Cinta Suci Santri Putri

Cinta Suci Santri Putri
Jodoh tidak akan tertukar


__ADS_3

"eh iya namaku Clara" ucap Clara memperkenalkan dirinya dengan mengulurkan tangannya.


"Aku....


"Aku Aisyah" ucap Aisyah lembut dan tersenyum manis.


"Sini aku bantu membawanya" ucap Aisyah mengambil padi-padi yang di bawa Clara.


"Terima kasih" ucap Clara.


Mereka berjalan berdua menuju mesin penggilingan padi.


"kamu tinggal di asrama mana?" tanya Aisyah meliruk Clara sekilas.


"Aku tidak tau nama asrsmanya, tapi aku tinggal bersama dengan Jihan" jawab Clara tersenyum.


"waahhhh berarti kamu lebih tua dariku" ucap Aisyah tersenyum manis.


"benarkah? memang kamu umur berapa?" tanya Clara kaget.


"Ehmmm masih tujuh belas tahun" jawab Aisyah lembut.


"Wow tujuh belas tahun itu masih sangat muda, tapi cara kamu berbicara terlihat lebih dewasa dari umurmu" puji Clara pada Aisyah. Clara merasa jika Aisyah berumur sembilan belas atau dua puluh tahunan, tapi tebakannya salah, Clara merasa Aisyah lebih dewasa dan lebih bijak, tutur katanya sopan, dan prilakunya begitu lembut sebagai seorang wanita.


(Ehmmmm Clara gak tau aja kalo Aisyah udah tegas.. kayak Revan dan Kevin yang langsung diam melihat ketegasan Aisyah wkwkwk😄😄)


Aisyah meletakkan padi yang dibawanya di bawah sekaligus padi yang dibawa oleh Clara.


"Makasih ya" ucap Clara lagi. Ia merasa senang bertemu Aisyah, wanita cantik dengan prilaku baik dan sangat ramah, padahal baru pertama bertemu.


"Iya sama-sama" ucap Aisyah.


"Kamu mau aku panggil apa? ukhti atau kak atau mbak?" tanya Aisyah bingung.


"Cukup panggil aku Clara" jawab Clara.


"Aku tidak setua itu yang kamu fikirkan" tambahnya dengan tersenyum.


Mereka kembali ke tempatnya masing-masing, namun Clara menghentikan Aisyah.


"Ada apa?" tanya Aisyah bingung saat Clara menahan lengannya.


"Aku baru pertama kali disini, maukah kamu membantuku belajar di pesantren ini, karna jujur aku tidak tau apa-apa tentang agamaku" ucap Clara jujur dengan memohon pada Aisyah. Clara memang beragama islam, namun kedua orang tuanya tak pernah mengajarinya solat ataupun mengaji, dia hanya tau agamanya islam dan tidak mengetahui perintah dan larangan dari agamanya tersebut.


"Baiklah, Tapi...


"Tapi apa?" tanya Clara penasaran.


"Tapi aku akan mengajak teman-temanku untuk membantumu" ucap Aisyah tersenyum.


"Itu terdengar lebih bagus" jawab Clara tersenyum lebar, ia merasa senang karna bisa mendapatkan teman baru, karna selama hidupnya, ayahnya selalu membatasinya berteman dengan orang lain, alhasil dia tidak memiliki banyak teman.


Lalu mereka melanjutkan pekerjaannya masing-masing.

__ADS_1


*******


Reza berjalan dengan Ricko dengan membawa karung yang berisi semangka, mereka memindahkan semangka yang telah di panen ke gerobak untuk di bawa ke dapur, biasanya semangka akan dibagikan pada seluruh asrama untuk dimakan oleh para santri, nanti sisanya akan dibuat pencuci mulut setelah makan nasi.


saat sedang mendorong gerobak menuju dapur, Reza dan Ricko diberhentikan oleh seseorang.


"Stop stop stoppppp" ucap seseorang tersebut dengan menghadang gerobak yang dibawa oleh Reza dan Ricko.


"Ada apa ya?" tanya Ricko bingung.


huuuush seseorang itu mengambil nafasnya kasar.


"Kamu!" tunjuk seseorang itu pada Reza.


"Ana!" ucap Reza bingung dengan menunjuk dirinya sendiri.


"Iya kamu" ucap orang tersebut.


"Ada apa?" tanya Reza bingung.


"Ada apa Clara? kenapa kamu memberhentikan gerobaknya?" tanya Jihan pada Clara, ya.. seseorang itu adalah Clara, Clara kaget karna melihat seseorang yang telah menolongnya kemarin, dia berlari hingga berhasil menghadang gerobak yang Reza dan Ricko dorong.


"Diam Jihan" ucap Clara, sontak membuat Reza dan Ricko kaget, beraninya seseorang yang dihadapannya ini memerintah Jihan untuk diam, pasalnya Jihan adalah seorang pengurus, dan tak ada santri yang berani melawan pengurus pikir Reza dan Ricko.


"Kamu.. Yang menolongku kemarin kan?" tanya Clara menatap tajam Reza.


"Hah?" ucap Reza bingung.


"Itu kemarin di depan rumah kyai" ucap Clara mengingatkan. Reza berfikir sejenak sebelum dia mengingat kejadian yang kemarin.


"Hah! cuman ohhh," ucap Clara kesal.


"Aku mau mengucapkan terima kasih" ucap Clara.


"Iya sama-sama, lagi pula kita sebagai manusia harus saling tolong menolong" ucap Reza bijak.


"ehmmm maaf kita harus segera membwa semangka ini ke dapur" ucap Reza menunjuk gerobak yang di dorongnya. Tanpa menunggu jawaban Clara, Reza dan Ricko segera mendorong gerobaknya.


"Assalamualaikum" ucap keduanya meninggalkan Clara dan Jihan.


"waalaikum salam" jawab Jihan.


"Clara! jawab salamnya" ucap Jihan mengingatkan.


"Waalaikum salam" ucap Clara tersenyim simpul.


"Manis!" gumam Clara pelan.


"Apanya yang manis?" tanya Jihan bingung.


"eh.. I itu semangkanya kelihatan manis" ucap Clara gugup.


"oowhhh... Kirain kamu bilang Reza manis" ucap Jihan yang membuat Clar kaget.

__ADS_1


"ya memang Reza yang manis" ucap Clara dalam hatinya.


"eh kenapa aku gak tanya namanya ya" ucap Clara dalam hatinya.


"bodoh bodoh bodoh" Gumam Clara dengan memukul-mukul kepalanya sendiri.


"Siapa yang bodoh?" tanya Jihan.


"eh ehmmm anu Ehmmm i...


"eh ehmm anu ehmm, jawab yang jelas siapa yang bodoh?" tanya jihan memotong ucapan Clara.


"siapa yang bodoh" tanya Jihan lagi dengan keras membuat Clara kaget.


"Kamu!" jawab Clara keceplosan.


"Apa! aku!" ucap Jihan menatap tajam Clara.


"eh bu bukan, maksudnya itu semut yang ada di kerudung kamu tadi" ucap Clara bingung.


"Semut? mana-mana" ucap Jihan dengan menepuk nepuk kerudungnya.


"Udah hilang" ucap Clara.


Lalu mereka pergi menuju asrama untuk beristirahat.


*******


saat tiba di dapur, Ricko penasaran dengan yang di ucapkan Clara.


"perempuan tadi siapa za?" tanya Ricko penasaran, pasalnya ia baru pertama kali melihatnya.


"ana gak tau ko" jawab Reza singkat.


"Trus.. Antum nolongin dia apa?" tanya Ricko penasaran.


"Owhhh itu kemarin dia hampir jatuh, trus ana tolongin" ucap Reza jujur.


"keliatannya, perempuan tadi suka deh sama antum za" ucap Ricko tiba-tiba.


"antum bercanda aja ko ko" ucap Reza tertawa pelan.


"gak percaya antum.. lihat aja nanti" ucap Ricko.


"Ana gak tau ko, nanti besok dan masa depan kita itu, Allah yang telah mengaturnya" ucap Reza tersenyum.


"jabatan rezeki maut dan jodoh, semua itu sudah ditakdirkan oleh Allah" tambah Reza tersenyum dengan menepuk pundak Ricko.


"Jodoh gak bakal tertukar ko" tambah Reza lagi, lalu meninggalkan Ricko di dapur.


******


hai hai reders, maaf ya telat update, tadi author ada urusan, maunya sih up 2 kali, tapi karna author lagi capek, jadi untuk hari ini satu aja ya😉😉

__ADS_1


jangan lupa like, komen dan vote ya😊😊


__ADS_2