Cinta Seorang Psycho

Cinta Seorang Psycho
episdoe 16


__ADS_3

Setelah beberapa saat tampak Fani sudah tenang, Shawn membawakannya air untuk diminum.


"Hentikan tatapan mu, kau membuatku malu." Kata Fani yang merasa malu karena sedari tadi terus diperhatikan oleh Shawn.


Shawn langsung memeluk Fani "Aku sangat mencintaimu." Kata Shawn.


"Aku... aku ingin istirahat besok aku ada kelas jam 11." Kata Fani melepaskan pelukan Shawn.


"Baiklah, kau tidurlah aku akan keluar. "


Mendengar perkataan Shawn, Fani langsung menatap pria itu tajam.


"Apa kau butuh sesuatu ?" Tanya Shawn polos.


"Tidur disini." Kata Fani yang malu dan langsung menutupi tubuhnya dengan selimut.


Shawn tersenyum dan langsung tidur di samping Fani.


Waktu sudah menunjukan pukul 07:00 Fani sudah bangun, ia melihat ke sampingnya pria yang ia cintai sejak kapan ia pun lupa itu tidur terlelap di sampingnya.


Fani tersenyum lalu mengecup pipi shawn kemudian beranjak untuk membuat sarapan. Tanpa di sadarinya ternyata Shawn sudah bangun sejak tadi. Shawn tersenyum dalam hatinya, saat Fani mengecup pipinya.


Selang beberapa saat shawn menyusul Fani ke dapur di lihatnya gadis yang ia cintai itu sedang memasak dengan wajah seriusnya.


"Kau sudah bangun, ayo sarapan.. aku hanya membuatkan ini saja karena tidak ada apa - apa lagi di kulkas. " Kata Fani dengan senyum manisnya.


Shawn yang melihat senyum manis gadis itu benar benar terpesona bagaimana bisa gadis yang ia cintai ini memeliki senyum yang sangat manis dan tulus, bahkan ia sendiri baru melihatnya sekarang.



Mereka sudah selesai sarapan, tiba - biba bel berbunyi.


"Aku saja yang buka." Kata Shawn.


Shawn kembali dengan satu koper di tangannya dan itu adalah milik Fani, Fani yang melihat pun terkejut.


"Mereka sudah mengantarkan pakaianmu, jadi kau pergilah mandi. " Kata Shawn.


"Tapi dari mana mereka tau sandi apartemenku." tanya Fani.


"Aku yang memberitahu mereka." Jawab Shawn.


"Lalu bagaimana dengan apartemenku."


"Aku sudah mengaturnya, kau tidak perlu khawatir." Kata Shawn cuek dan langsung duduk di sofa.


" Ckk, sangat dingin. " Kata Fani pelan


Fani sudah selesai mandi, namun karena kelasnya masih jam 11, ia memutuskan untuk menonton siaran TV bersama Shawn.


"Kau tidak ke kampus ?" Tanya Fani.


"Tidak , aku akan ke perusahaan jam 12 nanti."


"Untuk apa, kau melamar pekerjaan ? " Tanya Fani polos.


"Apa tampang ku seperti ingin mencari pekerjaan. " Jawab Shawn.


"Lalu untuk apa kau ke perusahaan, dan perusahaan apa." Tanya Fani penasaran.


"Ia aku ingin melamar pekerjaan. " Kata Shawn pasrah.


"Oh semoga berhasil." Kata Fani sambil tersenyum.

__ADS_1


Tiba - tiba Fani mengganti Chanel TV yang langsung muncul wajah aktris cantik yang tak lain adalah wanita yang akan di jodohkan dengan Shawn, yang bernama Alexia.


"Wah dia benar benar cantik, beruntung sekali pria yang mendapatkannya." Kata Fani dengan wajah gelengnya dan hanya di perhatikan oleh Shawn.


"Aktris cantik yang banyak di gemari oleh kaum adam ini baru saja tiba di Negeri tercinta setelah 2 tahun tinggal di luar Negeri, dan kepulangannya kali ini karena akan segera menikah dengan pengusaha kaya dari keluarga konglomerat, yang tak lain adalah cucu dari keluarga edward yaitu Shawn Edward." Kata presenter itu, kemudian menayangkan foto mesra Shawn dan Alexia.


Mata Fani dan Shawn tidak dapat berkedip sama sekali, mereka sama - sama syok dan terkejut. Dada Fani seperti di tusuk berulang kali dengan pisau, bagaimana tidak ia sudah mulai mencintai Shawn di tambah lagi Shawn adalah cinta pertamanya, namun apa yang di lakukan Shawn benar- benar tidak bisa di pungkiri lagi.


Fani menjatuhkan remot kelantai dan langsung berdiri, hendak ingin berlari ke kamar namun di tahan oleh Shawn.


"Aku bisa jelasin semuanya, tolong dengarkan aku. " Kata Shawn dengan wajah memohon.


"Aku harus ke kampus." Kata Fani yang langsung mengambil Tasnya dan keluar dari apartemen.


" Sial." Ucap Shawn yang mengusap wajahnya kasar.


Shawn langsung keluar dari apartemen dan menuju ke rumah besar milik Kakeknya.


Setibanya di rumah kakeknya shawn masuk dengan tampang marah dan wajah yang sangat merah.


Tampak di ruang keluarga sudah ada kakek dan omanya yang sedang bersantai di pagi hari.


"Apa yang Kakek lakukan." Teriak Shawn dengan emosi yang di tahan oleh pengawal.


"Kau kenapa datang marah - marah. " Tanya Kakeknya cuek.


"Aku bilang kenapa Kakek melakukan ini padaku, aku tidak mau di jodohkan dengan wanita iblis itu, aku memiliki wanita yang aku cintai, jika Kakek melakukannya lebih dari ini maka jangan pernah menganggap aku cucu keluarga ini lagi." Teriak Shawn dengan penuh emosi.


"Kau bisa apa tanpaku, turuti saja jika kau mau wanita itu selamat." Tegas Kakeknya.


"Aku tidak akan membiarkan kalian menyentuhnya sejengkal pun, ingat itu."


Setelah mengucapkan itu ia langsung keluar dari rumah mewah itu, dan menuju kampus untuk menemui Fani.


"Emosinya benar - benar sama sepertiku." Kata Kakek Edward tersenyum.


"Hubungi dia, sepertinya ini waktu yang pas untuk lanjut ke tahap berikutnya." Kata Oma Shawn yang langsung memberikan ponsel pada Kakek Edward.


"Hallo, apa kabar ?" Tanya Kakek Edward.


"Aku baik, kau apa kabar disana ?" Tanya seorang pria paru baya di sebrang sana.


"Aku baik, aku ingin katakan padamu sepertinya ini adalah waktu yang pas untuk kita mengatur rencana kita."


"Baiklah, aku juga sudah tidak sabar, semoga rencana yang selama ini kita atur bisa berhasil." Kata orang di seberang sana.


"### Haha baiklah, aku akan mengabarimu lagi." Katanya dan langsung menutup telefon.


Ā 


" Hey, ayo ke kantin." Ajak Start pada Fani.


"Tidak aku sedang tidak ingin makan, kau pergilah sendiri." Kata Fani


"Kau kenapa apa kau sakit ? " Tanya Start


"Tidak, aku mohon tinggalkan aku sendiri." Kata Fani.


"Baiklah, jika butuh sesuatu kau kabari aku saja."


"Hmm "


Tidak lama kemudian, sahabat wanita satu - satunya yang Fani miliki datang membawakan makanan di tangannya.

__ADS_1


" Hallo, gadis cantik apa kau merindukanku ?" Tanya Tasya pada Fani. Fani hanya tersenyum.


"Kenapa ponselmu selalu tidak aktif, apa kau mengganti nomor ? " Tanya Tasya memberikan kotak makanan pada Fani.


"Ah ia , ponselku rusak jadi aku membeli ponsel baru." Kata Fani yang mengeluarkan ponselnya.


"Ya ampun, lalu kenapa kau tidak menghubungiku sama sekali dan kau sekarang tinggal dimana."


"Aku lupa nomor mu, hehe sekarang kau simpanlah nomormu, aku akan mengajakmu ke apartemenku suatu hati nanti."


"Ckkk , kau benar-benar tidak menganggapku sahabat sama sekali, oh ya aku hanya mengantarkan mu makanan karena aku harus pergi ke Rumah Sakit sekarang ada urusan, jangan lupa hubungi aku yah." Kata Tasya langsung meninggalkan Fani.


Fani tidak makan makanan itu, ia kembali tidur di atas meja dan menangis, hingga ia di kagetkan oleh teriakan teman - temanya.


Ia berdiri dan melihat ke arah luar jendela ternyata Shawn sedang berjalan menuju kelasnya.



Dengan cepat ia mengambil tas miliknya dan lari keluar dari kelas. Ia berlari hingga di gerbang kampus, ia menunggu taxi tapi tidak ada satupun yang lewat.



Tanpa di sadari sejak tadi Shawn terus mengikuti dan memperhatikannya.


"Tin.. Tin.. Tin." Terdengar bunyi klakson yang berasal dari mobil mewah milik Shawn.


Shawn menurunkan kaca mobilnya " Masuk !" Kata Shawn.


Fani kaget dan tidak ingin mendengarkan Shawn, ia terus berjalan.


"Aku bilang masuk, jangan membuatku marah." Kata Shawn lagi.


Mendengar nada suara Shawn yang semakin meninggi, Fani terpaksa masuk kedalam mobil mewah milik Shawn.



Mereka berdua hanya diam sepanjang perjalanan, hinga tiba di apartemen mewah milik Shawn.


Fani turun dari mobil duluan dan di ikuti oleh Shawn. mereka langsung masuk ke dalam apartemen suasana sangat canggung di antara mereka.


Fani langsung masuk ke kamar, dan diikuti oleh Shawn.


"Aku ingin mandi, bisakah kau keluar dulu. " Kata Fani pada Shawn namun sama sekali tidak melihat ke arah Shawn.


"Aku bisa jelasin, tolong dengarkan aku dulu." Kata Shawn yang memegang pergelangan tangan Fani kuat.


"Lepaskan, aku tidak peduli dengan urusanmu, lakukan saja sesukamu, sejak awal kau memang hanya memperlakukan aku seperti boneka mu saja." Kata Fani yang sudah berlinang air mata.


"Aku memang di jodohkan dengannya, tapi aku tidak mencintainya, aku hanya di paksa oleh Kakekku." Ucap Shawn jujur.


Fani tersenyum mengejek setelah mendengar perkataan Shawn barusan.


"Lalu aku harus apa ? apa kau ingin mempermalukan aku di depan semua orang ? apa yang akan tersebar di luar sana jika kau tidak bersama gadis itu, semua orang akan mengatakan kau meninggalkan gadis cantik dan kaya demi bersama gadis miskin yatim piatu sepertiku." Kata Fani yang sudah menangis.


"Aku tidak akan membiarkan siapapun menghinamu, sekalipun itu kakekku."


"Maafkan aku, tapi sebaiknya kita seperti sebelum- sebelumnya saja, anggap saja kita tidak saling kenal dan ini hanya mimpi buruk kita yang panjang." Kata Fani yang menarik kopernya untuk keluar dari kamar.


"Hentikan langkahmu , atau kau benar - benar tidak akan bisa bertemu lagi denganku." Teriak Shawn pada Fani.


Fani terus berjalan dan tidak mendengarkan teriakan Shawn, ia membawa kopernya perlahan dengan linangan air matanya menuju apartemen lamanya.


Tbc ... 🌵

__ADS_1


Jangan lupa Vote yah šŸ™


__ADS_2