Cinta Seorang Psycho

Cinta Seorang Psycho
epiaode 9


__ADS_3

Pandangan Fani pun tertuju pada dua orang pria tampan di pojok kanan kantin itu, tidak sengaja Fani menatap ke arah shawn begitupun sebaliknya mereka berdua bertatapan mungkin sekitar 5 detik, sebelum Fani langsung disapa oleh ibu kantin.


"Hallo Nona ingin pesan apa ? " Kata Ibu kantin itu.


"Oh iya bu, saya pesan roti dan air mineral, dan nasi ayamnya satu."Jawab Fani, dan di iyakan oleh ibu kantin.


"Sebenarnya aku juga ingin roti tapi kau sudah memesankan duluan jadi yah sudahlah. " Kata Tasya dengan memanyunkan bibirnya.


" Hahaha, alasan kamu. Syoo kita cari tempat duduk." Kata Fani.


"Cus..." Sambung Tasya.


Mereka sudah duduk ditempat duduk yang mereka pilih, tidak jauh dari tempat Shawn dan Rio duduk. Sedari tadi pandangan Shawn tidak terlepas dari Fani.


Fani merasa seperti ada yang memperhatikannya namun ia tidak mau ambil pusing, mereka melanjutkan sarapan mereka dan sesekali mengobrol.


" Ckk jadi kau berani mengacuhkan ku yah." Kata Shawn dalam hati. Kemudian memperhatikan Rio yang sedang makan di depannya.


"Tidak bisakah kau makan lebih cepat aku harus pergi, ada yang harus aku lakukan." Kata Shawn.


"Ya ampun aku baru saja makan dua sendok dan kau menyuruhku untuk cepat, yang benar saja kau ini, tunggu dua menit lagi tuan Shawn yang angkuh." Kata Rio kesal dengan mulut yang penuh makanan.


"Kau seperti tidak pernah makan saja, makanlah yang pelan tidak ada yang akan merebutkan nya darimu." Sahut Shawn.


"Bagaimana aku bisa pelan jika kau menyuruhku makan dengan cepat, ahh sial sekali tau begini aku tidak usah mengajakmu tadi." Kata Rio.


"Heh, kau benar-benar cerewet cepat habiskan."


Rio tidak menjawab ia hanya menatap Shawn dengan sorot mata yang kesal.


Tadi Rio memang mengajak Shawn untuk makan di kantin, namun Shawn menolak karena menurutnya itu benar- benar menjijikan jika harus makan di kantin.


Karena sedari kecil ia tidak pernah makan di kantin sekolah hingga saat ini, tapi Rio terus memaksanya alhasil dia hanya menemani Rio makan.


Di sisi lain Fani dan Tasya sudah selesai makan.Dan akan bersiap untuk kembali ke kelas mereka masing- masing.


Fani sudah berada dalam kelas, hari ini Start tidak masuk kampus karena ia harus pergi ke luar negeri bersama kedua orang tuanya. Tiba-tiba terdengar bunyi pesan masuk dari ponsel milik Fani. Dan ia langsung meraih ponselnya dan membuka pesan.


šŸ“© Start


"Hay manis, aku hari ini tidak masuk kampus karena akan keluar negeri bersama orang tuaku, kamu jangan genit- genit yah dan kau mau aku bawakan apa nanti ?"


Fani tersenyum dan menggelengkan kepalanya lalu mengetik pesan.


šŸ“© Fani

__ADS_1


"Baiklah hati-hati di jalan, tidak usah bawakan apa-apa yang penting kau selamat sampai kembali nanti." Balas Fani.


šŸ“© Start


"Kau memang wanita idamanku, baiklah aku harus berangkat sekarang, nanti ku hubungi lagi jika aku tidak sibuk yah." Balas Start.


šŸ“© Fani


" Iya baiklah." Setelah itu ia langsung melanjutkan pelajarannya karena kebetulan dosennya sudah datang.


Disisi lain Shawn dan Rio juga sudah kembali ke kelas mereka masing-masing.


Setelah berapa jam di kampus akhirnya tiba waktunya untuk pulang, sekarang sudah pukul lima sore. Fani melangkahkan kakinya seperti biasa ia akan langsung pulang ke asrama untuk membersihkan diri dan istirahat sebentar kemudian malam nya ia akan keluar membeli makan.


Waktu sudah menunjukan pukul sebelas kini Shawn bergegas untuk pergi ke tempat rahasianya. Ia memang memiliki tempat rahasia di Negara C , itu adalah tempat yang ia bangun sejak masih berada di bangku menengah atas.


Tempat itu di bangun untuk memuaskan keinginannya sebagai seorang Psychopath, tidak ada yang tau tempat itu kecuali orang orangnya, dan Shawn memiliki anak buah yang tugasnya berbeda beda.


Sekarang salah satu anak buahnya yang di khususkan menjaga tempat itu sudah membukakan gerbang untuknya.


"Selamat datang tuan." Katanya.


Shawn tidak menjawab dan langsung masuk, langkahnya baru di depan pintu tapi ia sudah di sambut oleh jeritan dari seorang gadis.


Shawn masuk kedalam dan berkata "Sepertinya kau benar benar menikmati ikatan itu yah, padahal aku belum melakukan apa apa padamu." Katanya sambil melangkah mendekati gadis itu dan mulai duduk di depannya.


Gadis itu mengangkat kepalanya dan kaget, kenapa lelaki yang di pujanya ada di sini.


"Tolong tolong aku."


"Kau benar- benar meminta tolong pada orang yang salah nona."


" Apa maksudmu?" Tanya gadis itu bingung.


"Ckk dasar ******, ternyata kau gadis yang tidak sopan yah , sekarang kau bahkan berada ditempat kesayanganku tapi kau tidak tau pemilik tempat ini siapa ?" Kata Shawn dengan senyum miringnya.


Gadis itu tidak menjawab ia hanya kembali menangis dan meminta tolong untuk di lepaskan.


"Aku kaget ternyata kebahagianmu sederhana sekali, padahal aku hanya mengikat tangan dan kakimu tapi kau menjerit bahagia seperti itu, ah baiklah sekarang aku akan memberimu kebahagian yang tidak akan kau lupakan.


"Ia mengambil pisau dari dalam saku celananya pisau itu benar benar kecil dan mengkilap . Tanpa menunggu lama ia mendekati gadis itu lalu berjongkok dan langsung menusukkan pisaunya di salah satu mata wanita itu sambil berkata.


"Ini kebahagian pertama yang aku berikan untukmu, bukan kah kau suka melihatku di kampus waktu itu ?"


Kemudian ia merobek bibir gadis itu dengan pisaunya dan berkata lagi, ini kebahagian keduamu karena telah mengatakan aku adalah pria tampan, ahh niatmu sangat baik tapi aku sangat tidak mengharapkan pujian dari ****** sepertimu.

__ADS_1


Ia mengelapkan pisau tadi pada kulit wajah gadis itu dan tersenyum.


Gadis itu teriak sejadi jadinya , bagaimana tidak sekarang matanya sudah di tusuk dan mengeluarkan darah yang banyak, sungguh sangat mengerikan dan kemudian bibirnya sudah di sobek.


Dan yang terakhir ini adalah kebahagian yang aku yakin kau tidak akan melupakan nya, karena orang yang kau puja - puja adalah orang yang akan membantu menghilangkan rasa sakitmu sekarang, setelah mengatakan itu ia langsung menancapkan pisau pada dada gadis itu.


Gadis itu tidak bisa berbuat apa apa lagi karena darah dan tenaganya benar benar terkuras habis, hingga akhirnya ia tergeletak dan tidak bernapas lagi.


Shawn berdiri dan melihat mayat gadis itu lalu berkata tidurlah yang nyenyak , dan semoga kau mimpi indah , ia tersenyum dan langsung pergi.


"Bereskan semuanya." Katanya pada anak buahnya lalu ia langsung naik mobilnya dan pulang.


Author Pov (Di kampus)


Wah dia benar-benar tampan, aku akan mendapatkannya. kata gadis itu yang langsung pergi ke arah Shawn dan Rio.


Tanpa rasa malu ia langsung memperkenalkan dirinya " Hay nama aku Olivia." Katanya sambil senyum genit dan sesekali memainkan matanya pada Shawn.


Shawn sama sekali tidak menanggapi Olivia , tapi Rio selalu menanggapi gadis itu, seharian itu kemanapun mereka pergi Olivia selalu mengikuti mereka, sesekali ia sengaja memperlihatkan baju dalamnya dan beralasan jika cuaca panas namun Shawn langsung pergi meninggalkannya.


Setelah selesai kampus, Rio bertanya pada Shawn." Apa kau menginginkannya ? "


" Tentu saja, dia sudah membuatku merasa risih seharian ini." Jawab Shawn.


" ### Hahaha baiklah semoga kau menikmatinya." Kata Rio dan mereka pun langsung masuk kedalam mobil masing masing.


Shawn langsung pulang ke apartemennya, ia langsung mandi untuk membersihkan diri kemudian ia pergi lagi. Ia sudah berada di dalam mobil dan sekarang menuju toko bunga yang sebelumnya ia kunjungi dan membeli bunga yang sama persis seperti kemarin.


Waktu sudah menunjukan pukul satu dini hari, Shawn sudah berada di depan asrama putri, seperti biasa ia menyuruh orang suruhannya untuk memadamkan listrik terlebih dahulu.


Ia menaiki tangga hingga sekarang sudah berada di depan kamar Fani. Saat ingin membuka pintu tiba-tiba ia melihat ibu asrama yang keliling menggunakan senter. Tanpa menunggu lama ia langsung masuk ke dalam kamar Fani.


Disisi lain ibu asrama melihat ke arah kamar Fani, yang seperti baru di tutup. Ia langsung curiga dan benar saja saat pintu itu tertutup listrik langsung menyala.


" Astaga , apakah benar itu tuan shawn ?" Ia menggelengkan kepalanya dan langsung berjalan untuk melihat yang lainnya.


Sementara itu dikamar Fani.


"Selamat malam sayang" kata shawn dengan suara manisnya sambil mencium pipi Fani. Ia berjalan meletakkan bunga di atas meja belajar Fani dilihatnya bunga yang kemarin masih ada disana ia pun tersenyum, sebelum ada notifikasi pesan masuk dari ponsel Fani, ia mengambil ponsel itu lalu membukanya.


šŸ“© Start


"Selamat malam manis , apa kau sudah tidur ? jangan lupa mimpikan aku yah, aku akan kembali dua hari lagi dan aku sudah menyiapkan hadiah terbaik untukmu, i miss you šŸ˜˜ā¤ļø." Pesan masuk dari Start.


Tbc ... 🌵

__ADS_1


__ADS_2