
Shawn sudah berada di dalam mobilnya dan sekarang, ia berencana untuk membeli bunga terlebih dahulu sebelum bertemu dengan Fani di asrama nanti.
Waktu sudah menunjukan pukul dua belas malam, tapi ia masih keliling untuk mencari bunga yang akan ia bawakan untuk wanitanya. Ia tidak ingin menyuruh orang lain yang membelikannya bunga karena baginya bunga yang ia pilih adalah yang terbaik untuk wanitanya.
Hingga saat ini ia sudah berada di pojok bangunan tua di kota itu, dimana hanya satu-satunya toko bunga yang masih buka dan tampak sangat sepi.
"Selamat malam tuan apakah anda ingin memesan bunga untuk pasangan kencan anda atau ?" Tanya seorang Ibu penjaga toko bunga itu.
" Ckk sok tau sekali dia kencan apanya." Kata Shawn dalam hati, namun ia langsung mengiakan.
" Iya untuk kencan." Jawabnya datar.
"Baiklah tuan, saya menyarankan Bunga Gardenia untuk anda karena akan sangat cocok sebagai hadiah kencan pertama gardenia melambangkan ketulusan cinta anda untuk pasangan anda. Kata ibu itu , dengan senyum ramah.
"Baiklah , berikan bunga itu saja." Katanya.
Setelah selesai ia langsung membayar kemudian berjalan masuk ke dalam mobil mewahnya itu, di taruhnya bunga di kursi penumpang dengan hati hati kemudian ia kembali tersenyum lalu berkata
"Mari aku ajak kau bertemu dengan pemilikmu sekarang. " Kata Shawn.
Setelah berapa menit akhirnya ia sudah tiba di halaman asrama, dan seperti sebelumnya ia menelefon seseorang untuk memadamkan lampu terlebih dahulu sebelum ia mulai aksinya.
Semua sudah tampak gelap dan shawn perlahan masuk kedalam asrama gadis itu, tiba - tiba lampu pun di nyalakan kembali. namun di kamar Fani tetap tampak gelap karena tadi ia mematikan lampu kamarnya.
Shawn sudah berdiri di samping tempat tidur Fani dan meletakkan bunga tadi yang ia beli di atas meja belajar Fani.
Ia kembali melihat wajah Fani dari dekat yang hanya di terangi oleh lampu dari luar kamar, karena kebetulan Fani tidak menutup tirai kamarnya semua, ia hanya menutupnya sebagian.
"kau sangat sempurna sayang." Kata Shawn. Setelah mengatakan itu ia langsung mencium pucuk kepala Fani dan berlalu di bibir merah muda gadis itu.
Shawn tampak tersenyum, kemudian ia membaringkan badannya di samping Fani lalu memeluk Fani dengan penuh kasih sayang, ia membalikan badan Fani dengan hati hati, karena takut jika Fani bangun dan akan mengamuk padanya.
Tak di sangkanya Fani pun menurut membalikan badan kearahnya hingga sekarang mereka berdua benar-benar sangat dekat, napas mereka berdua benar-benar beradu hingga terasa di kulit keduanya.
Tiba-tiba Fani membuka matanya tidak sengaja mata mereka bertemu, Shawn kaget, ia sudah memikirkan jika Fani teriak, maka dia akan membungkam bibir Fani dengan langsung menciumnya, namun niatnya ia urungkan karena Fani langsung tertidur lagi dan malah membalas pelukan Shawn, gadis itu berpikir bahwa itu hanyalah mimpi sehingga ia kembali tertidur.
Shawn menarik napas lega, ia tidak melepaskan pelukannya dari gadis itu, ia tersenyum kemudian berkata "Kau benar-benar agresif dan suka sekali membuatku jantungan." Setelah itu ia langsung tertidur.
Waktu sudah menunjukan pukul empat pagi shawn sudah terbangun dari tidurnya, sebenarnya ia masih mengantuk namun ia tetap harus bangun jika tidak ingin ketahuan oleh Fani, di lihatnya gadis di sampingnya itu masih tertidur sangat pulas, lalu ia mengecup pucuk kepala Fani kemudian bibir gadis itu dan berkata.
__ADS_1
"Aku pulang yah, nanti malam aku akan kembali, kau sebaiknya jangan nakal karena mulai sekarang kau akan selalu aku pantau." Setelahnya ia keluar dengan santai melewati koridor asrama.
Tanpa ia sadari ternyata ada sepasang mata yang memperhatikannya dari tadi sejak ia keluar dari kamar gadis itu .
"Astaga demi apa, apakah ini nyata ? Oh Tuhan yang benar saja, gadis itu benar-benar beruntung." Kata wanita itu langsung menutup mulutnya tanda kaget.
Yah wanita itu adalah penjaga asrama putri berusia 43 tahun, ia selalu bangun jam 4 untuk mengecek asrama, namun hari ini dia benar benar kaget dengan apa yang dia lihat.
Bagaimana tidak seorang Shawn Edward ahli waris dari perusahaan terkaya di negara nya dan cucu dari pemilik kampus serta asrama tempat ia bekerja datang menemui seorang gadis dan bahkan tidur bersama semalaman.
Ini benar- benar berita besar untuknya. Namun sayang ia tidak berani menceritakan ke siapa-siapa jika ia masih mau bekerja di tempat itu.
Ia terpaksa mengunci rapat rapat bibirnya dan langsung masuk ke ruangannya , berniat untuk melihat daftar nama siapa yang menempati kamar 111 itu.
Betapa terkejutnya ia setelah melihat nama ternyata adalah Fani Atika gadis yang sebelumnya di berikan perintah oleh seseorang kepadanya untuk menjaga Fani di asrama jika saja ada yang berniat mengganggu gadis itu, maka dia lah yang akan maju duluan.
"Wah benar benar bukan orang sembarangan, sampai sampai harus di jaga ketat seperti itu." Katanya sambil menggelengkan kepalanya.
Fani sudah bangun dari tidurnya, ia merasa ada yang aneh karena tiba-tiba ada sebuket bunga di atas meja belajarnya, ia berjalan lalu mengambil bunga itu dan berpikir sejenak.
"Sejak kapan aku membeli bunga, dan seingatku aku tidak pernah membeli bunga seperti ini." Pikirnya.
Tunggu - tunggu, tadi malam setelah makan aku langsung tidur dan ini kenapa bisa ada disini ?" Katanya sambil menggigit kukunya dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Ia kembali melihat bunga dan mengecek berharap ada surat namun sayang tidak ada apa-apa jadi ia tidak dapat mengetahui itu dari siapa.
"Astaga ini benar benar mengerikan." Pikirnya.
Ia tak menyentuh bunga itu, ia juga tidak membuang bunganya, pikirnya bodo amat aku tidak peduli dengan bunga ini, ia meletakan kembali di atas meja belajarnya.
Ia bergegas untuk mandi, sebelum itu ia menyiapkan pakaian yang akan di pakainya terlebih dahulu, setelah selesai ia langsung mandi, beberapa saat kemudian ia keluar dengan hanya memakai handuk, dan langsung menggantinya di dalam kamar itu.
Disisi lain, Shawn benar benar membulatkan matanya karena ini adalah kali keduanya melihat Fani seperti itu.
"Yah ampun apa kau benar-benar tidak punya urat malu, kenapa kau melakukannya di kamar astaga, gadis bodoh ini benar benar mengundangku ternyata." Kata Shawn kemudian mematikan monitor yang sedari tadi ia nonton dan menghapus bagian tadi. Setelah itu ia langsung bergegas untuk mandi karena ia harus mengikuti kelas pagi hari ini.
Fani berjalan melewati ruangan penjaga asrama , dan tiba-tiba ia berbalik karena ada yang memanggil namanya.
" Fani .. teriak gadis itu.
__ADS_1
"Yah ampun kenapa aku baru melihatmu lagi, dari mana saja kau." Jawab Fani setelah tasya sudah berada di sampingnya
"Ahh aku sangat merindukanmu, aku kemarin ada masalah keluarga jadi harus pulang dan baru tadi pagi aku kembali ke asrama dan sekarang harus ke kampus karena masuk kelas pagi." Ucap Tasya memeluk tangan Fani dan memasang wajah sedih yang di buat buat.
"Astaga kau ini manja sekali, baiklah baiklah karena ku sudah seperti seekor kucing kasihan sekarang aku akan mentraktirmu sarapan bagaimana ? " Kata Fani pada sahabatnya itu .
"Ah kau yang terbaik." Jawab Tasya dan langsung memeluk Fani.
Tanpa mereka sadari ibu penjaga asrama memperhatikan tingkah mereka berdua sejak tadi.
" Astaga bagaimana tidak tertarik jika dia secantik itu, aduh aku benar benar kepikiran terus soal itu." Katanya.
Mereka sekarang sudah berada di kantin, mereka berdua harus mengantri untuk memesan makanan karena banyak siswa siswi juga yang membeli sarapan di kantin.
Hingga mereka di kagetkan oleh teriakan seorang gadis " Oh tuhan lihat siapa yang datang. " Kata gadis itu sambil menunjuk kearah pria tampan bernama shawn dan juga temannya rio itu. Yah siapa lagi kalau bukan mereka yang di gilai di kampus itu.
Semua mata tertuju pada mereka, bagaimana tidak mereka benar benar tampan, dan para wanita sangat heboh di kantin itu ,tak terkecuali tasya .
"Gila, baru tau ternyata kampus kita memiliki aset yang benar-benar indah Fan." Ucap Tasya sambil sambil memperhatikan Shawn dan mengarahkan pandangan Fani untuk melihat lelaki tampan itu.
**Visual Shawn Edward
**
**
**
**Visual Fani Atika
__ADS_1
**
Tbc ... šµ