Cinta Suci Santri Putri

Cinta Suci Santri Putri
Kakek..


__ADS_3

Selama menunggu umi di ruang tamu, aisyah terus melamun memikirkan kejadian hari ini, sedih kecewa dan bingung entah apa yg ia rasakan saat ini.


"assalamualaikum" ucap umi masuk ke dalam rumah dan melihat aisyah yg sedang melamun sehingga tak mendengar salamnya.


"assalamualaikum" ucap umi lembut dg menepuk pundak aisyah peln.


"u umi, waalaikum salam" jawab aisyah cepat.


"Anak umi kenapa kok melamun begitu?" tanya umi dg mencubit hidung aisyah


"gpp kok umi.. Aisyah gk ngelamun" ucap aisyah tersenyum paksa.


"ya sudah.. Yuk kita ke dapur... Bantu umi masak" ucap umi Yg langsung di angguki oleh aisyah.


********


di dalam pesawat menuju belanda, revan hanya terdiam tanpa sepatah katapun yg terucap dari bibirnya.


"van... Kamu kenapa?" tanya rendi menyentuh pundak revan pelan.


"eh.. Ayah.. Aku gk kenapa2 kok yah" ucap revan.


"kevin mana yah?" tanya revan meluhat ke kanan dn kiri.


"di kamar.. Ktanya dia mau tidur" ucap rendi yg hanya diangguki oleh revan.


"syah.. Kamu sedang apa?" ucap revan dalam hatinya dg melihat langit dri jendela pesawat.


"semoga aku pulang sebelum kamu pergi" ucap revan dalam hatinya dg memejamkan kedua matanya, Membayangkan harapannya.


tanpa di sadari, revan terlelap dalm duduknya, ia terlihat sangat lelah, wajahnya teduh mendamaikan dunia, ketampanan yg di turunkan oleh sang ayah membuatnya hampir sempurna sebagai manusia.


stelah menempuh hampir 22 jam perjalanan, pesawat jet pribadi rendi tiba di amsterdam airport schipol, mereka langsung di sambut oleh bodyguard yg sudah menunggu lama di sana, lalu mereka langsung menuju rumah sakit antoni van leeuwenhoek, salah satu rumah sakit ternama di belanda. Stelah lama berjalan tibalah mereka di depan ruangan kakek, namun tak terlihat keberadaan keluarganya, lalu mereka masuk ke dalam ruangan, ruang itu sangat tertutup, luas dan sangt private, sehingga yg ingin masuk wajib menggunakan pakaian khusus yg di sediakan rumah sakit dan hanya dua orang yg di perbolehkan untuk masuk ke dalam ruangan tersebut.


"Nenek...." panggil revan lalu memeluk neneknya dg erat memberi ketenangan.

__ADS_1


"hiks.. Hiks.. Hiks.. hiks" tangis nenek memeluk revan.


"nek.. Nenek jngan nangis ya." ucap revan sambil melepaskan pelukannya dan mengusap air mata neneknya.


"ma... Yg lain mana? kok mama sendirian" tanya rendi saat melihat sekelilinginya dan tak menemukan saudaranya selain mamanya.


"yg lain pulang Untuk istirahat" ucap nenek.


"mama gk istirahat?" tanya rendi.


"mama mau temenin papa kamu ren" ucap nenek tersenyum melihat rendi.


saat rendi dan neneknya sedang melepaskan rindu, revan menghampiri seorang pria yg terbaring lemah dg terpasang banyak alat medis di badannya.


"kek... " panggil revan pd kakeknya yg masih terbaring, lalu revan duduk di sisi kiri sebelah kakeknya.


"kek.. Revan ingin hebat seperti kakek, revan ingin cerita sama kakek, revan ingin kuat seperti kakek,." ucap revan memandangi dan memegang erat tangan kakek.


"tapi.. kalau kakek seperti ini, revan mau cerita sama siapa......" ucap revan dg tangisan yg tak bisa di bendung lagi.


"yah.. " ucap revan memandangi ayahnya yg tersenyum Padanya.


"kakek udh berapa lama kritisnya yah..?" tanya revan.


"kakek.. Kritis tiga hari yg lalu, sekarng kakek sedang koma" ucap nenek menghampiri keduanya.


"nenek gk istirahat?" tanya revan.


"nenek ingin menemani kakek van.." ucap nenek lembut.


"tapikan nenek harus istirahat" ucap revan memgang tangan neneknya.


"iya ma.. Mama sitirahat saja, biar aku sama revan yg menunggu papa" ucap rendi.


"seharusnya kamu sama revan yg istirahat, kalian kan baru sampai.. Dan perjalananya pasti sangat melelahkan" ucap nenek pd rendi.

__ADS_1


"nek.. Kita gk capek kok, nenek istirahat ya.." ucap revan memohon.


"ya sudah.. nenek pulang.. dan besok pagi nenek akan kemari" ucap nenek.


"iya.. Nek.." ucap revan.


"mama Hati2 ya" ucap rendi saat mamanya akan pergi.


"iya..." ucap nenek tersenyum.


"yah.. Aku mau keluar sebentar,mau nyuruh kevin beli makanan buat kita" ucp revan menatap ayahanya yg langsung di angguki oleh rendi.


"vin.." panggil revan.


"iya tuan" jawab kevin dan langsung menghmpiri revan.


"belikan makanan buat kita" ucap revan dg menyerahkan uangnya pada kevin.


"ehmm dan satu lagi.. panggil aku dg nama aja" ucao revan.


"tapikan ini gk di pesantren" ucap kevin bingung.


"aku lebih suka kamu panggil namaku saja, dan bersikaplah sebagai temanku bukan assistenku" ucap revan.


"ok deh.." ucap kevin tersenyum dg dua jarinya membulat menyetujui revan.


******


author...


Hai hai readers... Gimana lebaran kalian di rumah saja?? kita doakan agar virus coronanya segera pergi ya..


Jngan lupa like, komen dan vote ya😉😉


Terima kasih🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2