Cinta Suci Santri Putri

Cinta Suci Santri Putri
Revan? koma?


__ADS_3

Ting...


Handphone Revan bunyi, Kevin mengambilnya dan tertera nama Aisyah yang menghubunginya.


"kamu lihat kan? Aisyah udah jaga hatinya buat Revan, kalau kita gak kasih tau Aisyah yang sebenarnya, bisa bisa Aisyah bersama orang lain vin" ucap Risa.


"iya tapi...


Drrrt drrrt...


Handphone Revan berbunyi dan tertera nama Aisyah memanggil. Kevin bingung mau bagaimana.


"Angkat vin" ucap Risa.


"Gak bisalah sa" ucap Kevin dengan wajah pucat pasi.


"vin..." ucap Risa, tanpa menunggu lama Risa mengambil handphonenya dari tangan Kevin, lalu menjawab panggilan Aisyah.


"Assalamualaikum syah" ucap Risa.


Di rumah abah....


Aisyah duduk di ranjangnya, dia memikirkan Revan yang tak kunjung menghubunginya kembali, Aisyah mengirimi pesan namun tidak di balas, lalu Aisyah berinisiatif untuk menelphonenya.


"Assalamualaikum syah" ucap Risa.


Deg deg deg


Seketika raut wajah Aisyah yang awalnya tersenyum bahagia tiba tiba redup dan bingung.


(suara siapa ini? tapi tidak asing dengan suaranya).


"Waalaikum salam" jawab Aisyah datar dan masih kaget.


"Syah, ini aku Risa" ucap Risa.


Deg deg deg


(kenapa Risa bisa sama Revan, ada apa? apa mereka... )


"Astaghfirullahhaladzim" ucap Aisyah lirih dengan menggelengkan kepalanya.


"syah syah" panggil Risa.


"Eh i iya sa, kok kamu bisa megang handphonenya Revan?" tanya Aisyah penasaran.


"syah, kita ketemuan di restaurantku ya, nanti aku jelasin semuanya" ucap Risa cepat, Kevin kesal dengan Risa yang akan memberitahu Aisyah.


"kamu apa apaan sih?" Tanya Kevin sewot dengan mengambil paksa handphonenya.


"Kamu yang apaan, udah deh siniin" ucap Risa kesal dengan merebut handphonenya. sedangkan Aisyah mendengar percakapan mereka hanya diam bersandar.


(ada apa? kenapa fikiranku tidak enak)


"syah, nanti aku shareloc ya, udah dulu ya, assalamualaikum" ucap Risa lalu memutuskan panggilannya. Kevin langsung merebut handphonenya dan kesal dengan Risa.


"Kamu gak boleh ngomong sama Aisyah sa, gak boleh" ucap Kevin dengan nada penekanan.


"Kamu kenapa sih vin? Asyah harus tau soal Revan, kamu gak berhak menyembunyikannya" ucap Risa dengan nada tinggi.


"Ini amanah dari Revan, bukan aku bermaksud buat menyembunyikannya" ucap Kevin dengan nada yang tak kalah tinggi.

__ADS_1


"Tapi vin, setiap hubungan tidak boleh ada kebohongan" ucap Risa.


"aku gak bohong asal kamu tau" ucap Kevin.


"sadar vin, Aisyah berhak tau" ucap Risa.


"kamu gak perlu ikut campur urusan ini" ucap Kevin dengan menatap tajam Risa.


"kalau menyangkut sahabat aku, aku harus ikut campur" ucap Risa menatap tajam Kevin.


Setelah perdebatan yang sengit, Keduanya hening tanpa suara, dan keduanya tiba di restaurant, Risa turun dan diikuti oleh Kevin.


"sa" panggil Kevin lemah. Risa tetap berjalan tanpa menghiraukan panggilan Kevin.


"Risa" pabggil Kevin lalu berlari dan menghadang Risa.


"Kenapa?" tanya Risa ketus.


"Jangan bilang ke Aisyah ya" ucap Kevin memelas.


"minggir" ucap Risa ketus dengan muka yang datar.


"sa, aku mohon" ucap Kevin memohon.


"I hate you" ucap Risa kesal lalu pergi meninggalkan Kevin.


deg deg deg


Sakit, satu kata yang saat ini Kevin rasakan, Kebin terpaku di tempat, dia masih mencerna ucapan Risa.


Kevin langsung memutuskan masuk ke dalam Restaurant menyusul Risa.


"Sa," panggil Kevin lirih saat telah berada di depan Risa.


"Maaf" ucap Kevin lemah.


"Buat apa?" tanya Risa kesal.


"Dont be angry to me, please..." ucap Kevin.


"Vin, Aisyah itu berhak tau.." ucap Risa.


"Oke, kita kasih tau, tapi jangan benci aku" ucap Kevin memelas.


Deg deg deg


Risa gugup mendengar ucapan Kevin, jantungnya berdegup kencang tak karuan.


(wajahnya lucu banget sih, terus jantung aku kenapa lagi? perasaan apa ini?)


"ehmm i iya" ucap Risa gugup dan menunduk. Kevin tersenyum menatap Risa. Lalu mereka terdiam dalam kecanggungan.


tak lama kemudian, pegawai Risa menghampiri keduanya.


"Chef Risa" panggil Pelayan.


"I iya ada apa?" tanya Risa.


"Ada yang mencari chef" ucap Pelayan.


"Siapa namanya" tanya Risa.

__ADS_1


"kalau tidak salah, namanya Aisyah" ucap Pelayan. Raut wajah Risa langsung berubah cemas.


"Iya terima kasih" ucap Risa dan pelayan tersebut pergi.


"vin" panggil Risa menatap Kevin. Kevin mengangguk pertanda menyetujuinya.


Mereka langsung menghampiri Aisyah yang duduk sendirian di dekat jendela.


"Assalamualaikum" ucap Risa dan Kevin bersamaan.


"waalaikum salam" jawab Aisyah tersenyum walau banyak pertanyaan di benaknya. Risa dan Kevin duduk di hadapan Aisyah.


"Kevin apa kabar?" tanya Aisyah.


"alhamdulillah baik syah" jawab Kevin.


Aisyah sedikit mencari cari keberadaan seseorang yang selalu bersama Kevin, namun tak di temukannya.


"ehmm syah" panggil Risa menatap Aisyah yang sedang melihat ke belakang Kvin seperti mencari seseorang.


"iya sa," jawab Aisyah menatap Risa lembut.


"aku mau ngomong soal Revan" ucap Risa spontan.


Deg deg deg


Aisyah terdiam dengam tatapan kosong.


(kenapa dengan Revan? ada apa?)


"tentang apa sa?" tanya Aisyah.


"Revan sakit" ucap Risa.


Deg deg deg


Mata yang mulanya bersinar langsung berubah berbinar, Aisyah masih bingung dengan ucapan Risa.


"Maksud kamu apa sa?" tanya Aisyah bingung.


"Revan sakit syah, sekarang Revan di rawat di rumah sakit" jawab Risa jujur.


"sakit apa?" tanya Aisyah khawatir dengan mata yang berbinar menahan tangis.


"Koma" jawab Kevin jujur.


Deg deg deg


(koma? Revan? ini gak mungkin)


********


.


.


.


Hai hai readers....


ini dulu ya up nya, besok aku akan up lagi kok...

__ADS_1


Jngaj lupa like komen dan vote๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰


__ADS_2