Cinta Suci Santri Putri

Cinta Suci Santri Putri
Dengan syarat


__ADS_3

Flashback on.


.


.


Stelah berbicara dengan anak buahnya, rendi tak pulang ke rumah revan tetpi pulang ke rumahnya yang berada di jakarta, rendi sengja tak pulang ke rumah anaknya untuk melncarkan rencananya.


"halo Yah..." jawab revan saat menerima panggilan dari ayahnya.


"revan, ayah gk pulang ke rumah kamu, ayah mau pulang ke rumah besar" ucap rendi perjalanan menuju rumahnya.


"owh... Iya yah"ucap Revan.


Rendi telah merencanakan agar kyai ahmad menerima lamaran revan dengan ancaman dia akan menghancurkan pesantren al ikhlas, rendi telah mencari informasi atas pesantren tersebut, dan stelah mengetahui bahwa pesantren al - ikhlas di bangun atas tanah yang di wakafkan adik kandungnya semasa hidupnya.


Saat ini rendi telah menunggu kedatangan kyai ahmad di ruangan pribadinya.


"assalamualaikum....." ucap abah saat memasuki rungan.


"silahkan duduk.." ucap ucap pria di dalam ruangan yang duduk membelakangi meja.


"kyai ahmad..." ucap pria misterius yang berdiri dan menghampiri abah ahmad dengan senyuman liciknya.


"pak rendi perdana.." ucap abah tersenyum menatap sosok pria tersebut.


"iya... Bagaimana tawaran yang telah anak buah saya sampaikan pada anda?" tanya rendi menatap tajam abah.

__ADS_1


Tawaran yg di sampaikan anak buahnya adalah tawaran perjodohan antara revan dan aisyah, dan jika kyai ahmad tak menerima tawaran tersebut maka sebagai gantinya adalah kehancuran pesantren al ikhlas.


"saya tidak bisa mengorbankan putri saya pak rendi yang terhormat" ucap abah tegas menatap rendi.


stelah berbicara tegas pad rendi, abah berdiri akan mninggalkan rendi, tetapi Terhenti.. Saat akan melangkahkan kakinya.


"pesantren anda akan hancur jika anda menolak" teriak rendi saat abah akan keluar.


"saya hanya butuh waktu 30 detik untuk menghancurkannya jika anda mau..." ucap rendi mendekati abah yang berhenti di depan pintu.


Rendi tak butuh waktu lama untuk menghancurkan pesantren al ikhlas karna seluruh anak buahnya telah berjaga di pesantren tersebut.


"kita bisa bicara baik2 kyai ahmad" ucap rendi menepuk pundak abah., kyai ahmad berfikir sejenak sebelum kembali ke tempat duduknya.


"kyai ahmad, saya tidak akan menghancurkan pesantren al ikhlas jika anda menerima lamaran anak saya.." ucap rendi.


"kyai ahmad bukankah anda menikah dengan istri anda karna perjodohan? dan kalian saling mencintai stelah menikah" ucap rendi tersenyum.


"iya anda benar, tapi saya tidak mau aisyah tertekan akan perjodohan" ucap kyai ahmad.


"kyai ahmad, saya tau bahwa tanah pesantren tersebut telah di berikan adik saya, dan saat ini saya hanya meminta aisyah menerima lamaran anak saya sebagai ucapan terima kasih kepada keluarga perdan... apa itu sulit? jika revan tak menginginkan aisyah.. Saya akan carikan wanita lain untuknya" ucap rendi dengan suara meninggi karna kesabarannya sudah habis.


"bukankah ta'aruf lebih baik dari pada pacaran? tindakan revan sudah benar untuk melamar anak anda, tetapi kalian tidak mempertimbangkannya" ucap rendi.


"baiklah.. Saya akan bicara pda aisyah" ucap kyai ahmad.


flashback off.

__ADS_1


"tapi... Aisyah ingin mencintai seseorang dengan cara aisyah mi" aisyah lirih pada umi.


"kamu terima saja dulu perjodohan itu nak" ucap umi mengelus lembut kepala aisyah yang tertutup kerudung


"kamu juga belum tahu siapa yang akan di jodohkan denganmu kan??" tanya umi, karna umi juga belum mengetahui siapa yg akan di jodohkn pad aisyah.


Stelah tenang, aisyah merapikan pakaiannya dan beranjak keluar menemui abah.


"bah... Maafin aisyah" ucap aisyah duduk di tempatnya semula. Aisyah merasa tak enak hti stelah menolak keinginan abahnya.


"bah.. boleh aisyah tahu siap yang abah jodohkn untuk aisyah" tanya aisyah.


"lelaki yang abah jodohkan adalh lelaki yang kmaren melamar kamu" ucap abah.


"apa???" ucap aisyah dan umi kaget.


"abah serius menjodohkan aisyah dengan lelaki itu" tanya umi yang masih kaget.


"apa salahnya kita menerima lamaran revan untuk aisyah mi.. Dari dulu banyak yang mendekati aisyah tetapi tak ada satu pun yang berani melamar aisyah mi.." ucap abah.


"aisyah akan menerima lamaran revan dengan syarat, aisyah ingin mengenalnya lebih jauh dan aisyah ingin mengetahui apakah revan bisa menjadi imam yang baik untuk aisyah bah.." ucapa aisyah.


"aisyah ingin revan belajar agama di pesantren ini bah..." ucap aisyah lgi.


**author...


hanya ucapan terima kasih bagi kalian yng telah menyukai novel ini, dan semoga kalian tak pernah lelah menyukainya😊**

__ADS_1


__ADS_2