
Part ini aku khusukannya, part deg deg deg an😉😉, hayo siapa yang dipilih Aisyah yah.. Penasaran ni...
*******
Pagi menjelang, Revan telah siap untuk mengaji dan siap untuk mendengarkan keputusan dari Aisyah, dia menuju rumah Abah bersama dengan Kevin.
Saat telah tiba di rumah abah ternyata di dalamnya terdapat Reza yang duduk di hadapan abah, Revan dan Kevin mengucapkan salam dan duduk di samping Reza begitu pula dengan Kevin, Revan mengambil al-qur-an yang telah di siapkan, suasana begitu menegangkan.
"Nak Revan, silahkan ambil al-qur'annya" ucap Abah debgan menyerahkan al-qu'an.
Deg
Deg
Deg
Jantung Revan berdetak sangat cepat karna gugup, dengan tangan yang gemetar Revan mengambil al-qur'an dari abah.
"perlu kalian ketahui, nak Reza dan nak Revan, Aisyah akan memutuskan jawabannya terhadap kalian berdua, saya minta apapun keputusannya, terimalah dengan lapang dada" ucap Abah lembut.
"dan untuk nak Revan silahkan mengaji, karna itu adalah syarat dari Aisyah" ucap abah mempersilahkan.
Aisyah menunduk dalam kegugupannya, karna berhadapan dengan dua lelaki yang telah melamarnya, Untung saja ada umi di sampingnya, dan selalu memegang tangannya agar menenangkannya, walaupun gugup, Aisyah telah memiliki jawabannya, karna tadi malam dia telah melaksanakan sholat istigharah, siapapun yang Allah tetapkan untuknya, Aisyah selalu percaya itulah yang terbaik, semoga saja tidak ada salah satu diantara mereka yang kecewa.
Revan telah siap mengaji, dia mengambil nafasnya dalam-dalam untuk mengurangi kegugupannya.
"بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ, تَبٰرَكَ الَّذِيْ بِيَدِهِ الْمُلْكُۖ وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌۙ"
Revan membaca surat al-mulk dengan sepenuh hatinya, Hingga tak terasa saat dia telah selesai membacanya, ia meneteskn air matanya haru, dengn cepat Revan mengelap air matanya.
Aisyah yang mendengar lantunan ayat suci al-qur'an dari Revan ikut terharu, karna Revan mengaji dengan hatinya, walaupun masih ada beberapa yang kurang tepat dilafadkannya.
__ADS_1
Bukan hanya Aisyah saja yang merasakan bahwa Revan meengaji dengan hati, semua yang berada di dalam rumah merasakan itu, hingga tanpa sadar abah tersenyum senang menatap Revan yang telah perlahan lahan berubah.
"Baiklah langsung saja ya" ucap Abah memecah keheningan.
abah menarik nafasnya dalam - dalam sebelum bertanya pada Aisyah.
"Aisyah Putri Ahmad, siapakah diantara mereka yang kamu pilih?" tanya Abah lantang.
Deg
Deg
Deg
Revan dan Reza merasakan detak jantungnya akan lepas karna kegugupan, dengan feelingnya Kevin memegang tangan Revan untuk menghangatkan tangan yang dingin seperti es.
"Kamu apaan sih Vin" ucap Revan melepaskan tangannya.
Lalu semuany kembalu fokus unruk mendengarkan kepuutusan Aisyah, dengan menunduk Revan berdoa dalam hatinya begitu pula yang dilakukan Reza, mereka berdua telah siap, apapun keputasan yang Aisyah berikan.
Aisyah menarik nafasnya dalam-dalam, menenangkan hati dan fikiran yang bergemuruh, ia memejamkan matanya sesaat, lalu membuka matanya, menegakkan badannya.
"Bismillahirrohmanirrohim.......
dengan izin Allah, saya memilih.......
.
.
.
__ADS_1
"Revan Perdana" ucap Aisyah lanyang dalam kegugupnnya, Reza yang mendengarnya sedikit kecewa, karna bukanlah dia yang di tentukan Allah mendampingi Aisyah, namun walaupun kecewa, Reza tersenyum menatap abah dan umi, walaupun senyuman kecewa tapi dia telah berlapang dada, mungkin Allah mempunyai rencana lain untuknya.
Berbeda dengan Revan, ia meneteskn air matanya haru, dia tidak bisa lagi menahan air matanya yang perlahan lahan akan keluar, ia menangis lalu memeluk abah. Aisyah yang melihat Revan memeluk abah, ia menangis antara senang dan sedih.
Reza mengulurkan tangannya sebagai ucapan selamat, Revan menyambut tangan Reza dengan menepuk punggungnya, lalu tiba-tiba Reza labgsung memeluk Revan.
"Antum harus jaga Aisyah, jangan sakiti dia" bisik Reza pada Revan.
"Pasti, makasih za" bisik Revan lalu melepaskan pelukannya.
setelah berpelukan, mereka kembali ke kursinya masing-masing.
"Semoga nak Revan bisa menuntun Aisyah dan begitu pula sebaliknya" ucap Abah menasehati.
"Aamiin" ucao semuanya.
"Nak Reza, maaf Aisyah belum berjodoh dengan nak Reza" ucap abah.
"Iya pak kyai, insya Allah ana ikhlas" ucap Reza tersenyum.
"Alhamdulillah, semoga nak Reza bisa mendapatkan yang terbaik" ucap Abah kagum dengan Reza.
"Aamiinn pak kyai" ucap Reza.
Setelah berbincang, Revan Reza dan Kevin pamit untuk pulang ke asramanya, sekilas Revan menatap Aisyah yang sedang meliriknya, ia tersenyum simpul saat pandangan keduanya bertemu, dengan cepat Aisyah menundukkan kepalanya, Ia tersipu malu, sangat malu.
******
Hei hei Readers..
Komen ya di tunggu
__ADS_1