Cinta Suci Santri Putri

Cinta Suci Santri Putri
Siapa dia


__ADS_3

"Tadi Aisyah bertemu dengan Revan bah" jawab Aisyah jujur.


"Lalu kenpa?" tanya abah bingung.


"Dia nanya jawaban Aisyah atas lamarannya bah" ucap Aisyah sedih.


"Aisyah ingat itu adalah janji kamu, kamu tidak boleh mengungkarinya" ucap Abah menasehati.


"Aisyah tau bah, tapi....


"Tapi Aisyah belum siap untuk menjawabnya bah" ucap Aisyah lirih.


"Syah kamu itu harus menepati janjimu, jika kamu bingung antara Revan dan Reza, lakukanlah sholat istigharah" ucap Abah lembut dengan mengelus kepala Aisyah yang tertutupi hijab.


"Abah, Aisyah ingin kuliah terlebih dahulu" rengek Aisyah dengan mata yang berkaca-kaca.


"memangnya kuliah setelah menikah tidak bisa?" tanya Abah menggoda putrinya.


"Abah...." rengek Aisyah dengan air mata yang mulai menetes.


"Iya Iya, abah paham nak, hanya saja kamu tepati dulu janjinya, pastikan kepada mereka mana yang kamu pilih. Kalau soal menikah, kamu bisa menikah setelah lulus dari qairo" ucap Abah lembut menenangkan Aisyah.


"Jika kamu bingung diantara dua pilihan, lakukan sholat istigharah sebagai jawaban dari kebingungan kamu" tambah Abah lalu memeluk putrinya erat.


"Aisyah masih tujuh belas tahun bah" ucap Aisyah dalam isak tangisnya didekapan Abah.


"Lalu?" tanya Abah pura-pura tak tau maksud Aisyah.


"Aisyah baru mau ke delapan belas tahun, masak Aisyah sudah menikah" rengek Aisyah lagi.


"Aisyah, mereka tidak memaksa kamu intuk menikah lho, hanya melamar kamu, mencari kepastian dari putri abah yang cantik ini" ucap Abah dengan menyubit hidung Aisyah.

__ADS_1


"mereka takut, nanti di qairo banyak lelaki yang ingin menyukai kamu" tambah Abah dengan tersenyum.


"Aisyah coba ya bah" ucap Aisyah tersenyum dengan melepaskan pelukannya pada Abah.


"Sekarang Abah mau tanya sama Aisyah, apakah Aisyah menyukai salah satu diantara Revan dan Reza?" tanya Abah penasaran.


"ehmmm a aisyah ehmm....


"jika Aisyah bingung, sholat istigharah, jika tidak, Aisyah pilih mana yang lebih membutuhkan Aisyah" ucap Abah menasehati Aisyah.


"Iya bah" ucap Aisyah paham maksud dari perkataan abahnya.


Jika soal memilih mungkin Aisyah bisa memilihnya, namun yang di permasalahkannya jarak dan waktu untuk menjalaninya, apakah aisyah kuat mempertahankannya? kalau Aisyah kuat, bagaimana dengan pilihannya itu, apakah dia kuat? apalagi dia adalah lelaki yang tampan dan berakhlah. Dan apakah mereka bisa menjalani cobaan yang akan di hadapi? apakah mereka akan runtuh? dan menemukan pasangan yang lain, permasalahan itu yang masih difikirkan Aisyah, dia tak tau cobaan apa yang akan datang selanjutnya dan dia bingung apakah dia tetap bertahan atau Allah akan memberikan lelaki lainnya untuk dirinya.


Memilih diantara dua pilihan, mungkin kita bisa memilihnya, namun bertahan dalam ujian, apakah kita mampu? walau kita tau Allah selalu memberikan ujian sesuai dengan kemampuannya, tapi ingat kita terkadang tidak yakin jika mampu.


********


Beberapa hari lalu, Bimo mengunjungi pesantren di malam hari, dia berhasil membobol lemari di kantor pesantren, namun berkas itu masih butuh tanda tangan dari Abah.


"Kerja bagus Bimo, tapi bagaimana kita mendapatkan tanda tangannya?" tanya Nenek bingung.


"kita bisa meminta Clara untuk melakukannya nyonya" jawab Bimo santai.


"Clara hanya butuh meminta tanda tangan dari Abah untuk tanda tangan di kertas kosong, setelah itu kita bisa memanfaatkan sertifikat ini untuk menekan Revan" tambah Bimo serius.


"bagus sangat bagus, kenapa dari kemarin aku tidak memerintahkan kamu saja dari pada Samuel yang tak berguna itu" puji nenek dengan tersenyum sinis.


"sudahlah nyonya, kita harus cepat bertindak, sebelum mereka mengetahui sertifikat ini hilang" ucap Bimo.


"Baiklah" ucap Nenek singkat.

__ADS_1


*******


Setelah Aisyah pulang, staf yayasan datang ke rumah Abah, dengan muka yang sangat cemas.


"Assalamualaikum" ucap staf tersebut.


"waalaikum salam" jawab Abah.


"Abah ehmmm saya mau bertanya soal sertifikat" ucapnya. Abah kaget mendengarnya, ada apa dengan sertifikat.


"Apa ada masalah?" tanya Abah bingung.


"begini bah, tadi saya akan mengambil sertifikat tanah pesantren ini untuk dipindahkan ke brangkas yang lebih aman, tapi tadi pagi saat saya akan mengambilnya, sertifikatnya tidak ada di tempatnya, lalu saya mencari ke seluruh ruangan dan lemari, namun tidak saya temukan, saya datang kemari mau bertanya pada abah, apa abah membawanya ke rumah?" tanya Staf tersebut ragu, takut jika dia salah dan takut karna di tidak cepat memindahkan sertifikat itu.


"saya tidak pernah mengambilnya bahkan membawanya ke rumah saya" jawab Abah tegas dengan mengernyitkan dahinya khawatir.


"Astaghfirullah, bagaimana ini bah" ucapnya khawatir dan mulai meneteskan air matanya.


"tenanglah, mungkin saja terselip, mari kita cari dengan benar, dan cek CCTV" ajak abah menuju kantor pesantren.


Abah telah tiba di kantor, semua staf di perintahkan mencari sertifikat itu, dan tak lupa mereka melihat CCTV yang berada di kantor tersebut.


"maaf bah, sepertinya ada seseotang yang mengambil sertifikat itu, karna ada yang sengaja mematikan CCTV dari pusatnya, dan yang bisa melakukan itu hanya saya disini, kalau menurut saya ada seseorang yang ahli dalam hal ini karna saya tidak bisa melacaknya" ucap ahli komputer yayasan.


"Siapa yang mengambilnya, dan apa niatnya?" tanya Abah bingung.


********


Wahhh apa yang akn terjadi ya?? apakah ada bantuan untuk pesantren?? dan siapakah yangvdipilih Aisyah?? tiga episode lagi Aisyah akan menentukan siapa yang akan menjadi pendampingnya..


Tunggu kelanjutannya ya, like ya jngan di baca aja, kalau kalian banyakblike, banyak juga upnya.

__ADS_1


Jngan lupa like, komen dan vote๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰


__ADS_2