Cinta Seorang Psycho

Cinta Seorang Psycho
episode 18


__ADS_3

"Ahh kau kenapa disini, pergi saja dengan wanitamu." Kata Fani pada Shawn yang langsung tertawa namun tiba - tiba ia mengeluarkan air matanya. Tak bisa di pungkiri mengingat kenyataan sebelumnya membuat ia benar - benar sakit hati.


Semua orang yang melihat itu pun terkejut, dan bertanya tanya bagaimana bisa seorang gadis biasa seperti Fani mengatakan hal seperti itu pada Shawn.


"Berdiri." Kata Shawn dingin.


"Aku tidak mau." Jawab Fani acuh sambil mengambil gelas minum dan ingin meminumnya.


Melihat itu Shawn langsung mengambil gelas minuman yang di pegang Fani lalu melemparnya ke bawah hingga pecah dan membuat semua orang kaget termasuk Fani.


"Aku bilang berdiri sekarang." Kata Shawn dengan nada suara yang tinggi.


Melihat Shawn yang sudah berlebihan pada Fani, Start ingin berdiri namun di tahan oleh Rio.


"Jangan gegabah jika kau ingin gadis itu selamat. " Bisik Rio pada Start.


"Sial." Kata Start yang langsung duduk kembali di tempat duduknya.


"Apa maumu, jangan mengurusi hidupku lagi aku tidak mengenalmu, kau yang mengacaukan segalanya. " Teriak Fani tidak mau kalah.


Tanpa pikir panjang shawn langsung menarik tangan Fani.


"Lepaskan, aku tidak mau." Teriak Fani berontak.


Semua teman temannya hanya memperhatikan mereka berdua sejak tadi, mereka ingin membantu Fani namun mereka mengurungkan niatnya saat melihat tatapan Shawn dan Rio yang seperti ingin memakan mereka semua.


"Tenanglah, atau akau akan berbuat kasar padamu ".


"Aku tidak peduli, lepaskan aku, lepaskan." Teriak Fani.


Shawn yang sedari tadi menahan amarahnya setelah melihat Fani mencium pipi Start pun sudah tidak tahan lagi, di tambah lagi Fani terus berontak padanya, langsung saja ia memukul bagian belakang Fani dan membuat gadis itu pingsan.


Shawn langsung menggendong Fani keluar dari dalam bar dan meninggalkan tas milik Fani begitu saja , kemudian ia membawa Fani masuk ke dalam mobil menuju apartemen mewah miliknya.


Rio yang melihat Shawn pergi itu pun langsung mengerti apa yang harus ia lakukan pada teman teman Fani.


"Oke, tolong perhatiannya sebentar, ini adalah masalah sepasang kekasih, jadi biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka sendiri. Dan untuk teman kalian dia akan baik baik saja, jadi jangan khawatir. " Kata Rio yang langsung berjalan pergi, namun tiba-tiba ia kembali lagi.


"Dan jika kalian ingin selamat rahasiakan masalah ini, karena jika kalian memberitahukan masalah ini pada orang lain maka nyawa kalian yang jadi taruhannya. " Kata Rio dan langsung pergi.


"Apa ? mereka sepasang kekasih ?" Kata salah satu teman Fani.


"Jadi selama ini mereka pacaran, oh Tuhan benar- benar memalukan aku bahkan mengatakan ingin pacaran dengan Kak Shawn di depan pacarnya sendiri." Kata teman wanita lainnya.


Dan Start yang mendengar perkataan Rio tadi membuatnya menjadi lemas, bagaimana bisa ia selama ini mencintai wanita yang ternyata sudah memiliki kekasih. Padahal yang ia lihat Fani sepertinya tidak memiliki kekasih.


Dalam hatinya ia berharap sebaliknya, tapi mendengar perkataan Fani tadi benar benar membuatnya sadar akan kenyataan.


Start tersenyum kecut, lalu meminum kembali minumannya. Shawn dan Fani sudah berada di apartemen milik Shawn, namun Fani belum sadar sama sekali.

__ADS_1


Shawn membaringkan gadis itu di atas tempat tidur miliknya, lalu ia menggantikan baju Fani dengan bajunya. Setelah selesai ia mencium kening Fani kemudian mengambil ponselnya untuk menghubungi Rio.


"Halo."Jawab Rio.


"Bagaimana ?" Tanya Shawn.


"Aku sudah mengurusnya, kau berhutang penjelasan padaku." Jawab Rio.


"Hmm aku akan ceritakan nanti."


"Aku akan membawakan tasnya tapi aku masih di bar, besok aku akan mengantarnya kesitu."


"Hm baiklah." Jawab Shawn yang langsung menutup telponnya.


Setelah selesai telefon, Shawn langsung mandi kemudian tidur di samping Fani.


-


Tiba-tiba ponsel Fani berdering, Rio melihat nama Tasya serta foto manis tasya di layar ponsel itu. Ia langsung mengangkatnya.


"Kau dari mana saja, aku sudah menelefon mu sejak tadi tapi kau baru menjawabnya sekarang." Teriak Tasya dari ujung telefon. yang membuat Rio menjauhkan ponsel dari telinganya kemudian tersenyum.


"Hallo, apa kau mendengarkan ku, Fan.. hallo Fani."


"Ia aku mendengar mu." Jawab Rio santai.


"Ia aku mencurinya dari temanmu." Kata Rio sambil tersenyum.


"Sialan kau kenapa mencuri ponsel temanku, lalu di mana dia." Tanya Tasya


"Dia aman hanya saja ponselnya tidak aman sekarang." Jawab Rio lagi


"Sialan, kau dimana aku akan menghabisi mu brengsek." Teriak Tasya.


"Aku akan mengirim alamatnya sekarang, jika kau terlambat maka jangan salahkan aku. " Kata Rio yang langsung menutup telefonnya.


Setelah menutup telfon, pria itu tertawa puas, karena sudah mengerjai tasya "Bagaimana bisa sepolos itu." Pikirnya kemudian tertawa lagi.


Ia langsung mengirim alamat bar itu pada Tasya, dan selang berapa menit Tasya sudah tiba di dalam bar. Ia melihat sekeliling dan sesekali mengepalkan tangannya karena takut. Rio memperhatikannya dari atas, ia tidak menyangka gadis ini benar benar akan datang.


Tiba - tiba ponsel Tasya berdering dan ada nama Fani di panggilan itu "Naiklah ke atas untuk apa kau di bawah sana." Kata Rio di seberang telefon.


"Ckk kenapa tidak bilang dari tadi, dasar kau pencuri sialan." Kata Tasya sambil melihat ponselnya.


Rio yang melihat itu langsung tertawa dengan tingkah laku tasya yang benar-benar lucu menurutnya.


Tanpa menunggu lama ia langsung naik ke atas dan masuk ke dalam ruangan VIP itu.


"Kenapa pencurinya bisa ada disini." Ucap Tasya dalam hati.

__ADS_1



Tiba tiba ia melihat pria tampan yang duduk di sofa sambil memperhatikannya dari atas sampai bawah.



"Apa yang kau lihat dasar cabul." Kata Tasya yang menutup dadanya.


"Ckk, benar benar kecil kau pikir aku tertarik dengan postur tubuh seperti itu." Jawab Rio.


"Yah sudah cepat berikan ponsel sahabatku, atau aku akan menelfon polisi. " Kata Tasya.


"Apa tampangku seperti pencuri." Tanya Rio sambil berjalan mendekat ke arah Tasya.


Tasya terus mundur hingga ia sudah mentok ditembok " A...apa yang kau lakukan. " Kata Tasya ketakutan.


Rio berjalan lebih dekat ke arah tasya hingga jarak antara mereka sangat dekat sekarang, Rio langsung membuka mantelnya.


"Hentikan, apa yang kau lakukan, aku tidak akan melaporkanmu pada polisi jika kau melepaskanku." Ucap Tasya sambil menatap Rio.


"kau yang datang padaku, maka aku tidak akan melepaskanmu." Jawab Rio yang langsung memberikan mantelnya pada tasya.


"Pakailah, apa kau datang untuk menggodaku." Kata Rio sambil mengangkat salah satu alisnya.



Saat sadar akan penampilannya Tasya pun langsung memakai mantel milik Rio dengan cepat.


"Apa maksudmu, kau kira aku wanita apaan, aku...aku tadi buru buru jadi tidak sempat ganti baju." Jawab Tasya.


"Lalu kenapa kau wanita bukan apaan ini mau saja di suruh ketempat seperti ini." Tanya Rio lagi yang mengambil gelas minumnya.


"Aku..aku..ahh sudahlah untuk apa kau banyak bertanya cepat berikan ponselnya padaku, jika kau tidak memberikannya maka aku.. aku akan."


"Akan apa." Tanya Rio yang duduk di sofa sambil tersenyum miring padanya.


"Sial kenapa dia sangat tampan." Kata Tasya dalam hati. Tiba-tiba ponsel Tasya berdering " Hallo, aku akan ke sana sekarang." Ucap Tasya.


"Tidak perlu, aku ingin katakan kau tidak perlu datang ke RS sekarang karena dokternya sudah tiba, kau istirahatlah dan sampai bertemu lagi." Jawab pria di seberang telefon.


"Ahh, ia baiklah terimakasih Marko." Kata Tasya dan langsung menutup ponselnya.


Mendengar Tasya menyebut nama pria lain membuat Rio tersenyum licik.


"Kau tidak akan kemana - mana, karena kau harus menghabiskan malam ini bersamaku." Kata Rio meletakkan gelas minumnya dan berjalan ke arah Tasya.


Tbc ... 🌵


Jangan lupa, like, komen dan vote yah. Biar Authornya semangat nulis šŸ™

__ADS_1


__ADS_2