
Hari ini adalah hari yang ditunggu tunggu oleh Fani karena hari ini adalah langkah awal dirinya untuk kemudian hari.
kring...kring...kring... begitulah suara alaram terdengar di telinga Fani, gadis itu menyetel alaramnya pukul setengah enam pagi karena ia harus melakukan beberapa aktivitasnya sebelum ia harus berangkat ke kampus.
Pukul setengah tujuh pagi Fani sudah selesai dan bersiap untuk ke kampus, jarak antara asrama dan kampusnya sangat dekat mungkin sekitar sepuluh menit jika ia berjalan kaki.
Saat berjalan ia tidak sengaja melihat mobil mewah dengan beragam warna dan merek, dari ukuran besar sampai yang paling kecil, yang datang dan pergi, yah itu adalah para mahasiswa mahasiswi Universitas X.
Dilihat sekelilingnya ia benar benar kaget karena tidak ada yang berpenampilan seperti dia yang hanya mengenakan kaos putih, celana jeans biru panjang, dan sepatu putih miliknya.
Ia sempat merasa minder berada di kampusnya yang sekarang, namun ia menepis pikiran itu karena tujuannya hanyalah belajar bukan mengikuti lomba fhasion di kampus.
Ia langsung berjalan masuk ke kelasnya, saat tiba di kelas semua mata tertuju padanya bukan karena kecantikannya namun karena penampilannya yang benar benar berbeda dari gadis gadis lain.
"Hallo gadis manis , perkenalkan aku adalah pria paling tampan di kampus ini namaku Start. " Ucap lelaki tampan itu.
"Oh hallo, aku Fani Atika kau bisa memanggilku Fani." Ucapnya dengan ramah.
"Ahh nama yang manis, apa kau punya pacar ? " Tanyanya to the point.
" Eh Maaf aku tidak punya pacar dan tidak ingin pacaran saat ini, aku hanya ingin kuliah yang benar sampai selesai baru ingin memiliki pacar." Jawab Fani jujur.
"Wow.. wow luar biasa, tak ku sangka kau akan menolak ku gadis manis, baiklah aku akan menunggumu sampai kau selesai kuliah." Kata Start yang memang suka mengganggu gadis gadis di kampusnya.
"Heh." Fani tampak kaget.
"Oh ayolah tidak bisakah kau mengiyakan saja, apakah kau tidak kasihan semua mata menatapku penuh penghinaan dan remehan karena di tolak olehmu." Kata Start dengan wajah pura pura lesunya.
Fani memperhatikan teman temannya yang lain dan benar saja yang di katakan strat padanya ternyata teman-temannya menertawakan Start .
__ADS_1
"Hahah baiklah baiklah." Jawab Fani sambil tertawa.
"Oke untuk sekarang kita sahabat, apapun yang kau butuhkan katakan padaku maka aku akan memenuhi semuanya." Kta Start yang notabenenya memang dari keluarga kaya.
"Baiklah, kau sangat cerewet ternyata. ayo duduk yang benar sebentar lagi dosen akan masuk." Kata Fani.
-
"Apakah kau sudah selesai, kita akan terlambat nanti." Kata Rio.
"Tidak ada yang akan memarahi kita, aku bosnya disini." Kata Shawn dengan percaya dirinya.
"Cihh benar - benar sombong, aku akan menunggumu di mobil tuan."
"Baiklah." Kata Shawn dengan datar.
Setetelah bebrapa saat akhirnya mereka langsung berangkat menuju kampus , yahh kampus mereka di Universitas X karena kampus itu adalah milik Kakek Shawn tentu saja ia harus kuliah di sana, dan jurusan yang di ambil adalah bisnis menejemen.
Mereka sudah tiba di kampus. Gedung untuk S1 berbeda dengan gedung S2 sama halnya dengan gedung S3. Saat melewati halaman kampus semua mata tertuju padanya dan sahabatnya Rio, bagaimana tidak mereka berdua benar benar mencolok di bandingkan semua.
Padahal penampilan mereka biasa saja hanya memakai kaos di lapisi jaket kulit dan celana jeans hitam, namun mereka mencolok bukan karena pakaian yang mereka kenakan tetapi mencolok karena wajah dan postur tubuh mereka yang sempurna.
" Yah Tuhan mereka siapa, kenapa ada wajah yang sempurna seperti itu, astaga aku benar benar akan gila, aku harus memiliki mereka apa pun terjadi dan sebagainya begitulah teriakan histeris para wanita yang melihat mereka berdua.
" Aku benar benar bosan soal ini. " Kata Shawn.
" heh , apa kau ingin bermain dengan mereka sekarang ? " Tanya Rio.
" Aku sedang tidak mood, tunggu hingga moodku bagus maka tidak akan aku biarkan mereka menghirup udara segar lagi." Katanya sambil senyum sinis penuh arti.
__ADS_1
"Aku harus ke kelasku, sampai jumpa nanti." Kata Rio dan hanya di anggungan oleh Shawn.
Rio berjalan meninggalkan shawn, Rio berbeda jurusan dengan Shawn. Rio mengambil jurusan kedokteran karena ia harus meneruskan rumah sakit milik ayahnya.
Shawn menuju kelasnya saat berada di dalam kelas, ia benar benar bosan sehingga ia langsung berjalan ke atas atap kampus begitulah kegiatannya dari dulu jika bosan maka ia akan naik ke atap kampus.
Saat sedang duduk ia tidak sengaja melihat ke arah gedung S1 dan melihat seorang gadis yang sedang memperhatikan materi dari dosen dengan serius gadis itu adalah Fani, ia langsung tersenyum penuh misteri.
Sedangkan di gedung S1 tempat Fani belajar, tiba-tiba ia merasa seperti ada yang aneh sehingga ia melihat ke luar jendela dan betapa terkejutnya ia melihat seorang lelaki yang duduk di atas atap, ia reflek dan langsung berdiri membuat semua teman temannya memperhatikan dia, namun ia langsung meminta maaf pada dosen dan teman-teman di kelasnya.
"Maaf, maaf sambil menundukan kepalanya."
Fani langsung duduk di kursinya, hingga berapa saat ia sadar.
" Apakah dia benar benar akan melakukan hal itu." Katanya dalam hati. Dengan penasaran ia langsung meminta ijin pada dosen untuk ke toilet, namun tujuan sebenarnya ia akan ke atap tempat lelaki itu berada.
Ia berlari keluar sesekali melihat ke arah lelaki itu, dan memberikan kode untuk tetap berada di sana dan jangan bergerak, padahal ia tidak dapat melihat dengan jelas wajah lelaki itu namun ia terus berlari dengan percaya dirinya.
Dari kejauhan lelaki itu tampak tersenyum melihat tingkah gadis itu, ia mengerutkan dahinya ia benar-benar tidak mengerti, Kenapa gadis itu bisa bersikap seperti itu.
Padahal ia tidak kenal sama sekali dengan gadis itu tapi dengan bangganya memberikan kode dan menyuruhnya agar ia tetap di tempat dan jangan bergerak.
Melihat gadis itu memasuki gedung S3 , tampak lelaki itu berpikir sejenak kemudian ia berkata "Apa dia pikir aku akan melompat kebawah ? Ckk yang benar saja, kau benar benar konyol gadis kecil."
Ia langsung berdiri dan berjalan hingga menjauh dari tempat yang tadi ia duduk, sekarang ia berada di belakang tembok atap dan tiba - tiba.
"Brukkk , suara dobrakan pintu terdengar sangat keras " Ahh sial dimana dia apa dia benar benar terjun ke bawah." Kata Fani sambil berlari ke arah balkon atap dan melihat ke bawah ternyata tidak ada apa-apa.
"Astaga apa aku melihat hantu, tapi jelas-jelas tadi aku melihatnya ada di sini." Fani tampak kebingungan dan ia langsung berjalan menuruni tangga hingga akhirnya ia sudah berada di kelasnya, namun ia tampak tidak konsen pada materi dan memikirkan hal yang tadi.
__ADS_1
Disisi lain Shawn benar benar merasa konyol dengan tingkah gadis itu sesekali ia menggelengkan kepalanya dan tersenyum , kemudian ia langsung mengambil ponselnya dan menelfon seseorang.
Tbc ...šµ