikku titik." Kata Shawn yang langsung berdiri dan mengecup dahi Fani.
"Mulai malam ini kau tidur sendiri dulu, aku tidak akan menemanimu, karena aku harus pergi untuk 2 hari kedepan." Kata Shawn.
"kemana ?" Tanya Fani.
Mendengar perkataan Fani membuat Shawn merasa bahagia, bagaimana tidak nada dari pertanyaan Fani seperti orang yang tidak ingin di tinggalkan sendiri.
"Apa kau takut kehilanganku."
"Tidak hanya tanya saja, lupakan saja kalau begitu."
"Sial kenapa aku harus bertanya seperti itu benar benar memalukan." Ucap Fani dalam hati.
Shawn hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya " Aku tidak pergi untuk mencari wanita lain, jadi tenang saja."
"Yah terserah kau, itukan hakmu." Kata Fani.
"Ia baiklah, setelah ini bersiaplah aku akan mengantarmu membelikan bahan makanan dan lainnya, setelah itu baru aku pergi."
"Iya." Kata Fani yang langsung menuju kamarnya.
Setelah beberapa saat , Fani sudah rapi dengan baju kemeja tangan panjang hitam dan celana jeans pendeknya.
__ADS_1
Melihat Fani berpakaian seperti itu, membuat Shawn merasa kesal.
"Kau ini sebenarnya mau pergi belanja bahan makanan atau untuk merayu pria pria di sana." Kata Shawn dengan wajah kesal.
"Kenapa memangnya, aku juga biasanya pakai begini kok kalau keluar." Jawab Fani.
"Pergi ganti bajumu, atau aku akan bakar semua baju bajumu di dalam lemari itu. "
"Kau ini kenapa selalu mengaturku, bahkan sekarang gaya pakaianku juga kau mengaturnya." Kata Fani dengan nada yang sedikit meninggi kemudian masuk ke dalam kamarnya lagi untuk mengganti baju.
Melihat itu Shawn hanya menggelengkan kepalanya dan lanjut dengan melihat ponselnya.
Setelah beberapa saat Fani keluar dengan baju putih dan rok jeans pendeknya. Ia langsung berjalan melewati Shawn yang duduk di atas sofa yang sambil memainkan ponselnya itu.
Shawn yang melihat Fani berjalan begitu saja melewatinya merasa bingung sekaligus kesal dengan gadis itu kenapa malah memakai rok pendek.
"Stop." Kata Shawn yang memperhatikan Fani dari atas kepala hingga kaki.
"Apa kau sedang menguji kesabaran ku." Kata Shawn yang langsung berdiri dari duduknya.
"Apa lagi, tadi kau menyuruhku mengganti bajukan , sekarang aku sudah menggantinya." Kata Fani polos.
"Ahh menyebalkan, kau sendiri saja yang pergi." Kata Fani.
"Aku bilang cepat ganti, aku tidak punya waktu untuk berdebat denganmu."
Fani menatap wajah shawn dengan tatapan emosi, dan Shawn tidak meresponnya sama sekali. Ia masuk dan mengganti bajunya kembali.
Setelah beberapa saat ia keluar "Sudah puas ?" Ucap Fani ketus.
Shawn pun memperhatikannya dari atas hingga ke bawah " Hm." Jawab Shawn.
Mereka keluar dari apartemen, Fani masih memasang wajah cemberutnya karena tadi Shawn menyuruhnya untuk mengganti baju berulang ulang kali, mereka berdua langsung menuju ke lift, Shawn memakai stelan hitam dari atas sampai bawah.
Mereka langsung menuju parkiran dan naik ke mobil mewah milik Shawn.
"Kita kemana." Tanya Shawn.
"Yah ke supermarketlah kemana lagi." Jawab Fani ketus tampa menoleh ke arah Shawn.
__ADS_1
"Aku tau ke supermarket, tapi supermarket yang di mana." Tanya Shawn sabar.
"Aku tidak tau, jalan saja pasti ada yang dekat dekat sini."
Mendengar itu Shawn langsung melajukan mobilnya ke arah mall milik keluarganya.
Dalam perjalanan mereka tidak berbicara sama sekali, Shawn pun menoleh ke arah Fani yang tampak masih cemberut karena kesal.
"Stop bersikap seperti itu, aku melakukannya demi kebaikanmu juga." Kata Shawn.
"Ck kebaikanku ? yang benar saja kau selalu mengaturku sejak aku bertemu denganmu, tidak boleh dekat dengan pria manapun bahkan dengan temanku sendiri kau malah menyuruhku untuk menjauhinya, lalu kau datang entah dari mana dengan sikap sombongmu mengatakan kau akan tinggal denganku, dan sekarang pakaianku pakaian yang biasa aku pakai kau juga mengaturku, apa ini kebaikanmu ?" Kata Fani yang mata sudah kaca kaca ingin nangis.
Shawn sama sekali tidak peduli dengan perkataan Fani ia tetap melajukan mobilnya dan tidak menjawab Fani sama sekali.
Beberapa saat kemudian Fani sudah menangis, gadis itu menangis sambil menatap ke arah luar jendela Shawn yang menyadari itu pun langsung menarik napasnya panjang.
"Kenapa kau selalu menangis, aku tidak memarahimu jadi berhentilah menangis kau benar- benar membuatku pusing." Kata Shawn.
Mendengar itu Fani semakin emosi, ia tidak melepaskan pandangannya ke arah luar jendela dengan air mata yang terus mengalir di pipinya hingga akhirnya mereka sudah tiba di mall.
"Kita sudah sampai, turunlah." Kata Shawn.
Shawn pun turun kemudian diikuti oleh Fani.
"Supermarketnya di lantai enam." Kata Shawn yang berjalan duluan dari Fani.
Mereka sudah tiba di supermarket, Shawn selalu mengikuti Fani dari belakang, dan memasukan berbagai jenis daging daging kedalam keranjang belanjaan itu, melihat itu membuat Fani merasa kesal.
"Ya ampun kenapa kau memasukannya sebanyak ini, berhenti untuk memasukannya. Astaga kau pikir aku ini apa, dan lagian aku tidak terlalu suka daging jadi kembalikan daging daging itu. " Kata Fani kesal.
"Kenapa memangnya ? kau sangat kurus jadi sebaiknya makan daging yang banyak."
"Apa hidupmu hanya untuk mengaturku, letakan kembali atau aku akan..."
"Akan apa, aku tidak akan meletakkannya kembali karena aku yang akan membayarnya nanti dan memakannya." Kata Shawn.
"Kau.. hiss terserah kau saja." Kata Fani yang langsung berjalan ke arah kasir untuk membayar, namun Shawn sudah duluan memberi kode pada kasir itu untuk tidak menerima uang dari Fani.
Disisi lain tampak ada yang mengabadikan momen yang di lakukan Shawn dan Fani sedari tadi, lalu mengirimnya pada seseorang.
"Kerja bagus." Kata orang itu yang tak lain adalah Oma Shawn.
Tbc ... šµ
Jangan lupa komen, like, dan vote yah, terimakasih š
__ADS_1