Cinta Seorang Psycho

Cinta Seorang Psycho
episode 15


__ADS_3

Shawn sudah membelikan beberapa baju dalam untuk Fani. Lalu ia mampir ke sebuah restaurant untuk membelikan Fani makanan karena seingatnya gadis itu belum makan sama sekali.


Ia melangkah masuk ke dalam apartemen mewah miliknya, di lihatnya sekeliling ruang tengah itu ternyata gadisnya tidak ada, lalu ia berjalan menuju kamarnya dan mendapati Fani sedang duduk memperhatikan malamnya ibu kota itu.



"Apa yang kau lakukan." Tanya Shawn yang berjalan mendekati Fani.


Fani menoleh sekilas pada Shawn, namun ia kembali menatap ke arah luar jendela.


"Aku sudah membelikanmu baju dan makanan, ayo kau pasti lapar."


Fani tidak menjawab sama sekali perkataan shawn padanya. "Ayo." Kata Shawn lagi yg menarik tangan Fani.


"Aku tidak lapar." Jawab Fani dan menghempaskan tangan Shawn.


"Bagaimana mungkin kau tidak lapar, kau belum makan sama sekali sejak tadi.'


Fani berdiri dari duduknya dan menatap Shawn tajam "Apa urusannya denganmu jika aku sudah atau belum makan." Kata Fani acuh.


Shawn hanya menarik napasnya panjang dan menggelengkan kepalanya karena tingkah laku Fani saat ini.


"Kenapa kau bersikap begitu ? harusnya aku yang melakukan itu. Kau sudah membawa paksa aku untuk tinggal disini dan berkata untuk tidak dekat dengan pria manapun tapi kau sendiri malah pergi dengan wanita wanita di luar sana."


"Apa yang kau katakan, wanita siapa." Tanya Shawn kaget.


"Ckk, kau benar-benar seorang ********.' Kata Fani langsung keluar dari kamar.


Namun dengan segera Shawn menahan tangannya "Kau tau dari mana jika aku di luar bersama wanita."


"Jadi benarkan kau bersama dia ?" Tanya Fani menyelidiki. "Aku mohon jika kau sudah memiliki kekasih untuk apa kau menahanku disini."


"Aku tanya kau tau dari mana." Tanya Shawn dengan suara yang meninggi dan mencengkram kedua pundak Fani.


"Ahw sakit, tidak bisakah kau lebih pelan sedikit memperlakukan wanita."


Fani berjalan ke arah tempat tidur, dan mengambil foto yang tadi ia terima untuk memberikan pada Shawn.


"Aku tidak tau siapa yang mengirimnya, aku kira tadi kau yang membunyikan bel apartemen jadi aku ke depan untuk membuka pintu tapi pintunya tertutup, tiba - tiba ada benda ini di bawahnya."


Shawn mengerutkan keningnya saat melihat ada wajahnya dan Enjel di dalam foto itu "Siapa yang melakukan ini ?" Pikirnya.


"Antarkan aku pulang sekarang."


"Tidak, kau akan tetap disini. "


"Apa kau mau jadikan aku bonekamu, apa perlu aku katakan pada wanita itu jika kau mengurungku disini." Kata Fani dengan suara lantangnya.


"Kau tidak perlu mengatakan apa-apa karena dia sudah tau."


"Apaa ? apa yang kau katakan barusan, dasar kalian berdua pasangan yang menjijikan."


"Apa maksudmu berkata begitu ?"


"Tentu saja kalian menjijikan, terutama kau."


"Apa kau sedang cemburu ? "


"Si..siapa bilang, asal kau tau aku tidak peduli tentang kau dengannya, cepat keluar aku ingin istirahat." Kata Fani yang langsung beranjak ke atas tempat tidur.


"Ya yah, kau memang tidak peduli padaku, dan asal kau tau aku tidak akan membiarkanmu tidur sendirian." Kata Shawn yang langsung tidur di sebelah Fani.


Fani kaget dan langsung duduk "Apa yang kau lakukan, cepat keluar atau aku akan menendangmu."


Mendengar itu shawn langsung menarik tangan Fani dan masuk kedalam pelukannya. Fani terus berontak.

__ADS_1


"Jangan bergerak atau aku tidak tau apa yang akan terjadi selanjutnya. "


Mendengar perkataan Shawn, Fani langsung diam, walaupun sekarang ia merasa jantungnya akan keluar dari dalam tubuhnya.



( kira - kira kaya gini, posisi mereka sekarang wkwk )


Shawn tersenyum saat Fani menuruti perkataannya untuk tenang.


" Wanita yang kau maksud itu namanya Enjel, dia bukan kekasihku tapi dia saudara sepupuku ." Kata Shawn lembut yang masih memeluk Fani.


"Aku akan mengenalkanmu padanya suatu hari nanti, dan asal kau tau aku tidak mencintai gadis manapun selain kau, jadi berhenti untuk mengataiku seperti tadi." Lanjut Shawn yang langsung mencium dahi Fani.


Fani yang mendengar pengakuan dari Shawn tambah deg - degan "Sial kenapa tidak berhenti." Katanya dalam hati.


"Apa kau tidak ingin makan, aku sudah membelikanmu makanan enak." Kata Shawn yang memperhatikan wajah Fani


Fani hanya menganggukan kepalanya dengan bibir yang manyun.


"Kenapa kau jadi sangat manja." Kata Shawn mencubit pipi Fani dan langsung berdiri.


Mereka berdua akhirnya keluar untuk makan malam, Shawn terus terusan memperhatikan Fani saat makan, bagaimana tidak, ini adalah kali pertama mereka makan bersama dengan hati yang tenang.


"Apa kau tidak ingin makan? kenapa terus terusan menatapku." Tanya Fani.


"Aku sudah kenyang."


"Baiklah jika begitu, aku juga sudah kenyang." Fani beranjak dari duduknya hendak ingin mencuci piring, namun di tahan oleh Shawn.


"Tinggalkan saja, besok aku akan menyuruh orang untuk membereskannya."


"Ini hanya beberapa saja, aku bisa melakukannya."


"Astaga apa yang kau pikirkan, kau ini lucu sekali, bagaimana mungkin hanga mencuci piring membuat tangan menjadi lecet. ayo kalau begitu kau membantuku mencuci piring." Kata Fani



Mereka berdua sudah selesai makan dan mencuci piring, tiba - tiba Fani merasa sangat panas.


"Aku ingin mandi." Kata Fani spontan.


"Baiklah, aku meletakan baju dalam mu di totebag di atas sofa kamar."


Mendengar perkataan Shawn, wajah Fani berubah menjadi merah. Tentu saja ia merasa malu dan canggung "Astaga apa yang dia katakan seperti suami istri saja." Kata Fani dalam hati. Ia langsung berlari ke dalam kamar mandi.


Setelah selesai mandi, ia membuka totebag yang tadi untuk mengambil baju dalamnya yang di belikan Shawn.


" Ahhhh..- " Teriak Fani.


Shawn yang mendengar itu langsung berlari menuju kamar mandi " Fan..hey buka pintunya kau kenapa."


" Dasar mesum, kenapa kau membelikan yang seperti ini, kau pikir aku mau pakai yang begini apa. " Teriak Fani dari dalam.


" Beli apa, aku tidak mengerti maksudmu."


"Kau membelikanku baju dalam yang seperti ini untuk apa, kau pikir aku wanita penggoda apa. " Teriak fani kesal.


"Sial." Desis Shawn pelan. Ia tidak tau karena tadi ia hanya menyuruh orang butik itu untuk memasukan baju dalam terbaik dari toko mereka tampa melihatnya terlebih dahulu.


" Pakai saja dulu hungga besok pagi aku akan membelikannya yang baru."


Deg,....jantung Fani mulai berdetak kencang wajahnya mulai merah seperti udang rebus.


"Astaga kenapa dia tidak pernah berpikir dulu sih kalau bicara. " Kata Fani pelan.

__ADS_1


Berapa saat kemudian Fani sudah keluar dari kamar mandi dengan stelan ungu, Fani mengenakan baju dan celana Shawn.


"Aku pinjam yang ini, hanya ini yang cocok untukku."



Melihat Fani seperti itu Shawn hanya tersenyum senang , bagaimana tidak gadisnya benar benar sngat lucu seperti itu.


"Kenapa kau tersenyum. " Tanya Fani.


"Tidak, tidak apa - apa, kemarilah aku ingin berbicara denganmu." Kata Shawn.


Fani berjalan ke arah Shawn, dan duduk di samping Shawn.


"Aku minta maaf, jika sejak awal pertemuan kita aku sangat kasar padamu, tapi aku melakukan itu semua karena ingin kau tetap di sampingku." Kata Shawn.


"Aku tidak masalah jika kau tidak mencintaiku, aku hanya ingin kau bersamaku." Lanjut Shawn.


" Aku...aku tidak tau harus berkata apa, tapi aku ingin kehidupanku yang dulu." Kata Fani sambil menundukan kepalanya.


"Apa kau sama sekali tidak mencintaiku dan tidak ingin tinggal bersamaku." Tanya Shawn.


"Tentu aku mencintaimu tapi aku sadar aku bukan wanita yang cocok untukmu." Kata Fani dalam hati. Ia langsung meneteskan air matanya. Fani menggeleng, dan tidak berani menatap wajah Shawn.


"Baiklah, jika itu maumu aku akan menjauh darimu tapi dengan satu syarat, kau harus tinggal disini dan tidak tinggal di apartemen lamamu itu."


Fani terkejut, bagaimana bisa ia inggal di tempat yang tidak seharusnya ia berada. Namun bagaimanapun juga ia harus melakukan itu demi kebebasannya.


"Aku..aku akan tinggal di sini." Kata Fani.


Shawn tersenyum " Baiklah jika begitu kau sekarang sudah jadi pemilik apartemen ini." Kata Shawn yang langsung berdiri ingin meninggalkan Fani.


Fani menahan tangan shawn dan menatap manik pria itu "Kau mau kemana ? " Tanya Fani.


"Aku akan tidur di rumahku kau itirahatlah. " Kata Shawn yang langsung keluar.


-----


Sejak kepergian Shawn dua jam yang lalu Fani benar - benar gelisah, tiba - tiba saja ia menangis karena merasa seperti ada yang hilang dalam hidupnya.


Waktu sudah menunjukan pukul dua belas malam, Fani mengambil ponselnya yang di berikan shawn lalu memencet tombol panggil, yah ia menelefon Shawn.


"Halo, kenapa kau belu tidur. " Tanya Shawn.


"Hiks... hiks... aku...aku... " Sebelum menyelesaikan ucapannya Fani sudah menangis.


"Ada apa, kenapa kau menangis ?" Tanya Shawn khawatir.


"Aku...hisk hiks hiks." Tangis Fani semakin pecah.


"Kau kenapa , katakan apa yang membuatmu menangis, aku akan ke sana sekarang. " Kata Shawn langsung menutup telefonnya.


Shawn langsung turun dari mobilnya dan masuk ke dalam lift. Sedari tadi Shawn memang berada di besment apartemennya dan tidak pulang ke eumah Kakeknya. Ia membuka apartemennya lalu masuk ke dalam kamar.


"Ada apa kenapa menangis ?" Tanya Shawn pada Fani.


Fani memperhatikan wajah Shawn dengan mata bengkaknya dan terus menangis. Tiba - tiba Fani langsung memeluk Shawn, sontak membuat Shawn terkejut dengan apa yang di lakukan Fani.


"Ada apa ?" Tanya Shawn sambil mengelus kepala Fani.


"Aku..aku tidak mau jika kau meninggalkanku." Kata Fani


Shawn tersenyum dan menaikan sudut bibirnya "Aku tidak akan meninggalkanmu jadi berhentilah menangis." Jawab Shawn lembut.


Tbc ... 🌵

__ADS_1


__ADS_2